
Hayabusa pun langsung melempar shuriken ke arah Oryza. Oryza yang sudah tahu serangannya lalu memblokir serangan dari Hayabusa, tetapi Oryza tidak menyadari bahwa bayangan yang lain juga ikut melempar shuriken ke arah Oryza. Oryza yang tidak sempat menghindar dan memblokirnya terkena serangan dari Hayabusa.
"Wah, kamu memang hebat, yah," ucap Oryza yang terluka oleh serangan Hayabusa.
"Sebaiknya kamu jangan banyak bicara dulu," ucap Hayabusa yang berlari menyerang Oryza yang sedang terluka.
"Cih, ternyata dia dari tadi serius melawan aku," ucap Oryza yang siap-siap menahan serangan Hayabusa.
Hayabusa pun berlari dengan katana dan menyerang Oryza dengan katana tersebut, tetapi Oryza menahan serangan Hayabusa dengan tombaknya. Tetapi Hayabusa pun menghilang dari hadapan Oryza dan datang dari belakang. Oryza pun lalu memblokir serangannya lagi, tetapi Hayabusa pun menghilang lagi dan datang dari samping.
...****************...
"Maaf yah, Oryza, aku tidak akan menyerah untuk saat ini, karena aku yakin bisa mengalahkan kamu," ucap Hayabusa yang berhenti menyerang sebentar.
"Aku hargai keputusan kamu yang mau kalah," ucap Oryza yang membuat Hayabusa emosi.
"Ternyata benar kamu suka merendahkan orang lain, yah, sialan," ucap Hayabusa yang emosi oleh Oryza.
"Santai saja dong, jangan emosi. Aku kan cuma bicara tentang kekalahan, bukan merendahkan kamu," ucap Oryza yang mengulur waktu.
"Cuman kamu bilang bajingan, kamu memang bajingan, Oryza. Akan aku buktikan bahwa kamu akan kalah, sialan," ucap Hayabusa yang sangat emosi ke Oryza.
"Wah-wah, ternyata sikap kamu tidak jauh beda dengan Thunder, yah? Kukira kamu orangnya ramah dan sopan, tapi ternyata kamu kasar, yah," ucap Oryza sambil tersenyum mengesalkan.
"Aku tarik ucapan aku tadi bahwa aku mengalahkan kamu, sialan," ucap Hayabusa yang sangat emosi ke Oryza.
"Wah, kamu cepat sadar diri juga, yah, Hayabusa. Harusnya kamu sadar pas belum masuk arena, jadi kita tidak perlu susah payah bertarung seperti ini," ucap Oryza yang memasang muka menyebalkan ke Hayabusa.
"Kamu memang tidak akan kalah hari ini, tapi kamu akan mati di tangan aku hari ini, bajingan sialan," ucap Hayabusa sambil teriak kencang di arena.
"Apa kamu gila?" ucap Oryza yang garuk-garuk kepala akibat ucapan Hayabusa.
"Diam kamu, sialan! Aku bunuh kamu sekarang," ucap Hayabusa yang siap-siap menyerang Oryza.
"Kalau begitu, aku akan mulai serius, sialan. Awas kalau kamu tidak bisa membunuh aku, hahahahaha," ucap Oryza sambil tertawa jahat ke Hayabusa.
Hayabusa pun yang mau menyerang Oryza lalu tidak bisa maju karena kedua kakinya terikat oleh akar yang mengikat kedua kaki Hayabusa.
"Kenapa kamu tidak maju, sialan?" ucap Oryza ke Hayabusa.
Hayabusa pun menghilang dan datang dari belakang, tapi kakinya terikat oleh akar tumbuhan lagi. Hayabusa pun menebas akar tumbuhan dengan katana-nya dan menyerang Oryza, tapi di blokir oleh Oryza dengan tombaknya. Hayabusa pun menghilang lagi dan muncul di samping, saat Hayabusa akan menyerang Oryza, tangan Oryza tiba-tiba diikat oleh akar tumbuhan.
"Kenapa kamu tidak menyerang aku lagi, sialan?" ucap Oryza ke Hayabusa.
Hayabusa pun menjatuhkan katana-nya dan menendangnya ke arah Oryza, tapi serangan Hayabusa diblokir oleh Oryza dengan Tombak Kegelapan, dan katana Hayabusa pun jatuh di hadapan Oryza.
"Kenapa kamu tidak menghilang lagi? Bukankah tadi kamu bisa menghilang?" ucap Oryza ke Hayabusa.
