My Nanny My Lovely

My Nanny My Lovely
tragedi



Clark memutuskan untuk menyusul ke kampungnya dara, dia sedikit curiga kepada kakak laki-lakinya itu,


jangan-jangan Abang gw juga suka sama dara, wah,,, nggak bisa di biarkan, dara itu calon adik iparnya dia, bukan calon kakak ipar gw,


Clark,


di rumah dara, cleona sedang merengek meminta es dung-dung yang ada di pasar,


tapi Daniel tidak mau pergi mengantarnya, setelah kejadian balon meledak kemarin, Daniel berjanji tidak akan lagi menginjakkan kakinya di pasar lagi, karena kesan pertamanya di pasar adalah malu,


malu se malu-malu nya, kek lagu yak, wkwkwkw,


sebenarnya dara bisa saja mengantarkan Cleona ke pasar sendiri, tapi namanya juga Cleona, yang kalau sudah ada maunya nggak bisa di ajak nego, tetep kekeuh kalau dia ingin ke pasar dengan Daddy nya,


huh,,, anak sape sih ni,,,, batu amat,!


author.


***


Clark mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menjurus ke tinggi,


jangan nanya ke author kek gimana, pikir ndiri,:-P


bukan hal yang sulit untuk mencari tahu di mana kampung dara berada bagi Clark,


mengingat, pertemuan mereka pertama kalinya dulu adalah di pasar,


yang menjadi masalah buat Clark adalah mencari alamat rumah dara,


karena tidak mungkin dia bertanya kepada dara di mana rumahnya itu, nanti nggak surprise lagi dong, wkwkwk,


kan rencananya babang Clark mau ngasih surprise buat neng dara, biar dia terkejodd, terus minta di nikahin deh,, ehh,


tiga jam perjalanan membuat mata Clark terasa sangat berat, karena bahkan semalam dia tidak bisa tidur, terbayang wajah dara saat kesal namun justru terlihat menggemaskan bagi Clark, membuat Clark tanpa sadar senyum-senyum sendiri ,


beginilah nasib orang bucin, terkadang mirip dengan orang yang hanya 9,9


Clark memutuskan untuk singgah di salah satu coffe shop sederhana yang ada di pinggir jalan, Clark ingin meminum secangkir caffeine untuk sekedar melepas penat dan menghilangkan rasa kantuknya, agar perjalanannya bisa aman,


karena berkendara dalam keadaan mengantuk itu sangat berbahaya bagi diri sendiri dan orang lain, kalaupun kalian tidak sayang nyawa sendiri, setidaknya hargailah orang lain yang masih ingin hidup,


pesan dari lakalantas,


sebenarnya Clark ingin sekali menyusul dara sore itu juga, tapi jatlag akibat perjalanan nya dari Kalimantan membuat Clark harus menahan rindunya sejenak,


saat Clark sedang menyesap kopi susunya, dia seperti melihat seseorang yang dia kenal memasuki coffe shop itu, dan benar saja, orang setelah memesan entah apa, dia mengambil tempat duduk di depan Clark,


dengan menampilkan senyum yang memuakkan untuk Clark,


" gw nggak bilang kalau kursi di depan gw itu kosong,!" ketus Clark,


" heh,, gw kira ini adalah tempat umum, jadi,,, gw berhak duduk di mana saja, bukan begitu bung," Tony menjawab dengan santai, dia bahkan menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi,


" lo menang,,," Clark kembali menyesap kopinya, " lagi, tapi untuk hal yang lainnya, jangan harap,,!"


setelah mengatakan itu, Clark berlalu untuk kembali menemui dara,


sebenarnya Tony juga tidak sengaja bertemu Clark di tempat itu, karena tujuannya adalah untuk membeli pisang goreng dan onde-onde pesanan sang mama,


ya,, dia dan mamanya sedang berada di villa keluarga yang letaknya tidak jauh dari tempat itu, villa yang dulu di tempati oleh nenek dan kakek dari papanya Toni,


dulu keluarga Tony sering sekali berlibur ke sana, kakek tomy adalah asli keturunan Indonesia, tapi nenek nya adalah warga negara Jerman, sedangkan orang tua mamanya Tony adalah orang Filipina, sehingga wajah Tony percampuran dari tiga negara itu,


namun,, ada sesuatu sebab yang membuat mereka merasa tidak nyaman untuk kembali ke tempat itu, sebuah tragedi yang membuat tomy harus menjadi anak tunggal keluarga Rahardian,


tragedi apakah itu,,,???


author juga belum bisa memastikan, wkwkwkwkw,


salam hangat dari author si Mahmud cantik yang pari purna, kata suaminya 😜🤣🤣