
uhuk. uhuk. uhuk. ,,!!!
semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut panik seketika saat melihat wajah Clark yang memucat karena tersedak,
dara jadi ingat pelajaran saat SMA dulu, menangani kasus tersedak seperti itu kita harus menekan perutnya agar makanan itu keluar, dan tidak lagi menyumbat jalur pernapasan,
dengan cepat dara menghampiri Clark, dia memeluk Clark dari belakang dan menekan perut nya, dara memeluknya erat dan terus mengangkat tubuh Clark, walaupun tidak terangkat sedikit pun, setidaknya itu berhasil mengeluarkan sepotong besar kue yang membuat nya tersedak tadi,
setelah Clark memuntahkan kue itu, Nadine langsung memberikan nya minuman,
sedangkan dara terduduk di lantai, dia merasa lemas, tenaganya seolah terkuras habis saat menolong Clark tadi, di tambah hatinya merasa sangat lega, karena tadi sempat sangat panik saat melihat Clark kesulitan bernafas,
Daniel yang melihat dara terduduk pun memberi nya segelas jus jeruk, dia tahu kepanikan dara tadi, karena semua orang di sana juga panik, lagi pula, bagaimana caranya kue sebesar itu masuk semua ke mulut Clark,,? jelaslah terdesak orang potongan nya lumayan besar tadi,
" ternyata mulut ade ku lebar juga," Daniel tersenyum sendiri dengan fikiranya itu,
***
setelah kejadian sedak tersedak itu, acara pun di mulai, band yang di siapkan Clark pun mulai memainkan musiknya, dan menyanyikan beberapa lagu hitz band ibukota, salah satunya adalah bidadari tak bersayap ( anji ) ,
Clark sengaja meminta mereka menyanyikan lagu itu, sebenarnya Clark bisa saja menyayikanya sendiri, tapi tidak untuk sekarang, Clark akan menyanyikan sebuah lagu untuk dara nanti, di saat dia ingin menyatakan perasaannya pada dara, atau bahkan saat hari pernikahan mereka,
entahlah, yang pasti bukan sekarang,
Nadine meminta untuk mengambil gambar mereka semua, dia ingin mengabadikan momen itu, setidaknya kenangan semasa dara masih menjadi pengasuhnya dara, karena dia berharap tahun depan dara bukan lagi pengasuh cleona, melainkan menantunya,
yah,,, hatinya merasa nyaman kalau dara benar akan menjadi bagian keluarga nya, karena sifat dara yang tulus, mampu membuat rumahnya menjadi hangat kembali, terutama kedua putranya sekarang jadi sering menginap di rumahnya, terutama Daniel, dia bahkan sekarang sangat jarang kembali ke apartemennya, dia lebih sering menginap di rumah Nadine,
" sebentar,,, apakah jangan-jangan Daniel juga menaruh hati pada dara,,? " gumam Nadine dalam hati,
" lihatlah, bahkan Daniel si gunung es bisa tertawa seperti itu pada dara,,? sungguh keajaiban,"
" sayang,,, are you oke,,? hp kamu berdering," Andrea mengelus pipi Nadine dengan punggung tangannya menyadarkan Nadine, Nadine menengok ke arahnya dan tersenyum,
Nadine larut dalam fikiranya sendiri, sampai dia tidak sadar kalau hpnya terus saja berdering, padahal dia sedang menunggu seseorang menghubungi nya,
" halo,,, bagaimana,?" Nadine mengangkat penggilan telepon dari seseorang yang entah siapa,
"--------"
" benarkah,,,? kalau begitu masuklah,"
"------"
entah siapa yang menghubungi Nadine, karena yang Andrea lihat sekarang Nadine tampak bersemangat, dia bahkan mengambil tasnya dan mengeluarkan segepok uang pecahan sepuluh ribuan, dan bukan hanya satu gepok melainkan lima, membuat Andrea waspada kalau-kalau Nadine melakukan hal konyol di sini,
dan apa yang Andrea khawatirkan terwujud, karena sekarang ada sekelompok orang masuk ke ruang pesta tersebut dengan membawa alat musik berupa gendang, kecrekan dan teman-temannya, membuat Andrea menepuk jidatnya sendiri,
" istriku yang ambyarr,,,"
dan sekarang,, pesta ulang tahun yang Clark rencanakan akan menyentuh hati dara menjadi ambyarr karena kelakuan wanita pertama di hati Clark itu, siapa lagi kalau bukan maminya tersayang, bahkan sekarang Nadine sedang berjoget ria bersama sang biduan ,cleona , dan dara,dengan menyodorkan lembar demi lembar uang receh tersebut, dan sesekali terdengar teriakan mereka,
"DUMPAK TIN TING JOSS,,!!!"
