My Future Is You

My Future Is You
Cuti Kerja



Tiga hari sebelum izin cuti bekeeja, hari ini adalah hari terakhir chila bekerja. Di kantornya ia sudah mengundang beberapa teman sekantornya dan beberapa atasannya. Saat suasana jam istirahat makan siang, chila selalu makan bersama dengan teman kantornya di kantin kantor.


"Chil, maaf ya sepertinya aku nggak bisa hadir di acara kamu, aku ada acara keluarga juga" ucap Karin teman sekantorku


"Iya gpp rin, minta doanya aja yaa"


"Duh, chila selamat ya akhirnya kamu menikah juga" celetuk Pika yang baru datang ke kantin


"Iya pikaaa. Terima kasih juga yaa. Awas loh nggk dateng. Ajak juna yaa" jawab ku


"Siaap, nanti aku ajak juna ya" jawab pika dan kami melanjutkan makan


----


Cuti hari pertama ku baru di mulai. Rumah yang biasanya hening dan tenang kini berubah menjadi sedikit bising, karena kedua keluarga besar baik dari papa atau pun mama telah banyak berdatangan. Tak luput pula dari saudara per sepupu an yang usianya tak jauh dari usiaku.


"Teh chil, akhirnya teh chil menikah juga ya. Dira seneng banget" ucap dira (keponakan dari papaku yang dari bandung)


"Iya mbak chil, akhirnya ya. Nadra penasaran sama wajah calon suami mbak chil hihii" celetuk Nadra (keponakan papaku dari semarang)


"Iyaa ya alhamdulillah, nanti pasti liat sendiri gimana calon suami mbak chila yaa" jawabku


"kita jadi nggak bisa nge mall bareng lagi deh kalo dira ke sini huhu" Dira


"iya mbak, nanti kan nadra juga kangen banget jalan-jalan sm mbak chila lagi" Nadra


"masih kok masih bisa. kita tinggal izin aja sama kak abim. abis tu kita jalan deh hahah" Jawab chila menenangkan sepupunya


"Ce chilaaa!!" Teriak Eunji (sepupu mamaku dari china)


"Eunji.. baru dateng? Sama siapa?" Tanyaku


"Mommy and daddy. Do you miss me ce?" Eunji


"Tooooo much" jawabku sambil memeluk Eunji


Kini mereka semua sedang berada di kamar ku, semua keluarga sepertinya sedang mengabsen kehadirannya kehadapanku, sehingga satu persatu dari mereka masuk ke kamarku~


----


"*Chil oteweh rumah ya"


"...."


"Iya sendirian, mark kerja"


"...."


"Okedeh. Byee*"


Cecil yang baru saja menelfon ku kini telah sampai di kamarku, kami menghabiskan waktu berdua sebelum akhirnya aku menjadi seorang istri seperti status cecil sekarang. Banyak cerita dan kenangan masa lalu yang kami jalani dari masa lugu dan polos, masa-masa baru mengenal lelaki hingga masa sekarang saat kami akan menjadi seorang istri.


"Chil, akhirnya kamu menikah, menikah dengan oranng yang kamu sangat harapkan pastinya. Hampir 6 tahun lalu rasanya kamu baru bercerita tentang putusnya hubunganmu dengan dia, sedihnya, hancurnya hatimu aku sangat tau dan paham chil. Dan baru 3 tahun lalu juga kamj menghabiskan waktu dengan sendiri, menolak untuk siapa saja yang datang dan mencoba mencuri hatimu dengan alasan lelaki ini (Abim) dengan harapan optimismu, doa yang selalu kamu panjatkan akhrinya semua itu dikabulkan oleh yang Maha Kuasa di waktu yang sangat tepat.. duh jadi nangis kann" Cecil


"Ahh cik, kamu jangan bikin nangis dong. Nanti kata orang aku nggk bahagia lagi mau nikah sama Abim huhuu" jawab chila juga ikut menangis tapi sambil tertawa


Kini chila dan cecil menghabiskan sore di kamar chila, yang mungkin sebentar lagi tak akan leluasa jika cecil keluar masuk kamar itu tanpa izin dari sang penghuni kamar.


.


.


next


.


.


Hello gaes..


bantu terus support Author ya biar makin semangat menulis lagi, lagi dan lagi dengan cara like, comment, vote dan apa perlu dishare ya hihiww~


klik favorit biar tak ketinggalan episode selanjutnya..


I love you. Xoxo♥️