
Sampai pada akhirnya, satu bulan kemudian, dua bulan, dan enam bulan kemudian rasaku tetap sama ke pria tersebut, tak henti aku selalu panjatkan doa kepada Tuhan agar aku dipertemukan dan jika memang dia jodohku kelak aku meminta semoga diberikan kemudahan untukku agar bisa bertemu dengan dirinya. Rasa itu semakin menjadi jadi, bukan berkurang malah semakin bertambah. Aneh? Yaa aneh memang. Setelah kejadian pertemuan itu aku tak pernah sama sekali bertemu bahkan hanya sekedar berpapasan disuatu tempat. Hingga pada akhirnya pada bulan ke 6 aku menyukainya, aku sedang jalan kesuatu Mall dengan cecil hanya berdua ya hanya berdua karena kami ingin membeli beberapa pakaian dalam dan berburu peralatan makeup yang sedang diskon. Saat lagi asik memilih makeup, sudut mataku seperti melihat sosok yang tak begitu asing bagiku. Kulihat dengan jelas, kuperhatikan dengan seksama sambil mencoba berfikir. Akhirnya aku tersentak dan spontan langsung menepuk pundak cecil dan berkata...
"Cikkk, liat deh ituu disamping kiri gue, itu kayaknya kakak perempuan si Abim" celetukku
"Aduhh sakit chilaa.. mana? Yang mana cil? Jawabnya
"Itu yg pake baju pink, pake kacamata" jawabku dengan cepat
"Apa iyaa? Bentaar bentar coba aku liat fotonya dulu" jawab cecil dan spontan langsung cek galeri hp nya
"Bener nggakkk" kataku
"Omggggg... Cil bener cil benerrr itu kakak kembarnya si Abim, sumpah demi apa lo ketemu keluarganya cil" jawab cecil penuh semangat
"Tuh kan, tuh kaaan. Duh gimana ni.. gila gue grogi bgt cikkkk" jawabku sambil gigit jari tangan
"Buruaaann, coba kamu telfon si fano sm kyle suruh mereka susulin kesini buruuu" suruh cecil dan langsung kutelfon mereka secara bergantian
----
(Via telfon yang tersambung ke Fano)
"Halo fan, lu dimana? Buruan susulin gue sm cecil, gue lagi di Mall biasa" pintaku segera
"....."
"Iya buruan kesini ya, gue tnggu di Dior, jangan lama okee" kataku lagi
"....."
"Oke bye, hati-hati yaaa" jawabku dan langsung mematikan telfonku
----
Disisi lain, cecil yang sedang mencoba menelfon Kyle pun dari tadi tak ada respon, tampaknya kyle sedang tertidur pulas dirumahnya, mengingat sewaktu dichat grub tadi pagi dia mengatakan bahwa dia akan hibernasi karena sehabis ngerjain laporan keuangan di bank tempat ia bekerja. Dan cecil pun langsung memberi pesan pada kyle dengan harapan jika dia bangun dan membaca pesan ini kami masih berada disini...
"Apa cil, ada apa? Kenapa lu nelfon nyuruh gue kesini buru-buru?" Sapa fano yanh sedikit tertatih
"Aduhh maaf ya, jadi lebay gini hehe. Ini minum dulu" jawabku yang merasa tak enak sambil memberinya air mineral yang ku beli sewaktu datang kemari.
"Ada apa kalian menelfonku dgn nada suara yg begitu? Apa ada yang menggangu kalian?" Tanya fano yang masih kebingungan sebenarnya ada apa
"Hahaha, nggak no nggak, maaf ya kita lebay. Soalnya tu lo liat deh cewek yg pake baju pink trs pake.kacamata itu, mirip kan sm yg difoto ini" kata cecil seraya memberi tau fano dan melihatkan foto dr galerinya.
"Iya mirip, bukan mirip orang yg difoto ini ya dia.. emg itu siapa sih?" Tegas fano
"Tuh kan cil, benerrr.. ituloh no kakaknya si Abim" jelas cecil
"Abim siapa cik?" Tanya fano yang sedikit lupa
"Yaampun no, abim loh si abim yg ngusik pikiran temen lu ini" jelas cecil seraya menunjuk diriku
"Oalah si abim itu tah, terus kenapa?" Tanya fano lagi
"Itu kakaknya no, lu liat dong temen lu ini, harapan dan doa dia terkabul hari ini. Yaa meskipun bukan bertemu langsung sama si Abim, seenggaknya ketemu keluarganya dulu lah ya" jawab cecil.
Selagi mereka membahas masalah tersebut, tiba-tiba ada anak kecil yang menabrak tubuh Chila dan dengan refleks langsung menggendong anak kecil tersebut. Ia cantik, putih dengan rambutnya yang sedikit ikal. Persis seperti boneka dan namanya keisha karena dibaju yang dikenakan anak kecil itu ada nama Keisha di depannya. Sontak saja aku, fano dan cecil saling pandang, karena anak kecil ini adalah keponakan dari Abim, yaa lebih jelasnya adalah anak dari kakak perempuan si Abim yang sedari tadi kami perhatikan. Sewaktu kami ber 3 saling pandang, tiba-tiba ada sosok wanita yang menyapa kami..
"Aduhh, maaf ya dek" kata perempuan tadi yang langsung menyadarkan kami
"Iya gpp bu," jawabku sambil langsung tersenyum malu
"Iya maaf ya dek sekali lg, dia ini suka.lari-larian jadi nabrak kalian deh" jawab wanita itu sambil membalas senyumku setelah mengambil anakmya dan berlalu pergi menjauh..
"Cila, gila cil gila.... Kakaknya nyapa elu cil" kata cecil yanh bersemangat
"Udah, doa aja terus cil. Kalo memang jodoh nggk kemana, tp ya jgn doa aja, usaha juga" jawab fano yang cukup membuat pikiranku kacau
next