" HOK,,,A HOK,,,, E,,,"
musik pop yang Clark request sekarang menjadi bergenre koplo,
" jadi ini penyebabnya mami mengubah ekspresi wajahnya dengan cepat tadi siang,,?" gumam Clark tidak percaya,
dara meminta izin pada Nadine untuk pergi ke toilet, namun saat dara akan kembali ke pestanya, dia melihat Antony sedang duduk sendiri di dalam restoran tersebut, mungkin sedang menunggu pesanannya,
dara memutuskan untuk menemui Antony, karena dara penasaran kenapa setelah kejadian pingsan itu Antony langsung pulang begitu saja, apakah dia masih merasa tidak enak badan,,?
" hy,,," sapa dara saat sudah berada di depan meja Antony,
membuat Antony yang sedang memainkan ponselnya mendongak menatap dara, senyum manis tercetak di bibir Antony,
" hy,, duduk lah," Antony berdiri dan menarik salah satu kursi untuk dara duduk,
" sendirian,,?"
" yah,,, seperti yang kamu lihat ra,
" hem,,, kirain lagi nungguin cem-ceman gitu,," goda dara pada Antony, yang di balas tawa oleh Antony,
" haha,, kamu nih, cem-ceman apaan coba,? "
dara hanya nyengir karena ucapannya barusan,
"kamu sendirian ra,,? mana itu pengawal kamu yang posesif itu,?" yang Antony maksud adalah Clark, karena sudah beberapa Minggu selalu membuntuti dara seperti anak ayam sama induknya,
" apaan sih ton,,? mana ada," dara memanyunkan bibirnya, membuat Antony kembali tertawa,
" udah,, nggak usah di majuin gitu bibirnya, nanti nggak bisa balik lagi, hahahah,,"
mereka akhirnya tertawa bersama, bahkan dara lupa menanyakan tentang kenapa tony tiba-tiba pulang waktu itu,
Tony dan dara asyik bersenda gurau, melupakan kalau ada pesta di sana yang belum selesai, dan saat makanan tony datang dara ikut mencicipi makanan itu, bahkan sesekali mereka saling menyuapi satu sama lain, membuat yang melihat kejadian itu pasti beranggapan bahwa mereka adalah pasangan kekasih,
tanpa mereka sadari ada seseorang yang sedang memperhatikan mereka berdua dengan mengepalkan kedua tangannya,
dialah Clark, Clark yang awalnya juga ingin ke toilet tidak sengaja melihat dara yang baru keluar dari toilet wanita,
namun saat Clark selesai dengan hajatnya, Clark melihat dara bukanya kembali ke pestanya dia justru sedang tertawa bersama Antony,
bukan,, bukan masalah dara yang duduk dan tertawa yang membuat Clark geram, namun saat mereka saling menyuapi dan Clark juga melihat Antony mengelap sudut bibir dara dengan jarinya, tapi yang terlihat dari arah Clark berbeda, Clark melihat Antony seolah sedang mencium bibir dara, membuat darah Clark seolah mendidih tiba-tiba,
tanpa menunggu lama, Clark menghampiri gadisnya itu dan menarik dara keluar dari tempat itu, membuat dara terpekik kaget,
namun itu tidak di hiraukan oleh Clark,
Clark menarik tangan dara ke arah parkiran, dia membuka pintu mobil sisi kemudi dan mendorong dara masuk, setelah dara masuk Clark menguncinya dari luar, dan mengitari mobilnya kemudian masuk ke balik kemudi,
Clark melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, menghiraukan teriakan dan umpatan dara yang meminta untuk memelankan laju mobilnya,
namun Clark seolah tuli, dia sama sekali tidak bergeming dan terus melajukan mobilnya ke arah apartemen nya, membuat dara bingung karena itu bukan jalan menuju ke rumah Nadine, dara juga takut untuk bertanya, sehingga dia memilih diam sambil sesekali berteriak saat Clark menyalib mobil lain,
" ya Allah,,, mau di bawa kemana gw,,, dan kenapa wajahnya sangat menakutkan,,? ibu,,, dara takut,,"
tanpa terasa air mata dara mengalir deras di pipinya.
tbc♥️