My Nanny My Lovely

My Nanny My Lovely
bertemu ibu



" assalamu'alaikum ibu,,, bu,,,,iii,,buu, ohhh ibu," dara mencari di seluruh ruangan di rumah nya, namun ynag di cari ngk ada,


" heemm, kira-kira ibu kemana ya,,?"


"nggak tau dong nanny, kan Cleo balu sampai sama kayak nanny," cleona yang mendengar ucapan dara menyahut kebingungan,


" astaga Cleo, kamu nyahut ajj ih,,"


" aww sakit tau pipi Cleo nanny,"


" abis gemes," dara mengacak-acak rambut cleona," princess mau minum apa Hem,,,?"


" emmmm" cleo ngetuk-ketuk jarinya di dagu, seolah-olah sedang berfikir keras," ice cleam nanny," ucapan antusias


" **nggak ada ice cream di sini Cleo, yang lain ya,"


" jus alpukat" dara menggeleng


" jus mangga" dara kembali menggeleng


" jus jeluk, " masih menggeleng sampai semua nama buah di ucapkan oleh Cleona dara tetap menggeleng,


" telus adanya Apa nanny**,,," cleona kesal karena tadi dara menawarkan minum tapi yang di minta selalu dara menggeleng


" hehe, air putih sama teh"


"ngapain nawalin kalau gitu," cleona mengerucutkan bibirnya kesal,


dara hanya nyengir menanggapi protes dari cleona,dia kemudian membuat dua cangkir teh dan beberapa biscuit, " ini tuan silahkan di minum teh nya, maaf sepertinya ibu sedang ke pasar dan ayah mungkin sedang bekerja,"


dara meletakkan teh yang dia bawa ke atas meja kayu yang biasa digunakan untuk menyambut tamu di rumahnya,


" terimakasih" Daniel menyeruput teh hangat itu, tubuhnya sangat lelah, apalagi semalam dia kurang tidur untuk menyelesaikan pekerjaan sebelum mengambil cuti,


" kalau tuan lelah, tuan bisa istirahat di kamar sebelah situ tuan, itu biasanya di gunakan kalau adik dari ayah saya ke sini, tadi sudah saya bersihkan kok, cleona juga sepertinya sudah tidur di kamar saya tadi," dara menjelaskan bahwa cleona tertidur, karena sepertinya Daniel memang sedang mencari sosok anaknya itu,


" heemm, baiklah, terimakasih, tapi bisakah kau tidak memanggil saya dengan sebutan tuan,? saya merasa tidak setua itu," Daniel berpura-pura sedih, dengan raut wajah menunduk yang di buat-buat,


" ma,, maaf,tuan,eh pak, eh bos" dara merasa tak enak, tapi harus bagaimana dia memanggil majikannya itu,


sebenarnya dia ingin sekali tertawa saat melihat wajah dara yang menunduk tak enak, tapi sekuat tenaga ia tahan,


" tapi itu tidak sopan, tuan, bagaimanapun juga anda adalah majikan saya, jadi sangat tidak pantas bila hanya memanggil dengan nama tanpa embel-embel," ketus dara kekeh dengan pendiriannya,


" tapi sekarang kita sedang tidak di rumah, bahkan seratus saya adalah teman di sini bukan sebagai majikan dan pekerja,"


" tap,, tapi tuan sa,,,"


"panggil saja mas kalau gitu," Daniel menyela sebelum dara kembali protes,


" **tap,,"


" ini perintah dan saya tidak mau di bantah**,!"


mendengar hal itu langsung dara membungkam mulutnya, dia juga takut saat mendengar nada perintah dari Daniel,


" assalamu'alaikum,," ibu datang dengan menenteng tas belanja yang isinya tidak penuh itu, beliau tersenyum klaa melihat dara lah yang ada di dalam rumah, padahal tadinya dia kira suaminya itu kenapa-kenapa karena jam segitu sudah pulang,


"ibu,,,,kangen,,," dara langsung menghamburkan pelukan erat dengan rengekan manja khas dara,


" hehehe, kamu ini sudah dewasa kelakuan masih saja keyakinan anak SD," ibu terkekeh melihat tingkah dara yg absurd itu,


" Ish,, ibu ini,,anak gadisnya baru pulang dari rantau juga di julidtin," dara menghentakkan kaki dan memanyunkan bibirnya persis seperti saat cleona meminta mainan baru pada Daniel, dara bahkan terlupa kalau ada orang lain di tempat itu, bahkan sekarang Daniel sedang menahan tawa melihat tingkah lain dara,


dara terlihat sangat dewasa saat di rumah Nadine, bahkan Daniel yakin kalau tidak ada ynayg akan menyangka, bahwa dara bisa bertingkah seperti absurd itu,


" ehemm,,,, Ra,, malu nak," ibu berbisik, mencoba menyadarkan dara bahwa ada orang lain di ruangan itu, tapi yang di sadarkan ternyata belum juga faham, bahkan sekarang dara belgelanyut manja di pundak ibunya,


" wah,,, kamu pulang sama siapa ini, kok nggak di kenalin ke ibu," ucapan ibu kali ini lebih ia perjelas, karena putrinya itu tidak juga sadar bahwa ada orang lain di ruangan itu,


dan,, blush,,, pipi dara merah seketika menahan malu, tanpa berkata apapun lagi,dara langsung kabur masuk kamar, dan Clark juga ibu langsung tertawa terbahak-bahak melihat tingkah dara.


♥️


maaf ya zeyenk zeyenk ku semua, pery lama up nya, di karena kan my Beby lagi manjah, jadi susah buat ini Ono,


lup lup kalian💋💋♥️♥️♥️♥️