
Monitor pun lalu memilih kelas yang akan bertarung, monitor pun berhenti di kelas Mage.
"Katazuki, sekarang giliran kita. Aku sudah tidak sabar, hehe," ucap Kagami yang sudah semangat bertarung.
"Kalau begitu, kita bergegas ke arena," ucap Katazuki sambil berjalan menuju arena.
"Baiklah, aku sudah tidak sabar untuk menghadapinya," ucap Kagami sambil berjalan menuju arena.
Kagami dan Katazuki terlihat sedang berjalan dari lorong menuju arena.
"Atom, sepertinya aku tidak akan jadi menyerah," ucap Wind yang tersenyum ke arah Katazuki.
"Apa kamu serius, Wind?" ucap Atom yang terkejut mendengar Wind tidak akan menyerah.
"Yah, aku serius," ucap Wind sambil tersenyum.
Kagami dan Katazuki sampai di arena dan berhadapan dengan Wind dan Atom.
"Apa kalian sudah siap?" ucap Guru Grok ke perwakilan kelas.
"Yah, saya siap, Pak," ucap Kagami, Katazuki, Wind, dan Atom ke Guru Grok.
Katazuki, Kagami, Wind, dan Atom pun lalu masuk ke basenya masing-masing dan bersiap-siap untuk bertarung.
...****************...
"Untuk perwakilan yang akan bertarung di babak pertama, silahkan memasuki arena sekarang," ucap Guru Grok ke perwakilan kelas Archer dan Mage.
"Katazuki, biar aku yang maju duluan, aku sudah tidak sabar ingin bertarung," ucap Kagami yang memohon kepada Katazuki untuk bertarung pertama.
"Gimana, kamu saja. Aku mengikuti kamu saja," ucap Katazuki kepada Kagami.
"Baiklah, kalau begitu aku maju duluan ya," ucap Kagami sambil berlari menuju arena.
"Berhati-hatilah," ucap Katazuki kepada Kagami.
"Oke, aku akan berhati-hati, Katazuki," ucap Kagami sambil memberi isyarat jempol kepada Katazuki.
Kagami pun sampai di arena.
"Pak, di mana lawan aku?" ucap Kagami sambil bingung melihat belum ada lawannya.
"Lawan kamu belum sampai di arena, jadi tunggu saja," ucap Guru Grok yang memberitahu Kagami.
"Mungkin mereka takut dengan saya, Pak," ucap Kagami kepada Guru Grok.
"Saya tidak tahu mereka takut dengan kamu atau tidak," ucap Guru Grok yang melirik ke arah Kagami.
"Kenapa, Pak, tidak tahu?" ucap Kagami kepada Guru Grok.
"Oh, berarti Pak bukan guru. Terus, Pak ini apa? Atau mungkin Pak ini penyusup, ya?" ucap Kagami kepada Guru Grok.
"Kenapa kamu menyebalkan sekali, sih? Apakah kamu bisa diam?" ucap Guru Grok yang mulai emosi karena Kagami yang banyak bertanya.
Wali kelas Mage pun tertawa melihat tingkah laku Kagami yang menyebalkan terhadap Guru Grok.
"Sepertinya kelas Mage bakal kalah lagi," ucap Wali Kelas Archer sambil tersenyum.
Guru yang lain pun melihat ke arah Wali Kelas Mage yang dihina oleh Wali Kelas Archer.
"Kenapa kalian melihat aku seperti itu? Yah, soal kalah atau menang, itu kita lihat saja nanti pertandingannya," ucap Wali Kelas Mage kepada seluruh wali kelas.
"Sepertinya kamu yakin sekali kalau murid kelas kamu akan juara," ucap Wali Kelas Archer sinis kepada Wali Kelas Mage.
"Aku selalu percaya kepada seluruh muridku bahwa mereka bisa menghadapi apa yang mereka hadapi," ucap Wali Kelas Mage yang percaya kepada murid-muridnya sambil tersenyum.
"Cih, padahal muridnya bakal dikalahkan oleh muridku, masih aja percaya diri," ucap Wali Kelas Archer yang kesal dengan Wali Kelas Mage.
"Sudahlah, jangan bikin suasana tidak menyenangkan seperti ini. Lebih baik kita lihat saja pertandingannya," ucap Wali Kelas Fighter kepada Wali Kelas Archer.
Atom pun datang dari lorong dan berjalan ke arah arena.
"Kamu kenapa lama sekali menuju arenanya, membuat orang kesal saja," ucap Guru Grok yang tidak tahan mendengar ocehan Kagami terus.
"Maaf, tadi saya sedang sedikit berdebat dengan partner saya," ucap Atom yang menjelaskan mengapa Atom terlambat datang ke arena.
Kagami yang sedang memperhatikan sekitar arena melihat wali kelasnya.
"Pak Guru, saya akan memenangkan pertandingan ini," ucap Kagami yang teriak kepada Wali Kelas Mage.
"Kalau begitu, tunjukkan kekuatan kamu bahwa kelas kita tidak lemah," ucap Wali Kelas Mage yang berteriak kepada Kagami.
"Baik, Guru. Saya akan mencoba untuk tidak kalah," ucap Kagami sambil teriak ke arah Wali Kelas.
"Apa kamu sudah selesai berbicara dengan wali kelas kamu?" ucap Guru Grok yang sudah pusing kepada Kagami.
"Ah, iya, saya sudah siap dari tadi, Pak. Apa bisa dimulai pertandingannya?" ucap Kagami kepada Guru Grok.
"Yah, ini mau dimulai. Semoga kamu kalah ya, agar kita tidak bertemu lagi," ucap Guru Grok yang sudah sangat kesal.
"Kalau itu, sepertinya tidak bisa, karena guru saya menyuruh saya untuk memenangkan pertandingan ini," ucap Kagami yang sudah bersiap-siap bertarung.
"Baiklah, terserah kamu saja, kalau begitu," ucap Guru Grok yang memulai pertandingan antara Kagami dan Atom.
Atom pun lalu bergegas menjaga jarak dari Kagami, tetapi sayang sekali, Kagami sudah ada di hadapan Atom dan memukul perut Atom dengan keras sampai Atom terlempar ke atas, Kagami pun lalu melompat ke atas dan membanting Atom ke bawah, Atom pun terpental ke bawah dengan keras, membuat lantai hancur dan terpental sedikit ke atas. Kagami pun lalu turun ke bawah dan menendang Atom sampai terpental ke dinding lagi, sehingga dinding tembok pun hancur.