
Hari ini adalah hari dimana hari pernikahan sahabat ku yaitu Cecilia Brigitta. Ada yang berbeda dengan acara hari ini di bandingkan dengan tahun sebelumnya. Dimana jika di tahun sebelumnya saat ada acara kami hanya berkumpul atau datang ber 4 seperti pasangan yang double date, dan tak sedikit yang mengira bahwa aku berpacaran dengan Fano, sedangkan Cecil dengan Kyle. Kami tak pernah menanggapi serius hal itu karena bagi kami itu hal biasa.
Aku yang datang bersama Abim pergi lebih dulu karena akan menjadi pengiring pengantin, sedangkan keluargaku yang lainnya akan datang menyusul belakangan. Belum lagi mereka akan membawa cia keponakanku yang super duper aktif itu huft~
"Chillll..." Teriak kyle dari kejauhan sambil melambaikan tangan dan berjalan mendekati ku
"Kenapa? Teriak-teriak nggak malu?" Jawabku sedikit malu
"tau ni kyle. jangan malu-malu in sih beb" Celetuk kimmy
"Udahlah, mereka nggk kenal kita juga haha. Si fano mana?" Kyle
"Nggak tau nih, dari tadi di telfonin nggak di angkat. Mungkin di jalan. Biasa fano temen lu itu le. kayak nggak tau aja lu hahah" jawabku
"Nah itu fano sama si alin baru dateng" kata abim yang kebetulan melihat ke arah pintu masuk
"Lama banget sih no, dari mana aja lu" protes kyle
"Iya, sorry ya sorry. aku abis ngerjain project di kantor sama alin, terus langsung buru-buru kesini, alin aja make up di mobil ya hahah" Fano
"Ah dasar fano banyak alasan. Hati-hati ya lin sama fano nih, suka banyak alasan hahah" jawabku
"jangan percaya yank, chila sama kyle ni memang sirik sama aku hahah" bela fano
----
Tak lama acara pun berjalan dengan khidmat dan sesuai dengan rencana. kini semua tamu undangan sekarang telah menikmati hidangan yang sudah di siapkan oleh kedua mempelai yang sedang berbahagia duduk di pelaminan. Cecil yang cantik mengenakan gaun pink dan mahkota yang diatasnya ada berlian tampak senada dengan Mark yang mengenakan jas berwarna senada.
Semua orang menatap ke arah mereka yang begitu pangling melihat kedua mempelai ini, ada yang berbisik mengatakan bajunya bagus, mempelai prianya tampan, oh ternyata suaminya bule, cantik banget cecil, makanannya enak loh, dekorasinya mewah banget dan yaa banyak macam-macam lainnya (tau sendiri lah ya kalo sering datang ke acara nikahan, pasti ada aja bisik-bisik tetangganya ya khaan wkwk😋)
"Yank.. kamu nanti mau pernikahan seperti apa?" Bisik abim padaku
"Apa? Kamu pangggil aku apaa?" Tanyaku yang takut salah dengar
"Kok panggilnya itu? Tumben kak" kataku dengan heran tapi rona merah di pipi ku kini jauh lebih memerah karena malu
"Gpp lah, jadi mulai hari ini. Aku mau panggil kamu sayang ah, biar orang tau kalo aku tu calon suami mu. Bukan hanya pacar mu" tegasnya
"Ih alay banget sih sejak kapan kamu jadi alay hah? haahah" jawabku yang makin malu di dibuatnya
"nggak kok itu malah panggilan cinta aku ke kamj haah" Abim
"pasti gara-gara denger si fano manggil alin gitu kan hahaha" Ledek chila
"hahaha" tawa abim cekikikan
.
.
next
.
.
Hello gaes..
bantu terus support Author ya biar makin semangat menulis lagi, lagi dan lagi dengan cara like, comment, vote dan apa perlu dishare ya hihiww~
klik favorit biar tak ketinggalan episode selanjutnya..
I love you. Xoxo♥️