
Sabtu ini, aku telah selesai mem packing semua keperluan ku mulai dari make up, beberapa baju, sepatu dan lain sebagainnya untuk di bawa ke rumah mertua ku. Sejak dari tadi semua keluarga dari abim telah berada di rumah chila, berniat untuk menjemput chila dan abim tinggal di rumahnya. Abim membantu chila menurunkan semua koper dan beberapa kotak perlengkapan lainnya
"Yank.. jangan sedih ya, setiap weekend kita tidur di sini. Okee?" Abim
"Iya yank.. sedih aja ninggalin mama sama papa disini, untung masih ada koko dan kak ester yang tinggal di sini" Chila
"Iyaa, aku tau yank rasanya gimana. Tiap weekend kita tidur sini ya. Jangan sedih dong" Bujuk Abim
"iya sayang, nggak sedih kok.. ayo turun papa udah tunggu di bawah" Chila. Dan kini mereka ber dua turun ke bawah
----
Ruang tamu rumah chila kini di penuhi dengan ke dua belah keluarga besar baik chila maupun keluarga abim. Mereka melepas putri kecil kesayangannya untuk tinggal di rumah sang mertua dan mereka menyadari bahwa putri kecil mereka kini telah sangat dewasa.
Senang, sedih bercampur haru mereka semua rasakan saat akan mengantar chila pergi. Abim yang merasa bahwa keluarga besar chila ini terutama sang mama yang sangat dekat dengan chila pun sedikit meneteskan air mata karna akan melepas kepergian putri kesayangannya ini
"ma, mama jangan sedih ya. setiap weekend abim sama chila pasti main dan tidur di sini ya" Kata abim menenangkan mama
"iya ma sudah, lagian chila juga udah besar ma, dia sudah menikah sudah jadi seorang istri, jadi harus patuh dan nurut apa kata suami" Papa
"iya nak abim, mama tu cuma sedih sama haru juga. ternyata anak bontot mama ini udah beneran menikah tapi tingkahnya masih suka kayak anak kecil yang manja hahah" Tawa mama mengingat tingkah chila yang terkadang manja
"mama, iya ma di dalem rumah ini, chila tetep jadi anak bontot yang paling manja kesayangan mama dan papa, temen berantem ko dimas, temen nge gosip ce yaya. Tapi di luar rumah ini chila sekarang sudah jadi seorang istri yang dewasa dan nggak manja mah hihii" Rayu chila meyakinkan mamanya
"iya ma, kalo mama kangen sama manjanya chila. biar nanti dimas aja ma yang manja-manjaan sama mama ya hahah" Celetuk dimas memecahkan suasana membuat semuanya tertawa
"mari besan, kami sekeluarga pamit pulang dulu. Besan tenang aja, chila sudah saya anggap seperti anak kandung saya sendiri, nggak membedakan antara mantu dan anak. Setiap besan dan keluarga mau main ke rumah kami menemui chila.. Pintu rumah kami ter buka lebar untuk kalian sekeluarga" Papa Abim
"yaudah pa, ma, semuanyaa.. abim dan chila pamit ya. abim janji bakalan jaga chila sepenuh hati seperti papa, mama, koko dan cece menjaga chila selama ini" Tegas abim
"iya ma..pa.. Percaya sama chila dan kak abim ya. selama ada kak abim chila baik-baik aja kok" Tegas chila
"iyaa nak abim, chilaa.. pergilah, hati-hati ya. kalo sudah sampai jangan lupa kabarin papa. Jaga diri baik-baik ya nak" Papa
"iya pa. kami pergi yaa" Abim. dan kami pun menyalimi mereka semua lalu pergi~
.
.
next
.
.
Hello gaes..
bantu terus support Author ya biar makin semangat menulis lagi, lagi dan lagi dengan cara like, comment apa perlu dishare ya hihiww~
klik favorit biar tak ketinggalan episode selanjutnya..
I love you. Xoxo♥️