My Nanny My Lovely

My Nanny My Lovely
bisul pecah



dara prof


di saat gw sedang asik dengan makian dan umpatan di dalam hati untuk clark, tiba-tiba saja mobil berhenti mendadak, membuat kepala gw hampir aja benjol menabrak dasboard mobil si cowok menyebalkan ini, untung gw selalu memakai sabuk pengaman dengan benar,


gw menatap nya tajam, bertujuan menanyakan apa maksudnya tadi, tapi yang gw tatap justru sedang menatapku balik,


dan tatapanya itu guys,,,, syerem, ibarat tombak, tuh ujungnya hampir mengenai lo,


" ap,, apa ini,? kenapa kita berhenti di sini,?" gw coba menanyakan alasan dia ngerem tiba-tiba,


tapi yang gw dapat masih sama, tatapannya yang tajam, dingin, dan sumpah serem,


tiba-tiba clark melepaskan sabuk pengaman yang gw gunakan, dan dia gunakan juga,


apa dia mau nurunin gw disini yak,?


tapi ini kan jalan tol, mana ada taxi lewat sini,? masa gw harus jalan kaki sampai rumah, yang ada toklek nih kaki,


" e,, elo mau nurunin gw disini ya,? jangan dong,, masa iya gw harus jalan kaki sampai rumah sih,? atau lo turunin gw di depan sana aja ya,,, gw numpang sampai sana" gw mencoba bernegosiasi


clark masih diam, dia justru mendekat kan tubuh nya ke arah gw,


ini ini apa sih,, kenapa dia kesini sini??


" kamu cantik,, kalau ketakutan gini"


ap apa dia bilang,,, gw cantik,? dan kamu,?


"iya,, kamu cantik, apalagi kalau nurut," clark menyelipkan anak rambut ke belakang telinga dara,


ini,, kenapa jantung gw lompat-lompat gini sih,, aduh, apa gw kena serangan jantung yak,?


" ap apa maksud lebih sih,,? gaje deh, u,, udah dong jalan yuk, kasian cleona nanti" gw mencoba mendorong dada Clark agar menjauh, tapi boro-boro menjauh, mundur secenti pun tidak,


ini badan apa batu sih,, keras beed, aduh bang,, jauh-jauh ya bang,, dedek engap bang, ni jantung dedek lagi lompat tali bang,, takut copot aja,


" andara,," suara clark menginterupsi, pelan, namun terdengar sangat sexi di telinga gw,


" kamu duduk sini,"


" kamu mau duduk di sini atau aku yang tindih kamu di bangku belakang sana, hemm,? clark menunjuk jok belakang nya,


ini maksudnya gimana sih,,?


" oke fine, ini pilihan kamu ya,?" tiba-tiba sandaran kursi yang gw dudukin turun, membuat gw langsung terlonjak kaget dan tidak sengaja justru melompat dan duduk di pangkuan clark,


shitt,! kenapa kagetnya kudu ke sini sih,,, dasar dara ogeb!


" good girl,, " clark tersenyum dengan mengelus rambut panjang gw, cupp,,!


clark mengecup pipiku singkat, tapi justru membuat gw berubah jadi patung seketika,


" mulai sekarang, kamu wanita ku, dan aku nggak mau lagi lihat kamu dekat dengan pria manapun,!"


apa katanya? wanita nya,? nggak salah dengar kan gw,?


" iya,, aku serius, mulai sekarang kamu wanita ku," ucap nya sambil kembali mengecup pipi gw singkat,


aduh bu,,, pipi anak gadisnya ibu dah nggak perawan buk,,,


"suttt,,,!! nggak ada penolakan,!"


belum juga gw ngomong udah dia potong duluan, dasar pria mesum menyebalkan,


*eh,, ini udah mulai nggak enak ni , yang gw dudukin, aduh nge ganjel gini yak,


" ehem,, clark ini,, ini apa kok, ada yang nge ganjel, lo punya bisul ya*? gw mencoba bertanya baik-baik, dari pada dia ngamuk, gara-gara ganteng-ganteng bisulan,


" ugh,, sst,,, shit,!" entah itu umpatan atau desahan, yang pasti gw liat mukanya itu memerah,


" gu,, gue, duduk di kursi sana aja ya,," gw mencoba berdiri, tapi malah terpentuk atap mobil, gw lupa kalau ini di dalam mobil,


"akh,,,! awww,,! shit,,!!!" teriak clark, karena gw nggak sengaja, kembali jatuh ke pangkuannya, tapi dengan keras, dan hal itu malah membuat clark teriak mengaduh, dan langsung mengangkat tubuhku duduk di kursi yang semestinya,


*salah dedek mang apa bang,? pan abang tadi yang nyuruh duduk di sana, eh,, sekarang abang yang kesakitan, dikira nggak lancip ni bokong dedek, hihihi,,,, rasain noh,, pecah-pecah dah tu bisul bang,\=_\=


bersambung ❤️*