My Nanny My Lovely

My Nanny My Lovely
ada apa dengan Antony



hari ini dara berangkat seorang diri ke kampus, tadi cleona berangkat lebih dulu di antarkan oleh Daniel, karena dara yang kebetulan masuk siang,


dan lagi,, sikap Daniel jadi sedikit berbeda dari sebelumnya, dia kembali dingin, seperti saat awal mereka bertemu,


dara juga tidak tahu apa sebabnya, apakah dara membuat kesalahan,,?


entahlah,,,,,


sedangkan Clark, mendadak harus kembali ke luar kota karena pekerjaannya,


yah,,, Clark sebenarnya hanya tinggal menyelesaikan skripsinya saja,


jadi dia bebas mau kapan saja masuk,


lagipula, dia juga tidak peduli dengan gelar sarjananya, karena menurutnya selagi dia bisa usaha dengan kemampuannya,


gelar sarjana tidak lagi penting,


Clark juga jadi sering masuk kuliah karena ada dara di sana, kalau tidak, dia masuk hanya untuk menjemput wanita cantik yang mau menemaninya bersenang-senang,


dasar playboy mesum,!


dara memasang senyum terbaiknya saat melihat seorang gadis sedang melambaikan tangan ke arahnya,


 


dara berlari kecil menghampiri,


 


dan secepat kilat gadis itu memeluk dara erat,


sampai hampir saja dara terjungkal ke belakang karena tenaga Alena yang sangat kuat,


kalau saja dara tidak melebarkan salah satu kakinya ke belakang,


" wow,,wow,,, bersemangat sekali anda,,"


dara terkikik geli karena Alena melompat-lompat sambil menggenggam tanganya,


 


"**dara,,, my lovely,,,, aku sedang bahagia kalau anda tau**,,?"


 


sekarang alena memandang langit-langit sambil tersenyum sendiri, membuat dara merinding,


"ni anak nggak kesambet gendrewo kan ya,,,? kok aneh gini,,"


 


"****kok lo diem aja**,,? " kesal Alena karena melihat dara yang bersikap datar, tidak penasaran dengan apa yang terjadi,


"**terus gw harus gimana,,,?"


" tanyain kek,,! kenapa gitu**,,,,,! " Alena mengerucutkan bibirnya sebal**,


 


lagi-lagi dara terkikik geli melihat tingkah Alena, bukankah usia nya lebih tua di banding draa,,,? lalu kenapa sekarang terlihat seperti seorang anak yang merajuk,


 


" ****pfftt,,,! iya iya,,, ulang kalau gitu,"


 


" oke gw ulang ya,,, dara,,,!!! my lovely,,, aku sedang bahagia sekarang**,,,!!!"


 


 


alena mengulang kembali ucapannya sambil tanganya dia satukan di bawah dagu, dan memutar kiri dan kanan, persis seperti anak abg labil yang sedang bucin,


 


" **wah,,, kenapakah gerangan kau sebagai ini**,,,??!" ucap dara mendramatisir,


 


dan di jawab dengkusan oleh Alena,


 


" **hiss,! kau nih,,! sudahlah, ayok masuk, sebentar lagi kelas di mulai**,"


 


dara tertawa kecil karena teman baru yang langsung akrab dengannya itu merajuk,


dan mereka pun. berjalan beriringan menuju kelas mereka, sambil sesekali terdengar tawa lepas dari mulut dara maupun Alena,


******


 


dara sedang duduk di kantin seorang diri, sebenarnya tadi dia pergi bersama alena, tapi tiba\-tiba Alena merasa sakit perut, jadi dia pergi sebentar ke toilet,


 


yah,, Clark sudah melihat dara sejak sepuluh menit yang lalu, tapi dara tak kunjung juga memesan makanan untuknya, dia minum es teh, itu sebabnya Antony memesankan bakso, makanan yang tidak pernah absen untuk dara selama dia berkuliah di sana,


" gadis cantik itu nggak boleh ngalamun,,, nanti cantiknya ilang,"


ucap Antony mengagetkan dara,


 


" **his,,, hampir saja ni sedotan masuk ke kerongkongan gara\-gara kaget**," kesal dara,


 


namun hanya di jawab tawa renyah oleh Antony, dia kemudian menyodorkan semangkuk bakso yang di bawanya tadi,


 


" **wah,,, sering\-sering saja mentraktirku,,, gw yakin,, kalau setiap hari di traktir seperti ini, tahun depan gw bisa beli Lamborghini**,,"


 


ucap dara bersemangat, kemudian menyuapkan sebutir bakso ke mulutnya,


 


" **hey,, kau tidak akan bisa membeli Lamborghini hanya karena tidak makan bakso**,"


 


jawab Antony, dan tawa mereka pun pecah,


dara membawa mangkuknya berdiri, dan Antony tau apa yang akan dara lakukan, dia mengambil kembali mangkuk dara,


 


" **makanlah tanpa menambahkan sambal lagi, atau,,,ku ambil kembali, dan hari ini kamu tidak akan menemukan bakso mang Ujang hari ini**,"


 


ancam Antony, dan dara faham kalau dia tidak dalam kondisi bisa tawar menawar sekarang,


entah kenapa dara merasa setiap nasihat atau perintah Antony itu mutlak, dan tidak bisa dara bantah,


ada rasa segan dan hormat untuk Antony,, yang dara sendiri tidak tahu,,,, dia merasa dekat dengannya,,,, tapi bukan perasaan wanita terhadap seorang pria,


melainkan perasaan kagum dan nyaman sebagai seorang saudara ataupun teman,,,


entahlah,,,,,


" lah,,, udah makan aja kalian,,, mana gw nggak di pesenin lagi,!" sungut alena,


dia baru selesai dengan urusan perutnya,


perutnya mendadak melilit,,,


karena tadi saat sarapan dia memilih asinan alih-alih makan nasi,


mendengar suara yang sedang ia hindari membuat Antony mematung seketika,


dua memasukkan butir bakso yang memang belum tersentuh kedalam mangkuk dara, dan menyisakan sebutir untuk ia makan,


cepat-cepat dia memasukkan bakso sisa di mangkuknya ke dalam mulutnya,


" aku sudah selesai,,,, " Antony berdiri dari tempat duduknya,


 


" **habiskan makanan mu, dan jantan sekali\-kali menambahkan sambal lagi**, "


 


sambung Antony sebelum meninggalkan dara yang bingung dengan perubahan sikap Antony tadi,


 


" **ada apa dengannya,,? dan astaga,,, kenapa mangkuk gw kembali penuh**,,,!!???".


 


pekik dara karena bakso yang tiba-tiba menjadi banyak di mangkuknya,


sedangkan Alena menatap punggung Antony yang semakin menjauh kemudian hilang di Balik tembok,


 


" *kenapa kamu selalu menghindar dari ku,


 


apa salahku sebenarnya,,? bukankah aku wajar menanyakan alasan kenapa kamu tidak pulang alesya membutuhkan mu itu,,,?


aku hanya penasaran apa alasannya, ".


Alena .


tbc,♥️*