MY STRENGTH IS ICE

MY STRENGTH IS ICE
ICE & FIRE



"Ah, Kagami, kita sekelas ternyata. Aku tidak menyangka kalau kita akan bertemu lagi," ucap Katazuki sambil duduk.


"Ah, iya. Aku pun tidak menyangka kalau kita akan bertemu lagi," ucap Kagami yang merasa senang bertemu dengan Katazuki.


"Mohon kerjasamanya, Kagami," ucap Katazuki sambil tersenyum.


"Oke, Katazuki. Tapi aku masih penasaran. Kamu memang Elemental Ice, ya?" ucap Kagami yang penasaran.


"Iyah, benar Kagami. Aku adalah Elemental Ice, tetapi Ice-ku unik dan berbeda dari yang lain," ucap Katazuki sambil tersenyum ke arah Kagami.


...****************...


Kagami semakin penasaran dengan Katazuki karena belum dibuktikan. Karena masih jam pelajaran, Kagami tidak bisa menguji kebenaran Elemental Ice yang dimiliki oleh Katazuki.


Jam pelajaran pun selesai, dan waktu istirahat pun tiba. Kagami masih merasa penasaran dengan Elemental Ice yang dimiliki oleh Katazuki dan ingin mengujinya.


"Katazuki, tunggu dulu. Apakah kau benar-benar memiliki Elemental Ice?" ucap Kagami dengan serius sambil memandang Katazuki di kelas, tanpa peduli pada orang lain.


"Benar, aku tidak berbohong," ucap Katazuki sambil tersenyum ke arah Kagami.


"Kalau begitu, terimalah serangan dariku," ucap Kagami sambil mengeluarkan kekuatan Elementalnya.


"Eh, tunggu dulu, Kagami. Ini kan di kelas," ucap Katazuki sambil mencoba menenangkan Kagami.


Namun, Kagami tidak ambil pusing dan langsung mengeluarkan jurusnya ke arah Katazuki. Sayangnya, Katazuki berhasil menghindarinya, membuat Kagami semakin kesal. Kagami pun langsung mengeluarkan tekniknya.


"Kagami, rasakan jurusku, Fire Punch!" ucap Kagami sambil mengarahkan Fire Punch-nya ke arah Katazuki.


Katazuki pun terpaksa harus menghindari atau menahannya. Jika dia menghindar, kelas akan terbakar. Akhirnya, Katazuki memutuskan untuk menahan serangan dari Kagami.


"Elemen Ice, Perisai Ice!" ucap Katazuki sambil menggunakan jurusnya untuk menahan serangan Fire Punch milik Kagami.


"Booooom!" serangan Kagami tertahan oleh Perisai Ice milik Katazuki. Semua murid terdiam melihat pertarungan mereka. Kagami terus memukul Perisai Ice milik Katazuki menggunakan Fire Punch miliknya.


"Gimana, Katazuki? Apakah masih bisa menahan seranganku ini, haha?" ucap Kagami sambil tertawa.


"Cih, apa boleh buat. Kalau begitu, Elemental Ice, Tombak Naga Biru!" ucap Katazuki sambil mengeluarkan Tombak Ice yang bernama Tombak Naga Biru.


Katazuki melompat dan langsung menyerang Kagami dengan Tombak Naga Biru. Kagami sulit menghindari serangan dari Katazuki. Kagami membuat jarak dengan Katazuki dan mengeluarkan Fireball ke arahnya. Katazuki pun melemparkan Tombak Naga Biru yang berganda menjadi tiga tombak. Tombak pertama menahan jurus Fireball milik Kagami, sementara tombak kedua mengarah ke arah Kagami. Kagami tidak bisa menghindarinya, dan Tombak Naga pun menusuk dadanya. Katazuki pun berjalan mendekati Kagami.


"Apakah sudah tidak penasaran lagi, Kagami?" ucap Katazuki sambil menarik tombak yang tertancap di Kagami.


"Hah, mulai sekarang aku percaya. Kalau kau memang Elemental Ice," ucap Kagami sambil menahan rasa sakit tusukan dari Katazuki.


Tiba-tiba, seorang gadis berlari mendekati Kagami yang sedang terluka parah. Katazuki bingung melihat gadis tersebut.


"Kagami, apa yang terjadi padamu?" ucap Liya sambil mengobati luka Kagami dengan kekuatannya.


"Ah, Liya, tidak perlu khawatir. Ini hanya luka kecil," ucap Kagami sambil tersenyum.


"Kalau begitu, jangan membuatku cemas dengan hal-hal bodoh," ucap Liya sambil memukul kepala Kagami.


"Yaaaaaa!" teriak Kagami sambil memegang kepalanya.


"Bajingan mana yang membuatmu seperti ini?" ucap Liya sambil emosi kepada Kagami.


"Yang membuatku seperti ini, emm..." ucap Kagami yang gugup.


"Aku yang membuatnya seperti ini," ucap Katazuki sambil mendatangi Liya dan Kagami.


"Kenapa kamu membuat Kagami seperti ini, dan siapa sebenarnya kamu?" ucap Liya yang marah kepada Katazuki.


"Liya, tunggu. Sepertinya kamu salah paham," ucap Kagami yang panik.


"Ah, sudah diam, Kagami. Jadi, siapa sebenarnya kamu?" ucap Liya sambil menggenggam kerah baju Katazuki.


"Ah, aku temannya Kagami. Aku dan Kagami juga sebangku," ucap Katazuki yang merasa bersalah.


"Eh, apa?" ucap Liya yang bingung.


"Sebenarnya begini, Kagami yang mulai duluan. Dia penasaran dengan Elemental yang aku miliki, jadi dia menyerangku," ucap Katazuki yang menjelaskan kepada Liya.


"Kagami, kamu memang pembuat onar, ya?" ucap Liya yang memukul Kagami.


"Ampun, Liya, ampun," ucap Kagami yang merengek kepada Liya.


"Sudahlah, jangan seperti itu. Lebih baik kita antar dia ke UKS saja," ucap Katazuki yang juga merasa bersalah kepada Kagami.


"Ya sudah, kalau begitu," ucap Liya sambil menghembuskan nafasnya.


Katazuki dan Liya pun membawa Kagami yang terluka ke dokter Akademi Ksatria.