
"Katazuki pun berjalan menuju Oryza dan mencabut tobak yang menusuk Oryza," teriakan Oryza saat Katazuki mencabut TOMBAK NAGA.
"Kamu sudah kalah. Jangan ganggu aku dan Liya," ucap Katazuki yang dingin, menatap Oryza.
"Katazuki, apa kamu baik-baik saja?" ucap Liya yang berlari kepada Katazuki.
"Ah, iya. Aku baik-baik saja," ucap Katazuki kepada Liya.
"Kalau begitu, kita pergi dari sini saja," ucap Liya sambil menarik tangan Katazuki, pergi dari taman.
"Sebaiknya kamu ke UKS dan temui dokter," ucap Katazuki yang menyuruh Oryza.
"Awas kalian, akan aku balas penghinaan ini," ucap Oryza kepada Katazuki dan Liya.
Katazuki dan Liya pun pergi meninggalkan Oryza yang sedang terluka.
...****************...
Oryza pun berjalan sendirian menuju ruangan dokter, sambil terluka parah, dan memikirkan kekalahan yang baru saja terjadi.
"Sial, padahal aku calon kandidat dari klan PLANTAE. Tapi kenapa aku bisa kalah oleh dia?" ucap Oryza yang kesal.
Oryza pun sampai di ruang dokter. Oryza lalu membuka pintu ruangan dan masuk ke ruangan dokter. Dokter yang melihat luka Oryza yang cukup parah lalu menghampirinya.
"Apa kamu baik-baik saja?" ucap dokter yang bertanya kepada Oryza.
"Kelihatannya dok. Apa aku baik-baik saja dengan luka yang parah ini?" ucap Oryza yang merasa kesal dengan pertanyaan dokter.
"Kelihatannya sih kamu baik-baik saja. Soalnya kamu masih bisa berjalan kesini sendirian dengan luka separah ini," ucap dokter yang tersenyum ke Oryza.
"Dok, kalau aku tidak terluka seperti ini, aku pasti akan membunuh kamu," ucap Oryza yang marah kepada dokter.
"Habisnya, dokter nanyanya gak lihat-lihat. Udah tau saya terluka parah, kenapa nanya apa kamu baik-baik saja," ucap Oryza yang kesal ke dokter.
"Memangnya, saya tidak boleh nanya seperti itu? Dan kenapa kamu makin kesal ke saya? Salah saya di mana?" ucap dokter yang kesal ke Oryza.
"Dok, kenapa dokter kesal kepada saya? Seharusnya kan, saya yang kesal ke dokter. Ini kenapa dokter yang kesal?" ucap Oryza yang menahan emosinya ke dokter.
"Memangnya, saya tidak boleh kesal ke kamu? Habisnya, kamu main marah-marah ke saya, kan saya jadi kesal ke kamu," ucap dokter yang kesal kepada Oryza.
"Dok, please. Saya sedang terluka, apa dokter gak lihat?" ucap Oryza kepada dokter yang sudah tidak kuat menahan emosinya.
"Kalau begitu minta maaflah. Baru saya akan bantu," ucap dokter yang kesal ke Oryza.
"Yasudah, saya minta maaf dok. Puas sekarang bisa tolong saya?" ucap Oryza yang kesal kepada dokter.
"Sepertinya kamu tidak tulus minta maafnya," ucap dokter kepada Oryza.
"Dok, saya terluka loh dok," ucap Oryza yang kesal kepada dokter.
"Iya, saya tahu kalau kamu terluka. Tapi minta maaflah dengan benar. Baru saya bantu," ucap dokter kepada Oryza yang ingin permintaan maaf dari Oryza.
"Baiklah, dokter tolong saya yang sedang terluka. Saya minta maaf, tadi sudah membuat kesal dokter," ucap Oryza yang tersenyum terpaksa ke dokter.
"Oke, saya maafkan. Tapi jangan diulang kembali ya," ucap dokter yang memaafkan Oryza.
"Syukurlah kalau gitu," ucap Oryza yang lega dengan perdebatan dengan dokter.
Oryza pun lalu diperiksa oleh dokter. Setelah diperiksa, Oryza dirawat sementara. Kagami pun melihat Oryza yang terluka melintas di hadapannya.
"Wah, ternyata aku tidak sendirian. Ada yang terluka juga, hehe," ucap Kagami yang merasa senang. Akan ada teman untuk diajak ngobrol dengannya.