MY STRENGTH IS ICE

MY STRENGTH IS ICE
TAMAN AKADEMI



"Waw, ini benar-benar Elemental Ice. Tombak ini terbuat dari ice," ucap dokter, yang terpesona melihat Tombak Naga Biru.


"Hehe, bagaimana, dok? Itu keren, kan? Tombak Naga Birunya," ucap Kagami kepada dokter.


"Ini sangat keren, dan sangat indah sekali," ucap dokter, yang masih terpesona dengan Tombak Naga Biru milik Katazuki.


"Hahaha, siapa dulu rival Kagami?" ucap Kagami yang merasa bangga.


Katazuki dan Liya pun saling menghembuskan nafas bersamaan, melihat tingkah laku dokter dan Kagami yang berlebihan.


...****************...


Katazuki dan Liya pun saling menghembuskan nafas bersamaan, melihat tingkah laku dokter dan Kagami yang berlebihan.


Bel kelas pun berbunyi, "TRIIIING!"


"Itu suara bel kelas. Sepertinya kita harus pergi sekarang, Katazuki," ucap Liya, yang memberitahu Katazuki.


"Ah, benar. Sepertinya kita harus kembali ke kelas, dok," ucap Katazuki.


"Yasudah, kalau begitu, kalian kembalilah ke kelas kalian. Dan terima kasih sudah memperlihatkan Elemental Ice-nya," ucap dokter kepada Katazuki.


"Ah, iya, dok. Tidak apa-apa. Kalau begitu, kita kembali ke kelas, dok," ucap Katazuki kepada dokter.


"Yasudah, silakan kalau begitu," ucap dokter kepada Katazuki dan Liya.


"Kalau begitu, kita pergi dulu, dok," ucap Liya dan Katazuki.


Liya dan Katazuki pun pergi menuju kelas mereka, meninggalkan ruang UKS.


"Yah, sendiri lagi aku. Dok, temani saya ya, dok? Hehe," ucap Kagami kepada dokter.


"Ah, saya tidak bisa menemanimu. Saya masih banyak urusan dan pekerjaan," ucap dokter kepada Kagami.


"Hmmm, kalau begitu, saya sendirian di sini. Cih, kenapa aku sial sekali?" ucap Kagami, yang kesal.


Katazuki dan Liya pun sedang berjalan menuju ke kelas sambil mengobrol.


"Akhirnya, kita bisa lolos juga dari dokter itu," ucap Liya, yang merasa lega.


"Kita terselamatkan oleh bel kelas tadi," ucap Katazuki kepada Liya.


"Ah, sudahlah, jangan seperti itu. Mungkin Kagami tidak sengaja mengucapkannya," ucap Katazuki, yang menenangkan Liya.


"Ada benarnya juga kata-kata kamu, si Katazuki. Tapi tetap saja, ini salah si bodoh itu," ucap Liya, yang masih agak kesal pada Kagami.


"Ah, gimana kalau kita lihat-lihat akademi ini dulu sebelum masuk kelas?" ucap Katazuki, yang ingin menenangkan emosi Liya.


"Hmm, boleh juga saran kamu itu, Katazuki," ucap Liya kepada Katazuki sambil tersenyum.


"Yasudah, kamu yang memimpin ya?" ucap Katazuki kepada Liya.


"Hmm, baiklah, aku akan memimpin jalannya. Yang bagus, kalau begitu," ucap Liya, yang merasa senang.


Katazuki dan Liya pun berjalan mengelilingi akademi, mulai dari ruang bertarung, latihan, senjata, sejarah, olahraga, makan, dan yang terakhir adalah taman akademi. Katazuki dan Liya pun bersenang-senang di taman. Tiba-tiba, serangan dari tumbuhan pun menyerang mereka berdua. Dengan sigap, Katazuki pun memblokir dengan Elemental-nya.


"ELEMEN ICE, PERISAI ICE!" ucap Katazuki, yang memblokir serangan yang tiba-tiba datang.


"Wah-wah, kamu bisa memblokirnya dengan cepat, ya?" ucap si penyerang.


"Siapa kamu? Keluarlah, jangan bersembunyi di belakang pohon," ucap Katazuki.


"Wah, kamu hebat sekali bisa tahu posisi aku ada di mana," ucap si penyerang.


"Siapa kamu? Kenapa kamu menyerang kita?" ucap Katazuki kepada si penyerang.


"Oh, iya. Maafkan ketidaksesuaian aku. Perkenalkan, nama aku adalah Oryza," ucap si penyerang.


"Aku tanya, apa alasan kamu menyerang kami?" ucap Katazuki kepada Oryza.


"Alasan aku menyerang kalian? Memangnya harus ada alasannya? Untuk menyerang kalian," ucap Oryza kepada Katazuki.


"Ah, Katazuki, aku tahu dia siapa," ucap Liya kepada Katazuki yang mengetahui tentang Oryza.


"Memangnya dia siapa, Liya?" ucap Katazuki kepada Liya.


"Dia adalah anak dari klan Plantae," ucap Liya, yang memberitahu Katazuki.


"Wah, kamu ternyata tahu tentang aku, ya. Yah, mau gimana lagi, semua orang pasti tahu tentang klan aku dan diriku," ucap Oryza, yang agak sombong.