
setelah kejadian pangku-pangkuan di dalam mobil, dara dan Clark pulang dengan keadaan hening,
mereka sama-sama diam, entah apa yang ada di pikiran mereka masing-masing, yang pasti dara diam-diam sering melirik ke arah Clark,
yang menurutnya wajah Clark sedikit memerah, sebabnya apa, pun dara tak tau, karena yang ada didalam Pikiranya mungkin Clark sedang menahan sakit karena bisul yang dia duduki tadi, entahlah.
**
sesampainya mereka di halaman rumah Nadine, dara di suguhkan dengan pemandangan yang indah menurutnya,
Cleona sedang bermain sepeda dengan di temani oleh Daddy nya," cleona,,,," Andara berjalan ke arah mereka dengan senyum manis di bibirnya.
" nanny,,,!!!" sambutan heboh dari cleona, dia berlari sambil merentangkan tangannya,
hup, cleona melompat ke tubuh Andara, membuat sang empunya kaget, dan refleks menangkap tubuh mungil cleona, namun karena terlalu kaget membuat keseimbangan dara goyah, dan terjungkal ke belakang,
beruntung Clark berada di belakang membuat Andara yang terjungkal tidak merasakan sakit, karena dia terjauh di atas tubuh Clark.
" aduh,,, apes banget gue hari ini,!!" Clark mencoba bangun, namun karena dara yang masih ada di atasnya membuat Clark kembali jatuh.
cleona tertawa sangat kencang, karena dia menganggap dara dan Clark sengaja menjatuhkan dirinya.
" uncle Joy Cleo mau Main kuda-kudaan,"
cleona berjingkrak senang, seketika Clark menepuk jidatnya, hal itu justru membuat Daniel terkikik, dia sangat senang melihat adiknya itu tersiksa oleh putri semata wayangnya itu.
mau tak mau Clark harus rela menjadi mainan hidup keponakan tersayang nya itu, dia bahkan rela wajah tampannya di dandani, bukan cantik hasilnya, melainkan mirip seperti boneka Chunky, menyeramkan.
***
"dara, kamu pandai membuat sambal terasi kan ya,,? bude kamu bilang ibumu itu pembuat sambal terasi Ter enak di kampung kalian,?" tanya Nadine, dia sedang fokus mengaduk sayur lodeh kesukaan kedua putranya,
" yang pandai membuat sambal terasi itu ibu nyonya bos, kalau saya sih pandai makanya aja, hehehe" jawab dara dengan masih sibuk mengiris beberapa buah-buahan untuk pencuci mulut saat makan malam nanti,
" hehehe, kmu bisa saja,,"
mereka kembali fokus pada aktivitasnya masing-masing,
sedangkan Clark dia masih setia menerima siksaan dari keponakan usilnya, bahkan cleona sekarang sedang menguncir rambut Clark kecil-kecil, membuat rambutnya berdiri tegak, tak lupa juga bibir dan pipi Clark yang merah karena polesan lipstik dari cleona, dia bilang biar uncle tampannya itu menemani jeng Kelin, biar ada temannya, sungguh hari yang sungguh menyebalkan untuk Clark.
****
ya, mereka memang selalu makan bersama di ruang makan, karena bagi Nadine, keluarga ataupun pekerja nya sama saja, kalau tinggal serumah berarti ya keluarga,
walaupun ada beberapa yang segan untuk bergabung, Nadine tidak memaksa nya, menurut Nadine, mungkin mereka lebih nyaman untuk makan di meja makan dapur, daripada bergabung semeja dengan ya, hanya mereka yang sudah bekerja puluhan tahun yang mau bergabung di meja itu,
" dimana Clark,?" Nadine bertanya saat dia berjalan menuju meja makan namun tidak menemukan Clark,
" mungkin masih di atas nyonya, apa perlu saya memanggilnya nyonya,?" Yanti sedang menuangkan air kedalam gelas yang ada di meja itu,
"heemm,, tumben dia tidak tepat waktu," Nadine mengetuk dagunya dengan jari,
" dara,,, bisa tolong kamu panggilkan si bocah tengil itu,? bilang padanya untuk segera turun, karena maminya hampir mati kelaparan,!"
" siap nyonya bos,,!!"
sepuluh menit berlalu, tapi Clark dan dara baru menuruni tangga,
tapi ada hal aneh yang membuat Nadine dan yang lainnya menatap mereka bingung,
Clark datang ke meja makan dengan menggunakan masker,
sedangkan dara mengekor di belakangnya dengan menahan tawa.
" ada apa denganmu,? apakah kamu akan makan menggunakan masker,?" suara David memulai pertanyaan,
Clark hanya diam, lantas mengambil tempat duduk di samping sang mami,
Nadine di buat bingung dengan anak bungsunya itu, karena Clark mengambil makanan dan sepertinya akan membawa makanannya ke kamar,
" makan di sini joysi,! dan kenapa dengan wajah mu?," Nadine menahan tangan Clark yang akan bangkit dari kursinya, dia melihat seperti ada warna merah di pipi putranya,
" apakah kau berkelahi lagi Clark,,??" Nadine mencoba membuka masker yang Clark kenakan,
" tidak mi,,, Clark hanya terbentur tadi di kamar mandi," alibi Clark, dia tidak akan rela mami dan seluruh orang di sana tau seperti apa wujud wajahnya sekarang,
namun jawabannya itu tidak membuat Nadine percaya begitu saja, apalagi melihat Andara yang seperti sedang menahan tawanya, begitu pun dengan cleona,
tanpa di duga Nadine menarik masker yang Clark kenakan, dan terpampang jelas wajah Clark kini,
wajah yang di penuhi coretan lipstik, Clark sudah berusaha mencuci wajahnya, namun karena lipstik mat yang di gunakan cleona, dan juga spidol permanen berwarna ungu, membuat nya sulit di hapus,
seketika Daniel, cleona dan Nadine tertawa terbahak bahak, dan hal itu membuat Clark marah, dia langsung mendorong kursi nya dan kembali ke kamar.