
dara sedang sibuk di dapur, dia sengaja ikut membantu bik yanti memasak,
yah,, dari pada dia berdiam diri di kamar karena cleona tidur, lebih baik dia menyibukkan diri di dapur membantu bik yanti menyiapkan makanan untuk makan malam.
"dara,,, sedang apa kamu di sini,,?" tanya Nadine yang melihat Andara sedang ikut sibuk di dapur,
"nyonya bos,,, saya hanya membantu bik yanti saja kok nyonya bos," jawab dara sambil tersenyum,
"ap nyonya bos butuh sesuatu,,?" tanya dara lagi.
"tidak,,, saya hanya ingin membuat smoothies aja,," jawab Nadine
"**biarkan saya yang membuat nya nyonya bos,,,"
"tidak perlu, saya lebih suka buatan sendiri, hehehe,,,"
" baiklah kalau begitu**," ucap dara sambil tersenyum, dia kagum, sangat kagum terhadap majikannya,
karena yang dia tau orang kaya akan seenaknya sendiri, dan bahkan tidak menghargai para ART di rumah nya,
tapi sepertinya itu tidak berlaku untuk Nadine,
dia orang yang tidak pernah membedakan seseorang hanya karena seratus sosial nya,
bagi dia semuanya sama,
sama-sama hidup untuk sebuah tujuan,
entah itu baik atau tidak, semua tergantung dari diri mereka sendiri,
" Andara,, bagaimana kuliah mu,? apa semua nya lancar,,??" tanya Nadine sambil meneguk smoothies yang dia buat tadi,
"Alhamdulillah semua nya baik nyonya bos, ya,, walaupun saya sangat terlambat memulai semuanya, tapi saya akan mencoba melakukan yang terbaik, demi cita-cita saya, ayah dan ibu," jawab dara bersemangat,
"syukurlah,, awal nya saya kira kamu akan kesulitan dalam menangani itu, tapi ternyata kamu memang seperti yang indri bilang," ucap Nadine bangga,
"memang nya bude bilang apa nyonya bos,,?" tanya dara penasaran, dia takut , Tante nya akan mengatakan yang tidak-tidak,
mengingat, kalau memang, dia sering berlaku
ub normal di depan Tante kesayangan nya itu.
"tidak ada,,, dia hanya bilang kalau kamu gadis yang baik , rajin, dan pintar, hanya saja,,,,," Nadine sengaja menjeda ucapan nya,
"hanya saja apa nyonya bos,,?" rasa penasaran dara sudah di puncak, dia takut budenya akan mengatakan yang aneh-aneh tentang nya,
" ckk,! bisakah kamu memanggil saya jangan menggunakan panggilan itu,??
rasanya aneh di panggil demikian," kesal Nadine, dan hanya di jawab dengan cengiran dara.
****
semakin hari cleona semakin lengket dengan nya, bahkan untuk sekedar mandi pun di wanti-wanti agar cepat, Andara merasa bahagia bisa berada di rumah itu, tidak seperti yang dia bayangkan dulu, kalau menjadi nanny akan sangat merepotkan, bahkan menguras emosional,
walaupun terkadang dia merasa rindu bahkan sangat rindu terhadap ke dua orang tua nya,
walaupun jarak dari tempat ia bekerja dan rumah tidak terlalu jauh, hanya membutuhkan waktu 3jam perjalanan, tapi tetap saja ia tidak bisa leluasa pulang pergi semaunya,
karena dia sedang bekerja, bukan berlibur,
******
"Andara,,!! " panggil salah satu dosen pembimbing nya
"iya ada apa buk,,,?" jawab Andara sopan
" bisa tolong saya, bawakan materi ini ke kelas,?" ucap bu mega dosen cantik yang usianya mungkin hanya baru menginjak kepala dua,
" **iya buk bisa,,"
" baiklah terimakasih kalau begitu, tolong kamu bagikan satu-satu, nanti akan ada asisten saya yang masuk ke kelas, karena saya ada urusan penting,"
" iya bu,,akan saya lakukan,"
" bagus,, klau begitu saya pergi dulu, terimakasih"
"iya bu**," jawab dara sambil sedikit membungkuk kna badannya,
ia lalu melangkah menuju kelasnya yang berada di lantai dua,
dia menaiki tangga dengan membawa materi pelajaran yang tadi di berikan oleh bu mega,
"lumayan berat juga ternyata" gumam dara dalam hati,
saat ia berada di tangga terakhir dia tidak sengaja bertabrakan dengan seorang pria,
hingga membuat semua kertas yang ia bawa berhamburan,
bersambung ya guys😘❤️