My Nanny My Lovely

My Nanny My Lovely
dasar cleona,



Daniel prov


hari ini sengaja ku mengambil cuti selama beberapa hari, tujuannya apa lagi kalau bukan untuk menemani putri kecilku dan,, bisa lebih sering melihat wajah manis milik pengasuh cleona,


ya, ada rasa berbeda ketika aku melihatnya bersenda gurau bersama putriku, perasaan hangat ketika melihat bagaimana tawa ceria nya cleona, yang jarang sekali bisa ku saksikan wajah cerianya,


dia,, gadis kecilku, harus merasakan pahitnya di tinggalkan oleh seorang ibu, ibu yang sejak awal memang tidak menginginkannya, dia terlalu fokus ke karirnya yang sedang bagus, bahkan dia dulu hampir menggugurkan kandungannya, alasannya,, entah,


terus, untuk apa menikah kalau takut hamil,??


aku dan Alexa memang menikah karena di kenalkan oleh mami, tapi mami tidak sama sekali memaksakan kami,


karena tidak ada seorangpun yang bisa memaksaku,


setelah perkenalan kami menjalin hubungan,


hubungan yang berlandaskan cinta,


ya,, sebelum menikah kami sudah lebih dulu saling mencintai, hingga setahun kemudian kami memutuskan untuk menikah,


awalnya semua baik-baik saja, namun setelah dia hamil semuanya berubah, dia menjadi pribadi yang berbeda, sikap manis dan perhatiannya hilang seketika, dia menjadi pribadi yang lain,


aku masih bisa memaklumi, karena mungkin saja itu bawaan janin, sehingga dia menjadi lebih sensitif dari sebelumnya,


untuk menghindari konflik terus menerus, ku putuskan untuk menghabiskan waktu di kantor, karena aku sedang memulai merintis usaha ku sendiri, tapi,, sikap Alexa semakin hari semakin buruk,


bahkan dia tidak menjaga kehamilan nya, dan justru masih terus menjalani aktivitas nya sebagai seorang model, dia tega menggunakan manset untuk menutupi perutnya yang semakin membesar,


saat aku mengetahui itu, aku murka, hingga mengeluarkan segala kata kasar untuk nya, bahkan aku tidak pulang kerumahnya selama seminggu, hal itu membuatnya semakin frustasi, hingga dia meminum obat penggugur kandungan,


yang mengakibatkan dia pendarahan dan harus di larikan ke rumah sakit, saat itu cleona masih berusia 27 Minggu, beruntung cleona bisa di selamatkan, namun keadaannya kritis, dan harus terus di awasi oleh tenaga medis,


dua Minggu setelah melahirkan, Alexa pergi tanpa pamit,


dia seperti menghilang di telan bumi, bahkan mertuaku saja tidak tau kemana dia pergi, dia benar-benar menghilang,


***


"Daddy,,,!!" teriakan cleona menyadarkan ku dari lamunan,


ku tampilkan senyum terbaikku," no,, it's oke princess,, makanlah makanan mu sayang,"


ku elus rambut Curly nya, kami sedang beristirahat sejenak di sebuah rumah makan, karena jam ynag sudah menunjukkan waktu mkaan siang,


perjalanan kami mungkin sebentar lagi sampai, namun perut yang sudah meminta jatha membuat ku memutuskan berhenti sejenak,


**


ku pandang dara sedang menyuapi putri ku dengan telaten, sungguh pemandangan yang indah,


ku geser piring cleona ke arahku, " biar saya saja yang menyuapinya, kamu makanlah,"


dia hanya mengangguk, kemudian mulai memakan makanan nya,


" Cleo sini sayang," aku menyuruh cleona untuk duduk di kursi sebelah ku, demi mempermudah menyuapinya,


" buka mulut Aaaa,,,," aku ikut membuka mulut sebagai contoh agar cleona mengikuti ku,


namun baru dua suapan, hal tak terduga terjadi, cleona mengambil alih sendok tersebut,dan memakan makanannya sendiri,


" Cleo bisa sendili Daddy," ucapnya sambil memasukkan sesendok penuh nasi,


" kalau Daddy yang nyuapin, nanti Cleona nggak kenyang, kalena lebih banyak masuk ke mulut Daddy dali pada Cleo," dia mengerucutkan bibirnya,


ahh, aku tanpa sadar, ikut memakan makanan cleona, dan itu membuat yang punya makanan protes, karena takut nggak kenyang katanya,


" uhukk,,uhukk,, uhukk,,,!!!" dara tersedak tiba-tiba, segera ku sodorkan minumannya, sambil menepuk pelan punggungnya,


dan sepertinya kau tau kenapa dia tersedak,


karena dia menahan tawa akibat ucapan cleona barusan,


haishh,,,, ada tempat penitipan muka nggak ya, mau kutitipkan aja ni muka, malunya,,,(**)


,♥️