
"Kenapa gak dijawab ya?" sambil garuk-garuk kepala.
"Cih, ternyata dia kuat. Aku tidak menyangka kalau dia bisa menyerang jarak dekat," ucap Atom yang terbaring di lantai akibat tendangan Kagami.
"Hey, apa kamu baik-baik saja?" ucap Kagami sambil teriak kepada Atom.
"Yah, aku cukup baik-baik saja," ucap Atom sambil berdiri kembali.
"Apa benar kamu baik-baik saja? Tapi aku tidak yakin kalau kamu baik-baik saja," ucap Kagami kepada Atom.
"Benar, aku baik-baik saja, cuma luka ringan saja kok," ucap Atom yang memberi tahu kondisinya kepada Kagami.
"Syukur deh kalau kamu begitu, jadi aku bisa melanjutkan menyerang lagi," ucap Kagami sambil berlari sangat cepat ke arah Atom.
"Apa?" ucap Atom yang terkejut melihat Kagami bergerak sangat cepat.
Atom pun lalu mengeluarkan senjatanya dan mengarahkannya ke Kagami, tapi sayang sekali Kagami sudah ada di hadapan Atom dan memukul perut Atom ke atas sampai Atom terlempar ke atas. Kagami pun lalu melompat ke atas dan membanting Atom ke bawah. Atom pun terpental ke bawah dengan keras, mengakibatkan lantai hancur dan terpental ke atas sedikit. Kagami pun lalu turun ke bawah dan menendang Atom sampai terpental ke dinding lagi, sampai dinding tembok pun hancur.
...****************...
"Apa kamu tidak akan menyerah?" ucap Kagami kepada Atom.
"Kamu kira aku bakal menyerah segampang itu?" ucap Atom yang berusaha berdiri kembali sambil muntah darah akibat pukulan dari Kagami.
"Apa kamu yakin tidak akan menyerah?" ucap Kagami kepada Atom.
"Kamu kira dengan serangan segitu aku akan menyerah?" ucap Atom yang menatap Kagami dengan tajam.
"Tapi kondisi tubuh kamu itu gimana?" ucap Kagami yang sedikit cemas kepada Atom.
"Cerewet sekali, sialan!" ucap Atom sambil mengacak-acak rambutnya.
"Hah, kamu bicara apa?" ucap Kagami sambil pura-pura tidak mendengar omongan Atom.
Atom pun lalu menyerang Kagami dari jarak jauh menggunakan senjatanya, yaitu pistol FN Five-seven di kedua tangannya. Kagami pun dengan respon cepat menghindari serangan dari Atom.
"Apa sekarang kamu tidak bisa mendekat?" ucap Atom kepada Kagami.
"Ah, ternyata kamu hebat juga, ya," ucap Kagami sambil menghindari serangan dari Atom.
"Sepertinya kamu meremehkan aku, ya," ucap Atom sambil menyerang Kagami dengan senjatanya.
"Aku benar-benar tidak meremehkan kamu sama sekali," ucap Kagami sambil menghindari serangannya Atom.
Atom pun lalu menggabungkan amunisi pistol FN Five-seven dengan kemampuannya. Kagami, yang melihat Atom yang terdiam sejenak, lalu maju menyerangnya. Atom, yang menyadari Kagami sudah mulai maju untuk menyerang, lalu menembakkan serangan ke arah Kagami. Kagami pun menghindari serangan dari Atom dan tiba-tiba serangan yang dihindari Kagami meledak. "DUARRRRR!" Kagami pun terpental oleh serangan ledakan dari Atom.
"Gimana rasanya terpental? Apa menyenangkan?" ucap Atom yang berhenti menyerang Kagami.
"Apa kamu akan menyerah?" ucap Atom yang membalikan pertanyaan kepada Kagami.
"Ternyata kamu sangat kuat, ya," ucap Kagami yang mengakui kemampuan Atom.
"Apa kamu baru sadar bahwa aku kuat?" ucap Atom kepada Kagami.
"Haaaa, sepertinya aku harus serius melawan kamu," ucap Kagami sambil berusaha berdiri lagi.
"Kalau begitu, aku akan serius juga melawan kamu," ucap Atom sambil mengarahkan pistol FN Five-seven-nya kepada Kagami.
"Kalau begitu, aku akan menyerang kamu duluan," ucap Kagami yang bersiap-siap maju menyerang Atom sambil tersenyum.
