My Nanny My Lovely

My Nanny My Lovely
clark yang menyebalkan



Sudah seminggu ke belakangan clark selalu saja membuntutinya ,Dan itu membuat dara tidak nyaman, bahkan clark terkadang sengaja menjemput nya di rumah Nadine, ya,, clark belum mau pulang ke rumah orangtuanya, alasannya sih,, lebih bebas.


 


namun sikap clark akhir\-akhir ini membuat dara semakin risih,


 


Apa lagi penyebab nya kalau bukan karena tingkah clark yang menyebalkan sekaligus mesum, " apa lo,,!!" ketus dara, saat melihat clark meliriknya dari kaca spion yang ada di atas kepalanya, namun hanya di jawab dengan senyuman miring oleh clark, membuat dara berdecih dan kembali melihat ke luar jendela," dasar menyebalkan" gumamnya dalam hati.


 


" **Lo ngapain sih ngikutin gw terus**,?" Keluh dara dengan menghentakkan kakinya,


 


" ge hanya mau mastiin lo beneran masuk kelas apa nggak, lo jalan tinggal jalan aja, atau,, lo mau gw gendong hemm,,,?" clark mengedipkan sebelah matanya, sontak membuat dara ber ekting muntah, hal itu justru membuat clark tertawa,


 


dara kesal, sangat kesal, karena Nadine sang majikan, itu justru seperti sengaja membiarkan anak bungsu nya itu terus menggoda Nya, entah apa yang ada di dalam fikiran majikannya itu, bahkan dia menyuruh dara untuk ikut memanggil nya dengan sebutan mami, sungguh aneh menurutnya.


 


***


" mau makan apa,,? biar aku yang pesankan," toni menyadarkan dara dari lamunannya, sekarang mereka sedang di kantin, sudah hampir sepuluh menit mereka di sana, namun dara hanya diam melamun,


" ahh,, maaf,heheh, aku melamun ya,?" dara merasa tak enak, dia tadi yang mengajak toni ke kantin lebih dulu, tapi,, dara sibuk dengan pikirannya sendiri,


" tak apa,, apa ada sesuatu yang mengganggu mu,,?"


" **huh,,?"


" apa semua nya baik-baik saja,?"


" ahh ya,,, hehehe, oke sekarang kita mau makan apa**,?" tanya dara mengalihkan pembicaraan, dia juga tidak tau ada apa denganya,


" haihh,, baiklah kalau belum mau cerita,


aku mau bakso aja, jangan pakai mie, banyakin sayur sama daun bawang nya, emm,,, minumya es teh aja lah,"


" tara,,,, bakso panas dan es teh dingin plus di antar sama bidadari surga datang,,,," dara meletakkan makanan yang mereka pesan tadi di mejanya,


" hahahaha, mana ada bidadari surga bawa nampan berisi bakso, kamu ada-ada saja," Toni tergelak mendengar ucapan dara, entah kenapa melihat dia tersenyum manis seperti itu membuat dia merasa bahagia, walaupun dia tau, perasaannya tak terbalaskan, mengingat dulu dia pernah menyatakan cintanya, namun sampai sekarang belum juga di jawab, " kamu suka bakso juga,?" pertanyaan yang aneh sebenarnya, bukankah hampir semua orang suka bakso,??


" iya,, banget," jawab dara singkat, dia kembali memasukkan dua sendok sambal kedalam mangkuk nya, padahal tadi sebelumya dia juga sudah menambahkan tiga sendok sambal,


" cukup ra,,,, kamu pengen sakit perut? itu pedes banget loh," toni mencoba mengambil sendok sambal yang hampir akan di gunakan dara mengambil sambal lagi, gila aja, udah lima sendok dan dia mau lagi,,??


" ihh,,, Toni siniin sendok nya,,, satu lagi doang, ini belum pedes,,," dara merengek meminta sendok beserta sambal nya kembali, dia memang tidak akan pernah puas kalau makan bakso tapi tidak pedas, dan sialnya, pedas menurut orang kebanyakan itu belum termasuk pedas untuk mulut dara,, dia harus benar-benar merasa panas di bibirnya baru dia puas akan level kepedasan nya itu,


" ****nggak,,!!! itu bibir kamu udah merah loh,,!"


" satu aja toni,, janji satu,, lagi ya ya ya**,," rengeknya lagi ,dan sekarang sambil tersenyum sangat manis,,, membuat siapa saja akan bilang " iya boleh", tapi tidak untuk antonio, dia kekeh sama pendiriannya, bahkan dia membuang sisa sambal yang ada di tempatnya, dan itu membuat dara kesal,


dia kembali makan tapi dengan menghentakkan sendok dan garpu sangat keras ke arah mangkuk,


" itu kasian mangkok nya dara,,, dia nggak salah apapun kamu tusuk-tusuk dengan garpu," ucap toni sambil menahan tawanya,


" kamu lucu banget sih ra,, kalau ngambek gitu," gumam toni dalam hati, dia sangat bersyukur, karena setelah dia mengatakan perasaannya, tidak membuat dara menjauhi nya, bahkan hubungan mereka masih sama seperti sebelumnya, baik-baik saja,


" hello babe,,, kamu makan nggak ngajak- ngajak aku," clark tiba-tiba saja Duduk di samping dara dan merangkul nya, membuat si empunya kaget,


" ihh,, lo apaan sih, untung gw nggak keselek bakso tadi,," ketus dara, karena saat clark merangkul nya tadi ia baru saja memasukkan sebutir bakso tanpa di potong kedalam mulutnya,


clark mengacuhkan Omelan yang keluar dari mulut dara, baginya itu hanya lah seperti music rok, yang walaupun membuat telinga pengang, namun nikmat di dengar,


clark mengambil alih mangkuk bakso yang ada di hadapan dara,, dia memakan sebutir bakso yang sudah ada di sendok, awalnya dia biasa saja walaupun dia merasa pedas tapi dia hiraukan karena belum terlalu terasa,


tapi,, saat suapan ke tiganya dia baru menyadari kalau pedasnya bakso itu bukanlah pedas pada umumnya, namun sudah sampai di level mematikan untuk nya,


" uhukkk,, uhukk, airrr uhukk,,," dara dengan sigap memberikan es teh nya yang tinggal separuh itu, namun itu masih kurang untuk clark,, dan saat clark ingin mengambil gelas milik Tony, toni justru dengan cepat menghabiskan semua minuman nya,, membuat dara melongo melihat itu.


********


bersambung ya guys ❤️😘❤️


840 kata,, masa nggak di like sih🤭