My Nanny My Lovely

My Nanny My Lovely
teman baru



hari ini dara kembali ke rutinitas nya sehari-hari,


pagi hari menyiapkan sarapan bersama bik yanti, membangunkan dan memandikan Cleona, sarapan bersama setelah itu mengantarkan Cleona ke sekolah, barulah setelah itu dia juga berangkat ke kampus,


karena Clark masih menginap di rumah Nadine, membuat dara terpaksa harus berangkat bersamanya, padahal dara sudah memanggil taxi online seperti biasa,


tapi Nadine justru mengusulkan agar dara berangkat bersama Clark, dengan alasan taxi itu akan di gunakan bi Yanti ke swalayan,


jadi, apa boleh buat, dara juga tidak bisa menolak kalau Nadine yang bicara,


mobil melaju dengan kecepatan sedang, mereka akan mengantar cleona terlebih dahulu, karena tidak mungkin cleona di suruh nyetir sendiri ke taman kanak-kanak, wkwkwkw


" **oke,,, semua sudah rapih,, sekarang cleo masuk ya,, nanti akan nanny jemput,"


" oke,, bye nanny**," cleona mengecup pipi dara kanan dan kiri, cleona juga melakukan hal yang sama pada Clark,


dara masih berdiri di depan pintu gerbang sekolah cleona, melihatnya sampai cleona tidak terlihat lagi,


" pak satpam,,,, titip cleona ya pak" ucap dara pada satpam yang berjaga di depan gerbang,


" siap non,,"


" kalau begitu saya tinggal dulu ya a pak,,, assalamu'alaikum" dara melambaikan tangannya, kemudian mobilnya melaju,


selama di perjalanan menuju kampus suasana di mobil sangat sunyi, baik dara maupun Clark sama-sama diam, Clark yang fokus menyetir mobilnya, dan dara yang fokus pada luar jendela, mungkin pemandangan di luar lebih indah daripada wajah Clark,


******


di kampus,


karena dara yang berjalan terburu-buru, dia tidak sengaja menyenggol pundak seseorang,


membuat dara oleng dan hampir terjatuh kalau saja lengannya tidak dengan sigap di pegang oleh orang itu,


dara juga bingung, padahal dia yag nabrak, tapi kok justru dia sendiri yang oleng dan hampir jatuh,


" eh sorry, sorry banget, gw terburu-buru jadi tidak fokus," ucap dara meminta maaf,


" kamu nggak papa kan,, nggak ada yang terluka kan, tadi pundak kamu nggak sakit kan,, gw minta maaf ya,," ucapnya lagi, dara bahkan memeriksa seluruh tubuh gadis di depannya itu, membuat si gadis tertawa kecil melihat tingkah dara,


" hehehe, lo tuh lucu banget sih, kan tadi yang mau jatuh lo, kenapa malah jadi lo yang panik, ck ck ck,," gadis itu menggelengkan kepala heran, karena tingkah nya dara yang seolah sedang menanyakan kepada seorang anak kecil yang baru saja terjatuh,


" haishh lo nie, eh,, kenalkan dara" dara mengulurkan tangannya


" emm,, lo mahasiswi baru ya,,? kok gw baru pertama kali lihat lo di sini,"


tanya dara, karena walaupun baru enam bulan dia di kampus tersebut, tapi dara hafal dengan semua mahasiswa maupun mahasiswi yang ada di sana, ya,,, bisa di bilang hafal Wajah tapi tidak dengan namanya, karena penyakit dara yang suka melupakan hal-hal yang tidak penting untuknya,


" iya nih,,, gw baru pindah dari suatu negara yang katanya punya pria tercantik di dunia, "


mendengar penuturan Alena membuat dara tertawa terbahak-bahak, dan itu menular juga pada Alena, akhirnya mereka pun tertawa bersama,


setelah perkenalan singkat tadi, akhirnya dara mengantarkan alena ke ruang rektor, dan betapa bahagianya dara saat tau bahwa mereka satu jurusan, dan bahkan satu ruangan, yang pasti mereka duduk berdekatan,


akhirnya setelah enam bulan dara kuliah di sana, dia mendapat seorang teman, karena selama ini tidak ada yg mau berteman dengan nya, dengan alasan dara hanyalah seorang pengasuh, dan di tambah perhatian Clark juga Antony, membuat nya menjadi lebih banyak mungsuh, terutama para gadis yang tergila-gila pada Clark maupun Antony,


mereka menganggap kalau dara adalah saingan, dan menandai dara sebagai lawan yang harus di singkirkan,


dasar ciwi-ciwi alay,


dara memasuki kelasnya, tapi tidak dengan alena, karena dia bilang ingin ke toilet sebentar, di dalam kelas, sudah ada Antony yang sedang sibuk dengan hp nya, entah sedang apa, mungkin update setatus , atau membuat insta stori di aplikasi kotak berlogo kamera, entahlah,


saat dara sudah sampai di mejanya pun Antony sama sekali tidak menyadari nya, membuat jiwa usil dara meronta-ronta,


dara dengan sengaja menowel pundak Tony sebelah kiri, dan saat dia menoleh, dara dengan cepat mengambil hpnya,


Antony yang tau kalau hpnya di ambil langsung menoleh, dan mendapatkan dara dengan senyum jahilnya sedang menggoyang-goyang kan hp di tangannya,


" andara,,!!!" ucapnya dengan nada rendah pura-pura marah, tapi bukan dara namanya kalau takut dengan suara berat Antony itu,


dara malah menjulurkan lidahnya meledek,


akhirnya mereka main kejar-kejaran seperti anak TK yang rebutan mainan, karena dara yang sudah lumayan lelah dengan kegiatan lari-larian tadi, dia mencari cara agar Antony tidak lagi mengejar nya,


kebetulan alena masuk ke kelas itu, dia menggelengkan kepalanya melihat tingkah dara yang seperti bocah,


karena lelah, dara mencari perlindungan di belakang tubuh alena, membuat alena mematung seketika, melihat itu Antony mendekat, sebenarnya dia juga sudah lelah,


saat dia mendekati dara, dia kaget dan mematung menatap Alena, sekuat tenaga dia mengeluarkan suaranya,


" ka,,kamu,,,!!!? bab,, bagaimana mungkin,,??"


bruk,,,, tubuh Antony lunglai dan tak sadarkan diri.


Tbc♥️