"Majulah kalau kamu bisa, Kagami," ucap Atom yang bersiap-siap menembak Kagami sambil tersenyum.
Kagami pun lalu menggunakan kemampuannya, yaitu Elemental Api Fire Ball. Atom pun tidak kalah saing, dia pun sudah menggabungkan amunisinya dengan kemampuan peledaknya. Kagami pun lalu maju menyerang Atom, tetapi Atom dengan cepat menembak ke arah Kagami. Kagami, yang melihat Atom menembak, lalu memblokir serangannya dengan teknik Fire Ball-nya. Peluru Atom yang bertabrakan dengan bola api Kagami pun lalu meledak. Mereka berdua pun lalu menyerang dari kejauhan dan mengakibatkan ledakan dimana-mana. Arena pun dipenuhi dengan asap ledakan dari serangan Kagami dan Atom.
"Wah, mereka bertarung dengan sengit sekali sampai kita tidak bisa melihat mereka akibat asap ledakan yang diakibatkan mereka berdua," ucap para penonton yang tergagah dengan pertarungan Kagami dan Atom.
Atom, yang menyadari kondisi arena sudah kacau, lalu mengganti senjatanya dengan Sniper AWM. Atom pun lalu bersembunyi di tempat yang tidak diketahui oleh Kagami dan penonton. Kagami, yang menyadari serangan Atom berhenti, lalu bergegas maju menyerang Atom. Ketika Kagami berlari, tiba-tiba serangan yang tidak diketahui arahnya dengan sigap Kagami pun lalu menghindarinya, tapi tiba-tiba pelurunya pun meledak. Kagami pun terpental gara-gara ledakan dari serangan yang tidak diketahui arahnya.
"Serangan dari mana itu, ah?" ucap Kagami yang terbaring akibat ledakan.
Kagami pun lalu bergegas berdiri kembali dan memperhatikan sekeliling arena.
"Ah, sial, asapnya terlalu tebal sampai susah melihat kondisi sekitar. Kalau menunggu asapnya menghilang, butuh waktu sekitar 5-2 menit. Aku tidak mungkin menunggu selama itu, pasti bakal ada serangan lagi yang akan mengakibatkan asap lama menghilangnya," ucap Kagami yang melihat kondisi sekeliling arena.
Serangan pun bermunculan satu per satu. Kagami pun memblokir serangan dengan Fire Ball-nya dan mengakibatkan ledakan kembali. Kagami yang sedang memperhatikan serangan Atom tiba-tiba mengetahui keberadaan Atom. Kagami pun lalu maju ke arah Atom dengan cepat. Atom yang mengisi amunisinya mendapatkan serangan Fire Ball milik Kagami. Dengan respon yang cepat, Atom pun menghindarinya. Tapi tanpa disadari oleh Atom, Kagami sudah ada di depannya.
"Ketemu kamu sekarang," ucap Kagami sambil menyerang Atom dari dekat.
"Bagaimana kamu tahu keberadaan aku?" ucap Atom yang menahan pukulan Kagami dengan Sniper AWM-nya.
Kagami lalu menendang Atom dengan sangat kuat, tetapi Atom berhasil memblokir tendangan Kagami menggunakan senjatanya sampai terlepas dari genggaman Atom. Kagami, yang mendapatkan celah, langsung menyerang Atom tanpa berhenti. Atom pun hanya bisa menahan serangan Kagami.
"Akan aku akhiri sampai sini saja pertarungan ini," ucap Kagami sambil menendang Atom sampai terdorong jauh.
Kagami lalu maju dengan cepat dan langsung menyerang Atom. Atom pun terkena serangan dari Kagami sampai tidak bisa berkutik. Kagami pun lalu mengeluarkan kemampuannya, yaitu Elemental Api Fire Punch. Pukulan Fire Punch tidak bisa ditahan oleh Atom, dan Atom pun terpental jauh sampai mengakibatkan tembok arena hancur.
"Sepertinya kamu tidak bisa bangun lagi," ucap Kagami kepada Atom.
Atom berusaha memaksakan bangun kembali, walaupun sudah terluka sangat parah.
Asap ledakan pun sudah menghilang. Para penonton terkejut melihat kondisi Atom yang sudah terluka sangat parah masih bisa memaksakan berdiri untuk bertarung.