Hayabusa pun hanya bisa terdiam dan tidak bisa melakukan apa-apa.
"Aku sebenarnya sudah tahu kemampuan kamu yang berpindah tempat. Kamu berpindah tempat itu dari 4 bayangan kamu tadi. Jika bayangan kamu habis, kamu tidak bisa berpindah lagi, kan? Maka dari itu, aku mengulur waktu agar aku bisa memperluas akar tumbuhan ini agar bisa mengikat kamu, jadi sebaiknya kamu menyerah saja, Hayabusa," ucap Oryza yang menjelaskan cara kerja kemampuan Hayabusa dan menyuruh Hayabusa menyerah dari pertarungan.
"Beri***sik, sialan! Lepaskan tangan aku atau aku bunuh kamu, bajingan!" ucap Hayabusa yang emosi, tangannya diikat oleh akar tumbuhan milik Oryza.
Oryza pun lalu mengikat kedua kakinya dengan akar tumbuhan. Hayabusa pun semakin tidak bisa bergerak karena kedua tangannya dan kakinya terikat oleh akar tumbuhan yang muncul dari tanah.
"***Berisik kamu, sialan! Sekali lagi kamu bicara, aku akan membunuh kamu!" ucap Hayabusa yang terikat oleh akar tumbuhan.
"Sialan, aku jadi kesal juga mengatasi sikap kamu," Oryza yang mulai agak kesal ke Hayabusa.
Oryza pun lalu mengambil katana Hayabusa dan berjalan ke arah Hayabusa sambil membawa katana milik Hayabusa.
"Mau apa kamu mendekat kesini, sialan?" ucap Hayabusa ke Oryza.
Oryza pun tanpa banyak bicara, dia menusuk kaki Hayabusa dengan katana milik Hayabusa.
"Aaaaaaaaaaaaa!" teriakan Hayabusa yang ditusuk kakinya oleh Oryza menggunakan katana.
"Kenapa kamu teriak, sialan? Apa kamu tidak tahu bahwa teriakanmu itu berisik?" ucap Oryza ke Hayabusa.
Hayabusa pun mulai ketakutan melihat sosok Oryza yang mulai serius bertarung.
"Kenapa muka kamu seperti itu? Apa kamu takut melihat aku, sialan?" ucap Oryza ke Hayabusa.
Hayabusa pun tiba-tiba terdiam, melihat sosok Oryza yang serius bertarung.
"Hey, sialan, tadi kamu bilang akan membunuh aku. Cepat lakukan, bunuh aku, bajingan!" ucap Oryza ke Hayabusa.
Oryza pun lalu memukul Hayabusa dengan pegangan tombak terus menerus. Hayabusa yang sedang dipukul oleh Oryza sudah terluka parah dan berdarah di seluruh tubuh dan kepala.
"Hey, jadi siapa yang ingin membunuh siapa, hah?" ucap Oryza yang sedang memukul Hayabusa terus-menerus.
"Maafkan aku, Oryza. Aku minta maaf. Gara-gara aku, kamu jadi terluka parah, hehe," ucap Hayabusa yang ketakutan.
"Sebaiknya kamu mengucapkan kata-kata yang baik sebelum kamu mati oleh aku, sialan," ucap Oryza yang mengancam.
Oryza pun mulai berhenti memukul dan mengarahkan ujung Tombak Kegelapan ke arah Hayabusa.
"Oryza, apa yang mau kamu lakukan sekarang?" ucap Hayabusa yang sudah panik dan ketakutan melihat hawa membunuh dari Oryza.
"Aku akan menusuk kamu dengan Tombak Kegelapan ini," ucap Oryza ke Hayabusa.
Oryza pun lalu melayangkan Tombak Kegelapan ke arah Hayabusa.
"Aku mengaku kalah, Oryza!" teriak Hayabusa ke Oryza.
Hayabusa pun lalu dihentikan oleh Guru Grok.
"Pertandingan sudah berakhir, dia sudah mengaku kalah," ucap Guru Grok yang memberitahu Oryza bahwa Hayabusa menyerah.
"Ah, maafkan aku. Sepertinya aku tadi terbawa suasana," ucap Oryza sambil menggaruk kepala.
"Sekarang, lepaskan ikatan Hayabusa," ucap Guru Grok ke Oryza.
Oryza pun lalu melepaskan ikatan Hayabusa dari akar tumbuhan miliknya.
"Ah, maaf, gara-gara aku, kamu jadi terluka parah, hehe," ucap Oryza sambil tertawa merasa bersalah atas kelakuannya.