My Nanny My Lovely

My Nanny My Lovely
gas beracun



mendengar kegaduhan di luar kamarnya, membuat Daniel penasaran, dan memutuskan untuk melihat apa yang terjadi di sana,


" Clark,, kapan kau sampai,,? dan,,, kau membawa buket uang,,?" Daniel menahan tawanya, dia berfikir buket itu untuk cleona,


" oh ayolah,,, mana ada anak usia lima tahun tertarik dengan sebuket uang,,?"


Clark jengah mendengar kebodohan sang kakak, bagaimana bisa dia berfikir kalau Clark ingin memberikan buket uang itu untuk cleona,, apakah menurut Daniel Clark sebegitu tidak masuk akalnya, sampai melakukan hal sebodoh itu,


karena kalaupun dia ingin memberikan buket kepada cleona, tidak mungkin isinya adalah uang, tapi Snack dan coklat favorit keponakannya itu, walaupun nantinya akan menjadi Boomerang untuk Daniel, karena memberikan ciki untuk cleona,


oke kembali ke Clark,


" are you kidding,,? apakah aku terlihat sebodoh itu,?" kesal Clark


" hah,, sudahlah,, ini buat mu saja, sebagai tanda bahwa aku menyayangi Abang ku yang jomblo karatan ini," Clark menyerahkan buket tersebut, dan menepuk nepuk pundak Daniel, kemudian dengan santainya Clark berlalu menuju pintu belakang yang terbuka, meninggalkan Daniel yang menganga mendengar penuturan Clark,


di belakang rumah, Clark melihat dara sedang menggemburkan tanah, mungkin dia ingin menanam sesuatu,


Clark juga melihat, di telinga dara terpasang headset,


" pantas saja dia tidak mendengar keributan di dalam rumah, " gumam Clark, dia melipat kedua tangannya di dada, dan menyenderkan tubuhnya ke tembok, mengamati apa yang di lakukan dara,


terdengar dara bernyanyi dengan suara pelan seperti bergumam, bahkan sesekali dara menggoyangkan badannya, karena dia tidak menyadari, kalau ada Clark yang sedang memperhatikannya,


Clark hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan absurd dara,


tanpa Clark duga, ada suara aneh yang terdengar, "ddduuutt,,,,,!!" ternyata dara kentut saat dia ingin bangun dari posisi jongkoknya,


dara bahkan mengibas-ngibaskan tangannya di belakang p** tatnya, karena gas beracun yang dia keluarkan berbau sangat menyengat,


Clark menahan tawanya, dia tidak ingin membuat dara merasa malu, namun sekuat tenaga Clark menahannya, tawa itupun pecah, dia tertawa terbahak-bahak sambil memegang perutnya,


" apa jangan-jangan dia mendengarnya tadi,,? ya Allah,,, bagaimana kalau dia benar-benar mendengarnya,,? mau di umpetin di mana ini muka,,? ahhhhhhh,,,"


batin dara merutuki ke bodohanya,


tanpa menyapa Clark, dara langsung kabur masuk ke dalam rumah, dia menuju kamar dan menguncinya, dia naik ke tempat tidur dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut,


" oke fiks, gw mau ngumpet di kamar saja selamanya, maluuuu,,,,"


*********


mau tidak mau malam hari nya dara harus keluar kamar, karena ibunya terus menerus memanggilnya untuk makan malam bersama,


padahal dara sudah kekeh menahan diri untuk tidak keluar, tapi dengan ancaman sang ibu yang akan meninggalkannya sendirian di rumah, membuat dara takut dan memutuskan untuk keluar,


dara yang memang penakut dari kecil, membuatnya mudah di jadikan sasaran empuk, jika penyakit usil ibunya kambuh, dengan berat hati dara harus memasang muka temboknya untuk menghadapi Clark nanti,


dara hanya berharap Clark belum menceritakan tentang kejadian siang tadi kepada penghuni rumah lainnya,


karena kalau hal memalukan itu sampai tersebar, dara berjanji akan memungsuhi Clark seumur hidupnya,


di meja makan, dara melihat Clark bersikap seolah tidak terjadi apa-apa, dan itu membuat dara lega, karena berarti Clark memang belum menceritakan kejadian itu,


" setidaknya ada hal yang membuat gw mengurangi kadar kebencian terhadap lo cowok mesum, karena lo sudah bersedia merahasiakan hal memalukan itu, thanks Clark si cowok mesum tapi baik hati, walaupun sedikit,"


dara.


tbc♥️