My Future Is You

My Future Is You
Pikiran Aneh



Acarapun selesai, setelah berkumpul bersama temen-temen, makan bareng, ngobrol, dan foto-foto akhirnya pulang juga kerumah. Sesuai kata fano di telfon tadi dia bilang aku harus pulang dijemput oleh Kyle. tak lama kemudian ada pesan masuk di hpku..


---


(WhatsApp Pesan)


Kyle : cil, dimana? udah kelar belom? gue dicafe depan gedung yaa


Chila : udah le, barusan aja abis foto dan salam-salam


Kyle : oke, tunggu depan pintu masuk ya, tar langsung naik aja kemobil


Chila : okeyy


---


Tak lamapun benar kyle datang, klakson mobil kyle pun berbunyi tanda bahwa ia menyapaku untuk segera menyuruhku masuk dalam mobilnya. Saat mau masuk dalam mobil, kak raka dan teman-temannya termasuk Abim keluar dan menyapaku yang akan menaiki mobil. Kyle yang sedari tadi menunggu dimobil kini membuka kaca mobilnya sedikit.


“chil, udah mau pulang? sapa kak raka


“iya kak, udah dijemput soalnya hehe” balasku


“ini orangnya yang tadi ditelfon yah haha” ledek kak raka kembali


“oh bukan kok kak, dia temenku Kyle namanya hehe. yaudah ya kak aku pamit pulang duluan” jawabku sambil pamit untuk masuk dalam mobil.


Sesaat sudah masuk dalam mobil, kyle mengklakson pada kak raka dan teman-temannya menandakan bahwa permisi untuk pulang. di dalam mobil, cukup lama aku dan kyle tak banyak bicara hanya menyanyi saja mengikuti lagu yang diputar di dalam mobil Kyle. ditengah perjalan kyle mengajakku mengobrol.


“cil, kenapa nggk bilang sama gue kalo lo mau kondangan? kan bisa gue temenin”


“iya le, sorry ya nggk bilang sama lu, soalnya kan elu biasanya minggu suka pergi sama keluarga lu” jawabku


“iya sih, family time. tapi kebetulan minggu ini free kok. kan papa lagi ke bandung”


“papa belum balik?” balasku


“belum. lusa katanya baru balik. nanti kalo mau minta temenin kemana-mana Tanya dulu ya, kalo fano nggak bisa ka nada gue, ada cecil, jgn kemana-mana sendirian kekgini, kek nggak punya temen aja lu”


“hahah, temen gue mang cuma lu ber 3” jawabku


“hahah, iya le iyaa, maaf ya sayang kuh” jawabku sambil mencubit gemas pipi kyle


“dah telfon fano dulu, laporan sama pak bos. kalo nyonya udah dijemput sama sopirnya”


“hahaha, siap pak sopir tar aku telfon fano ya” jawabku sembari mencoba menelfon fano tapi tak diangkat jadi langsung ku WA saja dengan melampirkan foto ku dan Kyle dan mengatakan bahwa aku sudah dijalan untuk pulang...


Sesampainya dirumah, aku membaringkan tubuhku ditempat tidur dan merasa sedikit lelah karena sepulang dari menghadiri pesta pernikahan temenku, aku langsung mengerjakan laporan kantorku yang sedikit menumpuk karena di akhir bulan. Aku sedikit memikirkan tentang kejadian tadi siang, terutama tentang Abim. sekilas wajahnya terlintas dipikiranku, tak kusadari aku mulai senyum-senyum sendiri, lalu aku tersadar dan kutepis bayangan itu sambil bergumama udah chil, jangan diinget terus, lu cuma baper aja kok, inget cuma baper. udah yaa. Untuk mengalihkan perhatianku, aku mulai membuka hp ku dan menghidupkan data seluler, bagaikan terkena gempa hp ku begetar begitu hebat dan ternyata semua itu chat dari mereka ber 3 yang sedari tadi meramaikan grub seperti malam-malam biasanya.


---


(WhatsApp Group)


234 pesan belum terbaca


Fano : gaya mu le


Kyle : beneran fan, serius aku ini


Cicil : alah no, nggk usah percaya sama lele


Kyle : beneran cik, Tanya si chila kalo nggk percaya


Cicil : mana nih chila nggak muncul dari tadi, ditelfon juga nggak aktif


Fano : akhir bulan, biasa laporan haha


Chila : tau aja no kamu ini hahah


Cicil : nah keluar juga ni anak wkwk


Kyle : iya kan cil, percaya kan lu cil. please bantuin gue hahaha


.........


next