
"Katazuki, kamu sedang melihat apa?" ucap Kagami yang mengejutkan Katazuki.
"Ah, aku tidak sedang melihat apa-apa kok," ucap Katazuki yang terkejut.
"Yasudah, sekarang giliran kamu yang bersih-bersih sana," ucap Kagami ke Katazuki.
"Ah, baiklah, aku ke kamar mandi dulu ya," ucap Katazuki yang siap-siap ke kamar mandi.
"Jangan mandi dengan air dingin, gak baik. Aku rekomendasikan pakai air hangat saja, lebih enak," ucap Kagami yang memberi tahu Katazuki sambil tertawa.
"Ah, terima kasih sarannya, Kagami," ucap Katazuki kepada Kagami.
Katazuki pun sudah masuk ke dalam kamar mandi. Kagami pun langsung berlari ke kasur dan melompat ke arah kasur.
"Ah, nyaman sekali kasurnya. Sepertinya aku bakal tidur lelap malam ini, hehe," ucap Kagami yang sudah mulai tertidur.
Katazuki pun selesai mandi dan melihat Kagami yang sudah tertidur di kasur.
...****************...
"Hmm, dasar Kagami. Baru ditinggal sebentar saja udah langsung tidur duluan. Gimana kalau ditinggal lama ya, hhh," ucap Katazuki yang sedang tertawa kecil melihat tingkah laku Kagami.
Katazuki pun bergegas ke kasur untuk segera tidur.
Kesokan harinya, Katazuki dan Kagami pun bergegas bangun untuk berangkat ke asrama ksatria. Setelah sudah selesai bersiap-siap, Katazuki dan Kagami pun berangkat menuju asrama bersama-sama. Sesampai di gerbang asrama, Liya yang sudah menunggu kehadiran Kagami dan Katazuki.
"Hey, kalian cepatlah. Sebentar lagi mau masuk," ucap Liya yang berteriak kepada Katazuki dan Kagami.
"Ah, pagi-pagi begini, si Liya sudah sangat semangat," ucap Kagami yang masih ngantuk.
"Sepertinya dia sedang senang, jadi bersemangat seperti itu," ucap Katazuki kepada Kagami sambil tersenyum.
"Hey, kalian kenapa lama sekali? Sebentar lagi sudah mau masuk," ucap Liya kepada Katazuki dan Kagami.
"Katazuki, kamu kesiangan juga? Kok bisa sih?" ucap Liya kepada Katazuki yang kaget.
"Ah, sebenarnya aku tidak kesiangan, tapi Kagami kesiangan. Terus aku menunggu dia siap-siap," ucap Katazuki kepada Liya sambil tersenyum.
"Oh, ternyata si pembuat onar ya yang kesiangannya," sambil melirik kepada Kagami.
"Aku kesiangan karena aku kecapean dan tidak dibangunkan oleh Katazuki," ucap Kagami yang waspada kepada Liya.
"Oh iya, aku sudah membangunkan kamu, tapi kamu nggak bangun-bangun," ucap Katazuki kepada Kagami sambil tersenyum.
"Ah, sial, kenapa kamu tidak mendukungku sih?" ucap Kagami kepada Katazuki yang cemberut.
Liya pun melemparkan pukulan kepada Kagami. "Puaach!"
"Aduh, sakit sekali," ucap Kagami yang memegang kepalanya.
"Kalau kamu bangun kesiangan, jangan salahkan yang lain. Itu kan memang kesalahan kamu," ucap Liya kepada Kagami.
"Iya, iya, ini semua kesalahan aku. Sorry ya," ucap Kagami sambil mengusap-usap kepalanya yang sakit.
"Nah, gitu dong, akui saja kamu yang salah," ucap Liya kepada Kagami.
"Sudah, sudah, udah. Mau jam masuk, lebih baik kita bergegas masuk," ucap Katazuki yang menenangkan suasana sambil tersenyum.
Mereka bertiga pun bergegas masuk ke akademi dengan buru-buru agar tidak terlambat masuk kelas. Sesampai di kelas, Liya pun berpisah dengan Katazuki dan Kagami dikarenakan berbeda kelas.
"Ah, yasudah, kita masuk kelas duluan ya, Liya," ucap Kagami dan Katazuki.
"Yasudah, aku pergi ke kelasku dulu ya," ucap Liya sambil berjalan menuju kelasnya.
"Oke, sampai ketemu jam istirahat," ucap Kagami kepada Liya sambil melambaikan tangan.