
dara terus menerus ngedumel di dalam mobil clark, apa lagi penyebab nya kalau bukan clark, si pria tampan tapi menyebalkan itu, setelah dia dengan seenaknya adu jotos dengan tony di kantin tadi, dia seenaknya membopong tubuh dara yang hendak menolong tony yang terkapar karena kalah tenaga,
jelas lah kalah, toni seorang pria kalem yang hobinya hanya main ps, mencoba melawan clark, pria sok cool yang hobinya ngagkatin ban mobil, iya,, aneh kan? clark suka angkatin ban mobil, maksudnya tu servis mobil sendiri gitu, dia suka memodifikasi mobilnya sendiri, sesuai dengan yang diinginkan, mungkin itu yang membuatnya sukses dalam karir nya sebagai ceo berbagai dealer ternama di berbagai kota,
clark berhasil membuat beberapa tanda di wajah tony, membuat nya sedikit mengeluarkan darah dari hidung dan mulutnya, alasannya pun sepele, hanya karena es teh,
flashback on*
saat dara dan Tony sedang asyik menyantap makanan nya, tiba\-tiba clark datang dan mengambil alih mangkuk yang ada di hadapan dara, dia memakan nya tanpa mengecek dahulu pedas atau tidak nya, mulutnya memang bisa makan pedas, tapi tidak dengan perutnya.
awalnya clark merasa pedas di level biasa saja karena memakan bakso tanpa kuah, namun saat suapan ke tiga dia sengaja menyeruput kuah bakso tersebut, sehingga mulutnya terasa terbakar.
dara dengan baik hati memberikan minumannya untuk clark, namun itu belum cukup untuk menghilangkan rasa pedas di mulutnya, hingga dia mencoba meraih gelas tony yang ada di hadapannya, tapi yang di lakukan tony justru di luar dugaan, tony malah meminum habis minumannya, hal itu sukses membuat clark naik darah seketika,
brakk,,!!!! clark menggebrak meja di depannya, membuat gelas yang tadinya berdiri ambruk, dan menggelinding dan pecah,
tak hanya sampai di situ, clark juga membalikkan meja tersebut, membuat semua pengunjung kantin histeris.
dara mencoba menenangkan clark yang sedang emosi, namun tidak dengan tony, dia justru memperlihatkan smirk mengejeknya,
clark yang memang sedang kepedasan di tambah dengan emosinya, membuat nya seperti kesetanan,
tanpa di duga dia melayangkan bogemanya ke arah Tony, membuat dia tersungkur seketika, " aahhhhh,!!!" dara refleks berteriak, dia mencoba menghampiri Tony untuk menolong nya, tapi clark menarik tangannya, dan tapa babibu, clark kembali memukul Tony lagi,darah segar mengalir di bibirnya,
dara yang tak kuasa melihat adegan itu menutup wajahnya dengan kedua tangan, dia menangis sambil berkata " stoop,,!! hiks stop plies stop, hiks, hiks," clark yang mendengar tangisan dara pun segera menghentikan aksinya itu, dia menghampiri dara dan mendekapnya erat,
" sssttt,,,, its oke,,, suuuttttt,," dia mencoba menenangkan dara dengan membelai rambut nya sayang,
" lepas gw bilang clark,,!!! hiks" clark tak menggubris nya, dia justru mengecup puncak kepala dara, dia tau, kalau gadis bar-bar nya itu sedang ketakutan,
" lepaskan tangan busuk lo dari Nya," suara Tony menginterupsi, dia sudah bangkit dengan memegang bibirnya yang terluka,
" lo tau,,,, bahkan dia tidak merasa nyaman dalam pelukan lo heh,!" Tony menampilkan smirk nya,
" setidaknya gw bukan banci kayak lo,!" suara clark lantang,
" gw,,? banci,,?" Tony menunjuk dirinya sendiri " nggak kebalik huh,,??!" ucapnya lagi dengan berkacak pinggang,
clark tersenyum mengejek, " see,,, kita lihat saja nanti, " clark melepaskan pelukannya, tapi tangannya berpindah tempat ke pinggang ramping milik dara," sudahlah,, gw nggak ada waktu buat ngladenin bualan lo, karena sekarang, wanita ku ini sudah lelah, mungkin,,,, dia ingin di manja," clark menoel dagu dara, membuat si empunya mengatupkan bibirnya seketika, karena dia tadi menganga mendengar penuturan clark tentang nya,
Tony mengepalkan tangannya, membuat kuku-kuku nya memutih, dia tak bisa berkata apapun lagi, dan lagipula, tubuh nya sangat lemah rasanya, Tony berbalik dan melangkah menuju ke tempat ia memarkirkan mobilnya,
sedangkan dara, dia masih mematung di tempatnya, melihat kepergian tony, dan syok oleh ucapan ambigu nya clark,
clark yang mengetahui itu tersenyum kecil, dia kemudian membopong tubuh dara di pundaknya, seperti karung beras, memasukkan nya ke mobil dan menjalankan nya,
flashback end*
" sampai kapan kamu mengumpat terus seperti itu, hemm?" clark akhirnya mengeluarkan suara nya, dia tidak tahan juga mendengar ocehan dan umpatan yang terus keluar dari mulut dara,
dara tidak menjawab, dia hanya melirik sinis ke arah clark, namun justru di tanggapi dengan senyuman manis olehnya, karena menurut clark itu sangat menggemaskan,
cekittt,,,,,!!!! clark menghentikan mobilnya tiba-tiba,
dan hal itu membuat dara hampir terpentuk dasboard mobil clark, beruntung dia menggunakan sabuk pengaman nya dengan benar.
bersambung*****