
Hari ini aku dan cecil memutuskan untuk jalan berdua, bukan tanpa alasan. Tapi karena cecil ingin menceritakan tentang hubungan asmaranya dengan kekasihnya Mario Kaizel seorang pria bule yang tinggal di brazil dan bekerja disebuah perusahaan cukup ternama disana. Tak banyak cerita antara cecil dan prianya ini, karena memang cecil tak mau menceritakan hal yang sifatnya pribadi sekalipun dengan sahabatnya sendiri. Hari ini aku dijemput oleh cecil menggunakan mobilnya. Cecil yang cantik dengan memoleskan wajahnya dengan makeup seperti biasanya yang membuatnya semakin cantik, kami tiba disebuah restoran...
Cecilia Brigitta
📸 by me
Cecil mulai menceritakan hubungannya dengan Mario yang tampaknya akan menuju kearah yang serius..
"chil, kayaknya si mario mau keIndo dan bicara sama mama papa. sepertinya dia serius" Cecil
"bagus dong kalo dia memang serius, yah tapi nanti gue sedih deh" Rengekku
"lah kok sedih?" Tanyanya
"kalo kamu nikah sama Mario, ya pasti sahabatku berkurang satu dong. cuma sama Fano dan Kyle doang disini. kamu pasti imut balim ke Brazil kan" Jelasku
"yaampun kirain apaan. iya chil aku ikut dia kebrazil. cukup pacaran aja yang ldr, kalo udh nikah jangan ldr lagi lah hahah" Jawabnya selagi bercanda
"kapan rencananya?" kataku serius
"tahun depan chil, aku mau nyelesaiin s2 ku dulu" jawab cecil
"bentar lagi dong hmm" Jawabku sedikit sedih
"udahh, mangkanya biar kamu jangan sedih terus berusahalah cari pasangan hidupmu. masa' kamu kalah sama Kyle dan Fano. mereka tampaknya udah ada gebetan masing-masing deh" Tegas Cecil
"iya aku juga maunya lupain dia cik, ngehilangin perasaan ku sama dia, tapi kalo sekarang aku belum siap cik, rasanya kek belum mau ngelupain dia"
"gimana mau lupa kamu aja nggk pernah mau coba deket sama yang lain" Cecil
"*iya cik, nanti kucoba untuk memantapkan hatiku lagi, apakah aku harus berlabuh sekarang, atau tetap berlayar"
"bahasamu cil hahaha*" kata cecil yang akhirnya membuat kami berduapun tertawa dan membahas hal lainnya.
-----
Archila Ramadhani
📸 by Cecilia Brigitta
-----
"chilaaa?" sapa seorang pria sambil menepuk pundakku
"iyaa" jawabku sambil refleks menoleh
"bener kamu chila kan, masih inget aku? ini aku jiel, Azriel" jawabnya
"azriel? hmm.. oh azriel yang mahasiswa bimbingan pak eko ya?"
"iyaa bener. udah lama ya nggak ketemu. kamu apa kabar?" tanyanya lagi
"iyaa, aku baik. kamu gimana? baik?" tanyaku
"aku baik chil, kamu kerja dimana?" Azriel
"aku kerja di kantor perpajakan, kamu dimana?"
"aku di perusahaan GIGA GROUP, eh btw aku boleh minta kontakmu?" Azriel
"boleh kok" Kataku sembari mencatat nomorku dihp nya
"kamu sendiri? nggak bareng temenmu?" Azriel
"*iya sendiri, mereka lagi sibuk. maklumlah sudah punya kesibukan masing-masing hahah"
"kamu naik apa?" Azriel
"tadi sih dianter sama kakak iparku, sekalian satu arah dia ada kerjaan"
"pulangnya dijemput lagi*?" Azriel
"*belum tau sih, tapi katanya Fano mau jemput pulang kalo kerjaannya sudah selesai"
"pulang denganku mau? kan kita juga satu arah, masih rumah lama kan*? Azriel
"*hmm, nanti aku coba telfon fano dulu ya, takutnya dia datang aku udah pulang"
"okedeh, nanti panggil aja ya. aku kesana dulu nemui temen-temen lainnya" kata azriel sambil berlalu danendapatkan tanda oke dari tanganku*...