
setelah mendengar penuturan Alena, Clark menjadi lebih lega sekarang, setidaknya dia tidak lagi di buat bingung kenapa ada dua sosok sahabat nya di sana, dan Clark juga berjanji pada dirinya sendiri kalau ia akan menjaga dan melindungi Alena sama seperti dia melindungi alesya dulu,
Clark merasa kasian plus bersalah pada alesya, karena sampai akhir hayatnya ia tidak tau kalau dia mempunyai saudara kembar, dan dia juga tidak tahu kalau ayahnya masih hidup, kenapa keegoisan orang tua harus selalu mengorbankan anaknya, mereka bahkan melupakan salah satunya, egois,
*****
pagi yang cerah seolah terkalahkan dengan senyuman Clark yang secerah mentari saat membayangkan bagaimana reaksi dara nanti saat Clark datang dengan membawakan sebuket bunga matahari, kenapa Clark memilih bunga matahari,,? karena Clark sempat melihat dara berfoto bersama bunga tersebut,
Clark tersenyum melihat wallpaper handphone nya, di sana ada foto dara yang sangat cantik, Clark tersenyum sendiri mengingat tingkah konyolnya, Clark diam-diam masuk kedalam kamar dara dan mengambil frame foto yang ada di sana untuk di bawa pulang ke apartemennya, bahkan Clark memfoto ulang untuk di jadikanya wallpaper handphone nya,
"my future wife"
gumam Clark pelan, dia kemudian melajukan motornya ke rumah Nadine,
sesampainya di rumah Nadine, Clark sedikit bingung, karena keadaan rumah yang sepi, bukankah harusnya sekarang mereka sedang sarapan,,? kenapa ini bahkan suara cleona saja tidak terdengar, kemana mereka,?
Clark mencari dari satu ruangan ke ruangan lainnya untuk mencari dara dan yang lainnya, dia bahkan mengetuk kamar nadine dan kamar Daniel, dan saat Clark ingin melangkah menuju kamar cleona yang berarti kamar dara juga, ada yang menepuk pundaknya,
" den,,,,," suara yang Clark kenal seakan memberi tahu Clark untuk bertanya, karena akal Clark bahkan hilang seketika saat mendapati rumah yang sepi, Clark bahkan tidak kepikiran untuk menanyakan kemana perginya penghuni rumah yang lainnya, padahal ada banyak maid yang bisa dengan mudah ia temukan, dasar bodoh,
Clark membalik badannya dan mendapati bik yanti di sana,. " bik,, kemana mami, papi dan yang lainnya,? kenapa sepi sekali,?" tanya Clark pada bik yanti,
" lho,, aden nggak tau kalau nyonya, tuan, den Daniel, non cleo dan non Andara pergi ke Ancol, untuk merayakan ulang tahun non Andara, " jelas bik yanti,
" Andara ulang tahun,,?" tanya Clark bingung, karena dia sendiri tidak tahu sama sekali kapan hari lahir gadisnya itu,
" iya den,,, nyonya juga tahu dari non cleona, non cleo mendengar non dara di telvon semalam sama ibunya, " jelasnya lagi
"apakah aden sedang kurang sehat den,,?"
" huh,, tidak,"
" apakah aden ingat ini hari apa den,,?"
" Jumat,,?"
" haish,,,, ini hari saptu den,," bik yanti menepuk jidatnya sendiri,
" i,, iya kah bik,,," Clark tersenyum malu dengan menggaruk kepalanya yang mendadak terasa gatal,
" hem,,, bibik sepertinya tau kenapa sampai lupa hari," bik yanti menutup mulutnya dengan tangan menahan tawanya,
" huh,,," entah kenapa hanya itu saja yang keluar dari mulut Clark,
"ish si aden mah,,, hah huh hah huh wae,,,
oke den bibik dukung,, lanjutkan den,, semangat den,,, fighting den,,, fighting," bik yanti mengangkat satu tangannya dan menhentakanya ke bawah memberi semangat meniru Drakor yang biasa dia tonton bersama dara, dia bahkan mengatakan itu sambil berjalan mundur meninggalkan Clark yang mematung sambil membuka mulutnya,
" orang-orang di rumah ini semakin aneh saja,," gumam Clark, tapi dia justru mengikuti yang tadi bik yanti lakukan sambil berjalan menuju mobilnya,
" fighting,,!! fighting,,!!! semangat Clark,, semangat" .
ayo kasih semangat juga buat author dengan cara like dan komen sebanyak mungkin ♥️♥️♥️
tbc♥️