My Future Is You

My Future Is You
Satu Bulan Pernikahan



Tak terasa satu bulan sudah chila dan abim menjadi pasangan suami istri, menerima segala kekurangan masing-masing. Mulai dari chila yang menerima segala ke kurangan abim yang super duper sabar, tidur yang kebo, hobi ber main game berjam-jam. Sedangkan abim sendiri menerima segala ke kurangan chila yang terkadang manja, sedikit keras kepala dan suka marah-marah hihii~


Siang ini chila memesan makanan via aplikasi online di kantornya. ia menikmati salad buah porsi besar sendirian.


"chil, kamu yakin abis?" Tanya rara heran (teman sekantor chila)


"nggak yakin sih, tapi kan kalo nggak abis bisa di simpen, kalo kurang mau pesen lagi kan lama lagi hehe" Jawab chila polos


"kamu udah makan kan tadi di kantin?" Rara


"udah.. sama lutfi tadi, aku cuma makan soto daging tanpa nasi kok, seperti biasa hahah" Chila


"kamu ini.. musuhan banget sama nasi? jarang loh aku liat kamu ini makan nasi. mau diet?" Rara


"aku udah kurus gini ra, mau diet gimana lagi?" Chila


"tapi kamu gendutan chil" Rara


"keliatannya aja, tapi timbangan aku masih stay di 45 kg kok ra hahah" Chila


"apa iya?" Jawab rara sedikit heran


"udah lanjut kerja aja, bentar lagi pulang loh" Chila


"iyaa..eh kamu di jemput suami mu?" Rara


"iya ra, kenapa?" Chila


"gpp, udah nggak naik motor lagi? hahah" Rara


"maunya sih naik motor sendiri ra, tapi nggak boleh sama abim hahah" Chila


"yaudah, nurut yaa sama kata suami hahah" Rara


"kamu ra, bisa aja hahah" Chila. dan mereka melanjutkan kerja hingga jam pulang.


----


Di depan kantor, chila sedang menunggu abim menjemputnya. Seperti biasa, chila duduk di kursi meja depan satpam yang cukup akrab sama chila.


"chil, di jemput mas abim?" Pak budi (satpam kantor chila)


"iya pak. tapi katanya masih di depan agak sedikit macet katanya" Chila


"nah itu chil mobil suami mu bukan?" Pak budi


"ahh iya pak, makasih ya pak. Pulang duluan pak budi" Chila


"iya chilaa, hati-hati" Pak budi. dan chila kini telah masuk dalam mobil


"kenapa pak budi?" Abim


"oh kirain kenapa. maaf ya agak lama, tadi macet di depan sana. Kita muter aja ya, lewat jalan belakang" Abim


"iya aku mah terserah kamu" Jawab chila santai sambil melepaskan sepatu hak tingginya


"tumben di lepas, kenapa?" Abim


"pegel yank. Sakit pake yang tinggi" Chila


"yaudah, besok cari sepatu yang haknya nggk terlalu tinggi aja" Abim


"nggak ada yank, paling besok chila pake flatshoes aja deh, yang kamu beliin waktu itu" Chila


"iyaa lebih baik itu dari pada pake heels pegel kakinya" Abim


"iya yank.. nih kamu mau nggak?" chila sambil memakan salad buah yang ia beli di kantor tadi


"tumben kamu makan beginian, biasanya paling males" Tanya abim heran


"nggak tau yank, lagi pengen aja sih tadi di kantor jadi langsung pesen deh hahah" Chila


"kamu ini, yaudah di habisin yaa" Abim


"eh yank, kita lewat jalan belakang kan? ngelewatin rumah mama dong?" Chila


"iya yank.. kenapa? mau mampir?" Tawar abim


"boleeh yank.. mampir bentar ya, sekalian mau ambil beberapa flatshoes di rumah" Chila


"boleeh yank" Jawab abim sambil mengelus pucuk kepala chila


.


.


next


.


.


Hello gaes..


bantu terus support Author ya biar makin semangat menulis lagi, lagi dan lagi dengan cara like, comment apa perlu dishare ya hihiww~


klik favorit biar tak ketinggalan episode selanjutnya..


I love you. Xoxo♥️