
brukk,
karena terburu-buru Andara tidak sengaja menabrak seorang pria,
membuat semua yang dia pegang berceceran di lantai, dengan sigap clark membantu m ngumpulkan semua kertas yang berserakan,
" sory gw nggak liat tadi," ucap clark sambil memberikan kertas tersebut,
"ckk,! lo lagi, kenapa sih setiap ketemu sama lo gw selalu sial," ucap dara kesal
"heh,,! nggak heran kalau hal ini terjadi, selain cewe bar-bar ternyata juga ceroboh," jawab clark dengan senyum smirk khas nya,
"apa lo bilang tadi,,!" tanya dara naik pitam
" **oh,, nambah satu lagi, ternyata kamu juga,,,, cantik." ucap clark sambil mencium pipi dara sekilas,
" ELO,,!!!"
" babe,,,, aku dari tadi nyariin kamu nggak tau nya di sini**,," ucap seorang gadis seksi sambil bergelanyut manja di lengan clark,
membuat dara memutar bola matanya malas,
" dasar Playboy cap tokek" ucap dara kesal bercampur jijik, mengingat kelakuan clark yang memang terkenal seorang player,
dan yang membuat dia heran kenapa banyak cewek-cewek yang mau-maunya dia jadikan tempat berkembangbiak,
walaupun memang dara akui clark memang tampan, dan body goal, apalagi dadanya itu, pelukabel banget, dan pundaknya itu sandarabel gila," emm,, gw jadi mikir,, kira-kira Segede ap ya sosis nya, astaga Andara,,!!!
kenapa otak lo jadi kotor gini,,!!"
ucap dara dalam hati sambil menggeleng cepat kepalanya,
" gw harus cuci muka biar otak gw bersih lagi," gumam Andara sambil berlari kecil ke toilet.
****""
"apa ada masalah,,?" tanya Tony,
Tony adalah teman barunya, kebetulan dia satu semester dan satu jurusan juga dengan Andara,
" ahh,, tidak, tidak ada," jawab Andara sembari tersenyum,
" benarkah,?" tanya Tony lagi kali ini sembari menatap lekat mata hazel milik dara,
dan itu sukses membuat dara kikuk,
" hei,, berhenti tersenyum seperti itu,, nanti aku bisa jatuh cinta semakin dalam sama kamu,"
" uhukk,, uhukk,,," dara tersedak mendengar ucapan Tony,
tony pun dengan sigap langsung memberikan minuman yang ada di depan dara kepada nya,
" bisakah kau makan dengan perlahan,,? tidak ada yang akan mengambil makanan mu," ucap Tony sambil mengusap punggung dara,
dug dug,,, dug dug,,,
suara jantung dara berdetak kencang, mendengar ucapan Tony, bukan, bukan ucapan, melainkan seperti sebuah ungkapan,
Andara hanya tersenyum kikuk menanggapi ucapan tony,
" gw selesai makan, " dara memundurkan kursi yang tadi dia duduki,
" gw,, gw harus pulang sekarang, ini sudah sore" ucap dara sambil berjalan menuju jalan raya, karena dia harus ke halte bus untuk pulang,
Tony yang di tinggalkan pun segera berlari menuju parkiran untuk mengambil mobilnya,
ia berencana untuk mengantarkan dara pulang, sekaligus agar tau di mana ia tinggal,
pim pimm,,,,!!! suara klakson mobil, dara pun menoleh ke belakang, dan ternyata di sana ada tony yang tersenyum padanya,
"ayo biarkan aku antar kamu pulang,,," ucap Tony memegang lengan Andara agar mau ia antar,
"tidak,,, terimakasih, gw biasa naik bus kok, lagian nanti gw mabok naik mobil ber ac, hehehe,,," jawab dara sekenanya, sebenarnya dia tidak se udik itu,,, dia juga sudah terbiasa naik mobil mewah, mengingat klaau cleona sering mengajaknya jalan-jalan,
" **haish,,, tidak apa-apa, nanti kalau kamu mabok kita bisa berhenti di pinggir jalan,"
" tidak,,, terimakasih, gw biasa naik bus,, nanti saja kapan-kapan gw nebeng mobil bagus lo**,"
tolak dara halus, dia hanya tidak enak kalau di lihat oleh majikannya, klaau dia pulang di antarkan seorang laki-laki,
"oke ton,, gw gulua. ya bayy,,,," belum sempat tony membalas ucapannya dara terlebih dulu masuk kedalam bus,
" hehhh,,,,, gagal lagi." gumam Tony sambil mengacak rambutnya.
Antonio Rahardian,