
pagi hari yang indah di kampus tersebut membuat semangat baru bagi seorang Daniel, dia sengaja bangun lebih awal agar bisa menikmati dinginnya embun pagi, dia juga berjalan-jalan menyusuri jalanan kampung yang aspalnya sudah mulai banyak yang rusak dan ada beberapa yang berlubang,
tidak jauh dari rumah dara juga terdapat hamparan persawahan yang menambah syahdunya pagi itu, burung-burung berkicau seakan menjadi musik pengiring bagi kelompok orang yang suka bangun pagi,
namun kebahagiaan pagi yang di rasakan Daniel tidak sama dengan yang dara rasakan,
karena bahkan dara sangat sulit untuk membuka matanya sekarang,
bagaimana tidak, dara baru tidur saat jam sudah menunjukkan pukul setengah empat pagi,
dara bukan sengaja tidak tidur cepat, tapi dia malu merutuki dirinya sendiri, yang justru menduga Daniel mengatakan hal-hal yang tidak mungkin, apa dara mulai menyukai Daniel,,?
jawabannya adalah tidak, karena dara yang memang suka menghayal hal-hal yang berbau romantis seperti yang ada di film Drakor favoritnya, sehingga dia berharap apa yang terjadi di Drakor juga terjadi padanya,
konyol.
***
siang itu dara, cleona dan Daniel sedang menuju ke pasar tradisional yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah dara,
karena cleona yang merengek meminta ini dan itu, akhirnya mereka pergi bersama, agar tidak mendengar protesan lagi dari bibir mungil cleona yang tidak bisa diam itu,
padahal, baru saja tadi pagi ibu kepasar dengan dara untuk belanja kebutuhan dapur selama dua hari kedepan, tapi karena ibu yang lupa membeli beberapa buah kesukaan cleona, akhirnya mereka kembali ke pasar itu lagi,
dara juga baru ingat kalau susu cleona tinggal sedikit, bisa ngamuk dia kalau minta susu tiba-tiba kehabisan, karena walaupun usianya sudah hampir lima tahun, tapi dia masih sangat ketergantungan susu, sama seperti bayi,
***
" nanny,, lihat di sana, " cleona menunjukkan ke arah penjual balon yang berdiri tidak jauh dari tempat Daniel memarkirkan mobilnya,
" astaga cleona, kita baru sampai, jangan bilang kalau kamu minta beli itu," kataku was-was, karena pasti akan sangat kerepotan kalau harus membawa balon itu, apalagi dara tau, kalau cleona tidak mungkin hanya akan membeli satu buah balon, mengingat kalau cleona selalu mengatakan dua tapi dengan menunjukkan lima jarinya, katanya kalau langsung ngomong lima nggak sopan, padahal si sama saja, kalau di kasih dua minta nambah,
" ayolah nanny,,, dua aja kok, cleo nggak minta banyak, hanya dua," katanya sambil menunjukkan lima jarinya,
" itu lima cleona,,," giliran Daniel yang berkomentar, karena dara sudah menyerah mengatakan hal itu,
" yang lainnya itu bonus Daddy," sebelum Daniel kembali berkomentar, cleona sudah lari menghampiri penjual balon itu,
Daniel hanya bisa melongo melihat tingkah putrinya itu,
semoga saja balon itu tidak meledak,
setelah mendapatkan apa yang dia mau, cleona, apalagi mulutnya yang sekarang sedang menjilati es krim dung-dung,
( es krim dung-dung adalah es krim tradisional, yang biasanya terbuat dari campuran santan, gula, perisa buah, dan susu, biasanya si penjual menjajakan dagangannya dengan memukul gong kecil, untuk menandakan keberadaannya,)
sedangkan Daniel, dia harus membawa balon milik cleona, karena yang punya barang melarang kalau harus meninggalkan balon itu di mobil, dara yang asyik memilih buah terkadang melirik Daniel sekilas, karena menurutnya lucu seorang pria tampan, berkacamata, membawa balon di tangannya, apalagi kalau berdekatan dengan benda-benda di sekitar, Daniel memejamkan mata sambil nyengir seolah-olah takut kalau balon itu meledak,
" Daddy cobalah,, ini enak," Cleona menyodorkan es krim nya ke arah Daniel, namun bodohnya Daniel dia mangap seolah menunggu cleona menyuapkan es krim tersebut,
" Daddy apa kau pikil cleo itu laksasa,? "
Daniel yang faham maksud dari ucapan putrinya itu langsung berjongkok untuk menerima es dari Cleona,
dan saat Daniel sedang asyik menerima suapan es krim tersebut, ada anak kecil yang menghampiri mereka, tanpa di duga dia menusuk salah satu balon yang Daniel pegang dengan lidi,
doorrr!!!
tanpa di duga Daniel tiba-tiba tergeletak dan dan menggeleparkan badannya seolah dia terkena tembakan,
" Daddy ale you okay,,?" cleona yang baru pertama melihat tingkah Daniel seperti itu pun bertanya,
Daniel yang sadar akan tingkah konyolnya itu sadar, dan dia bangun mencoba bersikap wajar agar tidak terlalu malu, tapi saat dia akan berdiri, satu balon yang di pegangnya kembali meledak,
Daniel pun juga kembali jatuh terkapar seperti sebelumnya,
" sebaiknya balon itu saya saja yang pegang tuan," dara mengambil sisa balon di tangan Daniel, dia sekuat tenaga untuk menahan tawanya, apalagi melihat sekeliling mereka banyak yang melihat kejadian itu, bahkan cleona juga sedang tertawa terbahak-bahak,
astaga, baru kali ini gw melihat pria tampan, Coll, berwibawa ehh,,, ternyata latah,
gumam dara dalam hati, sambil terus menahan diri untuk tidak tertawa.
♥️
********
wkwkwkw, pernah ada yang ketemu orang kek Daniel nggak guys,🤭🤭🤣🤣