My Future Is You

My Future Is You
Lamaran Anda Ditolak



20 menit kemudian aku telah sampai dikantor dan kak irfan pun telah pergi menuju kekantornya. Pak Budi satpam kantor yang memang dekat denganku, dia melihatku diantar kerja oleh seorang pria yang sama sekali dia tam pernah temui.


"Pagi mbak chila.. tumben dianter" sapa pak budi sambil senyum meledekku.


"Pagi pak, iya kebetulan lagi males bawa motor pak hehe" jawabku berbohong


"Pacarnya mbak? Hieheh" tanya pak budi kepo


"Bukan pak temenku itu heheh" jawabku


"Temen baru ya? Biasanya kan mbak suka dianter sama papa mbak, kakaknya mbak atau nggak mentoknya paling dianter sama mas fano atau mas kyle heheh" tanyanya lagi


"Enggak kok pak, ini temen lamaku. Mereka pada sibuk semua pak. Udah ya pak saya mau masuk dlu" jawabku yang langsung meninggalkan pak budi.


Setelah seharian kerja dan lelah, aku sepertinya ingin cepat-cepat pulanh kerumah untuk sekedar rebahan diatas kasur kesayanganku sambil mendengarkan lagh kesukaanku kali ini. Aku berfikir sejenak untuk meminta Fano atau Kyle untuk menjemputku karena aku tadi tak membawa kendaraan kekantor. Aku langsung mencoba untuk menelfon Fano terlebih dahulu. Setelah mencoba 2 kali telfonpun tak diangkat, mungkin ia sedang sibuk pikirku lalu kucoba untuk menelfon Kyle dan tak lama langsung diangkat.


"Halo le, dimana? Kantor kah?" Tanyaku


"....."


"Jemput aku dong sayang, aku nggak bawak motor nih" rengekku


"....."


"Gpp lagi males aja bawa motor, nanti jemput aku diparkiran ya" pintaku


"....."


Tak lama, hp ku bergetar tanda satu pesan masuk, kulihat pesan tersebut dari nomor yg menelfonku tadi pagi. Kubaca pesannya yang bertujuan menjemputku dan pulang bersama. Kubalas pesan tersebut dengan alasan bahwa aku telah ada janji dengan teman-temanku untuk pergi berbelanja..


---


3 bulan kemudian hubunganku dengan kak irfan berjalan seperti biasanya, perasaankupun biasa saja, tapi tampaknya berbeda dengan kak irfan yang sedari awal memang menyukaiku. Hingga akhirnya aku dikagetkan dengan perkataan kak irfan yang ingin mengajakku untuk serius, tanpa basa basi panjang akupun langsung to the point dan mengatakan..


"Maaf kak, chila nggk bisa kak. Hati chila sudah ada yang memiliki kak, chila nggak bisa berpaling kelain hati selain dia. Chila harap kakak ngerti dengan perasaan chila, dan semoga kakak segera mendapatkan wanita yang jaaaaauh lebih baik, lebih cantik dibandingkan chila. Sekali lagi maafkan chila ya kak" Tegas aku katakan agar ia tak menyalah artikan kedekatan kami belakangan ini


---


Sepulang ku kerumah, koko langsung masuk kekamar ku dan feelingku pasti pria itu sudah memberi tahu apa yang terjadi tadi siang. Benar saja, koko langsung meminta penjelasanku.


"Jadi apa alasannya? Dia? Dia siapa?" Tanya koko


"Yang seperti dia bilang, di hati chila sudah ada yg chila cintai ko. Mau bagaimanapun yang namanya cinta nggak bisa dipaksakan, please ko ngertiin chila loh. Chila juga masih muda, belum mau untuk serius. Target chila menikah itu masih 3 tahun lagi ko" Jawab chila tegas


"Kalo memang begitu, bawa kerumah, temui koko dan papa, koko cuma mau tau pria mana yang mampu mencuri hati adik koko yang satu ini. Sehingga dia berani menolak lamaran pria yang baik dan sudah mapan" tegas koko


"Nanti ko, kalo waktunya sudah tepat pasti chila bawa dia kerumah" jawabku sambil langsung memeluk koko


-----


Bonus foto kamar chilaa ya guys 🤗