
Kini, pagi hari telah mengusik istirahat kedua pengantin baru ini, tampak sedikit sinar matahari masuk dari sela-sela gorden balkon yang tak begitu tertutup rapat. Chila yang merasa sangat silau akan hal itu menjadi sedikit terbangun dan melihat bahwa tangan sang suami masih setia stand by melingkar di atas perutnya.
Chila yang merasa ingin membuang air kecil pun segera memindahkan tangan suaminya dan hal itu membuat abim sedikit ter usik.
"Mau kemana hemm?" Tanya abim sambil tetap tak ingin melepaskan chila
"Chila mau pipis yank" jawab chila yang masih berusaha menjauhkan tangan abim
"Yaudah kamu langsung mandi ya, nanti kita mau jalan-jalan kan" Abim
"Iyaa, aku mandi dulu ya, kamu nanti beresin tempat tidur ya hehe" Chila
"Iya siaap" jawab abim.
Saat chila ingin turun dari kasur, chila merasa sedikit pedih di bagian sensitifnya. Chila sadar karena hal yang ia dan sang suami lakukan semalam pasti telah membuat selaput di bawah sana telah robek. Chila masuk ke dalam kamar mandi sambil jalan sedikit melambat karena menahan sedikit perih
Setelah masuk ke dalam kamar mandi, chila berendam sebentar dalam bath up yang penuh dengan air hangat dan sedikit busa dari sabun dan ada kelopak bunga mawar disana dan tak lupa chila menghidupkan aroma terapi agar dirinya menjadi lebih segar setelah keluar dari kamar mandi. Cukup lama ia berada di kamar mandi dan mencoba untuk beradaptasi dengan rasa perih yang ia rasakan, chila mengambil hp nya dan menelfon sang sahabat cecil
"*Halo cik, lagi apa?"
"...."
"Gpp cik, aku mau nanya dong, tapi malu"
"...."
"Iya udah hehe"
"Iya sih, tapi lumayan sakit juga cik. Sampe pagi ini pun sedikit perih, gimana yaa"
"...."
"Bawa sih cik, tapi ada di kamar"
"...."
"Di kamar mandi hehe"
"...."
"Heheh yaudah cik, makasih yaa atas sarannya. Maaf loh aku ganggu kamu"
"...."
"Hahahah. Kamu mah. Yaudah ya byee*" dan mematikan telfonnya
Setelah selesai mandi, ternyata chila lupa membawa kimononya, karena kimono yang ia kenakan semalam di taruh abim di meja samping tempat tidur. Chila pun terpaksa keluar hanya menggunakan lilitan handuk dengan rambut yang basah dan aroma yang harum khas sabun mandi. Abim yang mencium itu pun langsung menoleh dan melihat istrinya hanya memakai handuk saja.
"Kenapa pake handuk?" Abim
"Yaudah, kamu pake baju ya, kita turun ke bawah terus sarapan dan langsung jalan. Aku mandi dulu" jawab abim dan langsung bergegas mandi
Setelah abim masuk kamar mandi, chila yang hendak memakai baju pun teringat atas saran cecil saat di telfon tadi dan melaksanakan saran cecil tersebut dengan baik dan kini chila dan abim telah siap untuk pergi
----
(Daegu Street)
Saat sedang berjalan menikmati suasana kota daegu, abim mengajakku bicara
"Yankk.." Abim
"*Apa?"
"Kamu beneran udah nggk sakit lagi*?" Abim
"Iya sayang, udah ah jangan di tanyain itu terus. Malu tau hehe" jawab chila sambil memeluk erat lengan abim
"Bearti kalo malem ini aku mau lagi,, boleh?" Tanya abim sedikit ragu
"Kapan pun kamu mau, i'm ready heheh" jawab chila meyakinkan abim
"Bener ya hehe, tapi kalo sakit bilang ya jgn di paksain. Aku nggk mau kalo kamu sampai sakit" Abim
"Iya sayang, udah ah ayo jalan-jalan dulu, itu urusan nanti di hotel heheh" jawab chila... Hmm bener juga ya saran dari cecil ampuh ni kayaknya, udah nggk begitu perih lagi, duh the best deh memang tuh anak.. batin chila
.
.
next
.
.
Hello gaes..
bantu terus support Author ya biar makin semangat menulis lagi, lagi dan lagi dengan cara like, comment, vote dan apa perlu dishare ya hihiww~
klik favorit biar tak ketinggalan episode selanjutnya..
I love you. Xoxo♥️