My Nanny My Lovely

My Nanny My Lovely
sambal terasi



" ayo den, di silahkan di makan," ibu meletakan nasi di piring Daniel, mereka sudah resmi berkenalan satu sama lainya,


tadi sore setelah dara kabur ke kamar karena tingkah konyolnya, bersamaan dengan pulangnya ayah dari tempatnya bekerja, sehingga membuat mereka langsung berkenalan satu sama lain, agar orang tua daraa tidak berfikir macam-macam,


" maaf ya den,, saya hanya ada makanan sederhana, maklum orang kampung," ucap ibu dengan masih fokus mengambilkan sayur dan lauk pauk untuk Daniel,


" tidak apa-apa Bu,,saya lebih suka masakan seperti ini, terlihat lebih sedap, dan menggugah selera," Daniel tersenyum dan menyendok makanannya,


" heemm, ini, enak Bu, sangat enak, terutama sambal ini, enak sekali" Daniel kembali menyuapkan makanannya


" ibu memang jagonya dalam membuat sambal terasi kalau tuan mau tau," dara yang tadinya diam karena masih malu, akhirnya menyahut saat mendengar pujian untuk ibunya, " bahkan ni ya,, banyak orang yang sengaja memesan sambal terasi milik ibu,"


tambah dara,


" benarkah,,? wah,, kenapa tidak di produksi masal saja Bu, jadi bisa di pasarkan," Daniel memberikan ide untuk membuka usaha sambal terasi itu,


" tidak akan enak kalau terlalu lama di simpan den,, lagi pula ibu rasa banyak yang bisa membuat sambal seperti ini," ibu bukan tidak mau membuat usaha seperti yang di katakan oleh Daniel, tapi dia berfikir akan basi kalau harus si simpan dalam waktu yang lama, karena itu dia sudah cukup bersyukur atas pesanan para tetangganya, tidak pernah bermimpi untuk membuka usaha sambal,


"ah,, ibu terlalu merendah Bu, padahal sambal ibu ini beda lho rasanya, kalau masalah agar tahan lama kan bisa di pelajari caranya nanti,"


Daniel masih kekeh dengan pendiriannya, kalau itu bisa di produksi secara massal,


" sudahlah, begini saja sudah cukup, ibu sudah tua, tidak akan sanggup mengulek banyak sambal, bisa-bisa pinggang ibu encok nanti ya to," semua orang yang ada di meja makan tergeletak mendengar ucapan ibu barusan,


ya,, usia ibu memang tidak muda lagi, tapi masa encok gara-gara ngulek sambal,


*****


semilir angin malam berhembus lembut, suasana pedesaan memang menenangkan, apa lagi di tambah dengan suara jangkrik yang bersahutan menambah syahdunya malam di pedesaan,


dara duduk sendiri di teras rumahnya, setelah sebelumnya dia berhasil menidurkan cleona di kamarnya, sedangkan Daniel dia sibuk bermain catur bersama ayah di ruang tv,


sesekali terdengar gelak tawa dari Daniel ataupun ayah, membuat dara kesal, karena itu bisa saja membangunkan cleona, karena suaranya yang terlalu kencang,


"eh,, tuan,,,, ada yang bisa saya bantu, tuan ingin teh atau kopi, atau camilan, atau,,," Daniel menghentikan ucapan dara yang tiada henti,


" saya boleh duduk di situ," ucap Daniel menunjuk sisi lain tempat dara duduk, dara memang sedang duduk di kursi kayu panjang buatan ayahnya dulu,


" tentu, silahkan tuan" dara menepuk sisi sebelahnya yang kosong,


" bisakah kau berhenti memanggilku tuan,?" ucap Daniel kesal, bukan kah tadi gadis itu sudah sepakat untuk memanggilnya mas, kenapa sekarang kembali ke tuan lagi, menyebalkan,


" hehehehe" dara hanya tertawa kecil menanggapi protes Daniel,


" dara,,,"


" iya," meeasa namanya di sebut dara pun menoleh,


" boleh saya menayakan sesuatu,,?"


" silahkan, bertanya itu tidak bayar bukan,,? hehehe" dara mencoba melucu agar tidak merasa canggung duduk di sebelah bos tampannya, karena sebenarnya dia merasa sedikit gugup duduk berdua seperti sekarang ini,


bukankah ini seperti kita sedang pacaran,? duduk berdua di sinari cahaya bulan dan suara jangkrik, ahhh,,, romantis nya, kira-kira apa ya yang ingin dia tanya kan, apakah soal aku mau atau tidak menjadi pacarnya,? atau,,, apakah dia akan bertanya apakah aku mau kalau gaji ku di naikan,? ahh,,, senangnya kalau harus di paksa naik gaji, saya bersedia tuan tampan♥️


tanpa sadar dara tersenyum sendiri karena ucapannya dalam hati, sinar bulan apanya, orang mendung kok ada sinar bulan, dara,,dara,,


" **apakah kamu tidak enak badan,,,?"


"huh**,,," sontak dara menoleh mendengar kata yang keluar bukan seperti dugaannya,


" **saya lihat tadi kamu senyum sendiri, apakah kamu demam,,?"


" huh**,,,??"


tbc♥️