
“malu cil malu, masa iya sih elu yang minta dikenalin. inget lu cewekkk. kalo koko lu tau elu kekanjian gini, hmm abis loh cil” gerutuku dalam hati..
Tiba-tiba lamunanku disadarkan oleh getaran handphone dalam tasku. Kulihat layar hp ku, ternyata sahabatku Fano yang menelfon..
“*halo, iya fan ada apa?”
“....”
“tadi gue naik taksi online kok, iya gpp. enjoy ya sama projectnya. semoga berjalan lancar”
“....”
“iyaa, tar gue telfon si kyle. Makasih yaa cintaku”
“....”
“I love u to*” Begitu kataku dengan mesra saat mengakhiri percakapanku dengan fano di telfon. Tanpa kusadari, ternyata kak Raka sedari tadi berdiri disampingku dan sambil meledekku...
“Hayo loh, ketahuan kan hahaha” ledeknya
“Hahaha apa sih kak, temenku yang telfon. Jangan ngeledek dong heheh” Jawabku tersipu malu. antara malu karena sehabis terima telfon dari fano dan ke gap oleh kak raka, atau karena disamping kak raka ada laki-laki yang sedari tadi mencuri perhatiaanku.
“Hahaha. Ohiya Cil, ini kenalin temen kakak. Bim, ini temennya adikku Chila, dan ini Abim temennya kakak Raka kerja” kata kak raka sambil memperkenalkan kami berdua
“Oh iya halo kak, aku Archila” sapaku sambil tersenyum malu
“Oh iya halo Chila, aku Arazal Abimana, bisa panggil aku Abim” sapanya balik sambil tersenyu manis..
“Bim, gue tinggal kedepan sebentar ya kamu tunggu disini dulu ya sebntar sama chila” celetuk kak raka yan sepertinya telah membaca pikiranku.
“iya ka, gpp selow aja” balas Abim..
-flashback-
dulu waktu aku masih kelas 1 SMA aku pernah menjalin hubungan dengan seorang pria bernama Azriel, aku dengannya sudah cukup lama menjalin sebuah hubungan hingga akhirnya kami memutuskan.. oh tidaktampaknya hanya aku yang memutuskan untuk menyudahi hubunganku yang sudah terjalin 4 tahun lamanya dengan Azriel. Pengkhianatan yaa pengkhianatan itu dimulai saat kami menjalani hubungan LDR saat Azriel dinyatakan lulus kuliah dan mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliah di Australia. Setahun awal aku merasa hubunganku dengannya baik-baik saja. sampai pada akhirnya aku dan dia jarang berkomunikasi karena alasan waktu dan perbedaan jam. Sejauh manapun dia menutupi akhirnya terbongkar juga. Saat kakaknya fano sedang berlibur menghabiskan waktu cutinya, dia memutuskan untuk berlibur keAustralia dan tanpa sengaja kakak fano pun melihat Azriel sedang bermesraan dengan seorang wanita disebuah café disana. Dan tampa berfikir panjang dan menebak-nebak. akhirnya kakak fano pun melakukan panggilan Skype pada Fano yang kebetulan sedang berada dimobil bersamaku, Kyle dan Cecil. Betapa kaget dan tak percaya aku saat itu mendapati seorang yang kau cintai sedang asyik bermesraan dengan wanita lain diluar sana sedangkan aku disini selalu menunngu kabar darinya. Sakit yaa saat itu sakit sekali, dan tanpa kusadari air mataku menetes dan kemudian dengan perasaan menggebu cecil menelfon Azriel menggunakan ponselku, dan ternyata tak diangkat sama sekali, padalah jelas terlihat divideo tersebut dia sedang memegang Hpnya..
Dan karena alasan inilah, mereka ber 3 tak pernah membiarkan gue pergi kemana-mana sendirian, bukan karena gue nggk mau berbaur dengan orang baru tapi karena mereka takut gue jadi nggak nyaman dan nggak percaya diri. Soal koko dan cece kandung gue bahkan orang tua gue sendiripun tak pernah tau masalah ini, karena memang gue bukan tipe orang yang suka berbagi cerita tentang hal semacam ini dengan mereka, terkecuali sahabatku ber 3 ini..
-flashback off-
Tampaknya keberuntungan sedang berpihak padaku hari ini, dia Abim tiba-tiba menyapa dan mengajakku mengobrol terlebih dahulu..
“chila udah kerja?” tanyanya yang tiba-tiba membuyarkan lamunanku
“Alhamdulillah udah kok kak, kakak sendiri kerja?” tanyaku balik
“Alhamdulillah, kakak juga udah kerja. Kerja dmn kamu?” Abim
"di kantor Perpajakan kak, kalo kakak?"
“kakak di kantor Dinas Perhubungan, sama satu kantor kok sama Raka” jawabnya
“oh iya kak, Alhamudulillah kalo gitu hehehe” jawabku sambil melemparkan senyuman manisku
“bim, ada anak-anak lain disana, yuk gabung” ajak kak raka yang tiba-tiba datang
“Oke ka.. chil kesana dulu ya” katanya padaku sambil melempar senyuman tipis dari bibirnya
“oh oke kak, silakan” balasku sambil tersenyum. Setelah kak raka dan kak abim berlalu menjauh, aku sedikit bergumam dalam hati udah nih? gitu aja kak? nggak minta nmr telfon ku kek, username sosmed kek huhuhu~~
next