My Future Is You

My Future Is You
Di Lamar



(hello guyss.. sebelumnya Author minta maaf ya kalo jadwal tayangnya belum pasti, kadang pagi, siang, sore ☹️ soalnya kerjaan Author di kantor juga lagi menumpuk guys, maklum akhir tahun banyak buat laporan huhu~


tapi Author janji, setiap hari pasti disempetin up cerita selanjutnya yaa. Mohon pengertiannya semuaa🤗♥️)


Setelah satu minggu pertemuanku dengan Abim waktu itu, hubunganku dengan abim kini jauh lebih intens, tapi kami tak menjalani hubungan pacaran, hingga saatnya kini Abim memutuskan untuk mengajakku kerumahnya dengan tujuan untuk memperkenalkanku dengan keluarganya yang sedang berkumpul untuk menghabiskan waktu libur panjang bersama yang tinggal beberapa hari lagi. Abim masuk dengan mengenggam tanganku lembut, lalu menyapa sang papa yang sedang duduk diruang tamu.


"Pa, kok papa disini? Dimana yang lain?" Sapa abim dan aku hanya tersenyum ramah


"Ada di dalem lagi masak. Siapa ini bim?" Tanya papa


"Eh iya ini pa, Chila namanya bakalan jadi calon mantu papa" tegas abim kepada papanya yang langsung membuatku melotot tak percaya


"Halo om" sapaku sembari menyalimi tangannya


"Panggil papa aja, biar lebih akrab ya mantu" jelas papa dan hanya kubalas dengan kata "oke pa" sambil cengegesan


"Adun (adik abim) mana kak la dan kak ly? (Shela dan shely)" Tanya abim pada adiknya yang sedang bermain ps dikamar dan hanya dijawab adun dengan menunjuk arah dapur


"Kaaak, ini aku bawa calon adik ipar. Katanya siap membantu memasak, iya kan chil?" Sapa abim pada kedua kakaknya sambil menggoda chila


"Oh jadi ini calon adik ipar kak ly sama kak la?" Tanya kak ly sambil melihat ke arah ku dan langsung ku salimi mereka berdua


"Cantikk.. abim bisa aja milih" goda kak la padaku dan abim


"Chil, yang ini kak la, dan yang ini kak ly" kata abim yang sembari memperkenalkan kedua kakak kembarnya karena mereka tampak sangat mirip sehingga membuat chila sedikit bingung dan diperhatikannya sebentar ternyata kak la yang memiliki tahi lalat di bawah mata sedangkan kak ly tidak.


"Kamu bantuin kak la sm kak ly potong sayur ya" pinta kak ly


"Oke kak" kataku sembari menaruh tas dan menggulung lengan bajuku sedikit.


Abim yang dari kejauhan dan sedang mengobrol dengan papa dan adiknya sambil memandangi sang calon keluarga baru dirumahnya hanya bercerita sedikit tentang keseriusan abim menikahi chila sampai akhirnya semua makanan sudah siap diatas meja makan dan mereka makan siang bersama.


-flashback-


Satu hari setelah pertemuan mereka, chila menceritakan semua kejadian yang ia alami. Bagaimana ia di ledek oleh kedua kakaknya, bagaimana kedua orang tuanya menunggu abim untuk datang silaturahmi kerumahnya. Sampai pada akhirnya abim memutuskan untuk menyetujui ajakan dari sang calon mertua untuk mengunjungi rumahnya.


Dengan membawa 1 kotak pizza dan 2 kotak martabak manis kesukaan orang tua chila, karena sebelumnya chila yang memberi tahu akan hal itu. Dengan hati penuh rasa gugup dan cemas dengan apa yang akan terjadi, dia pun masuk kedalam rumah sederhana tersebut namum terkesan sangat mahal, karena ada kehangatan keluarga yang tak ternilai.


Abim masuk ke dalam rumah dengan dibukakan pintu oleh chila dan langsung masuk duduk di ruang tamu bersama kedua orang tua chila, disusul oleh kedua kakak dan kakak ipar chila yang tiba-tiba menyerbu keluar dari kamar masing-masing


Rasanya seperti seorang penjahat yang sedang diintrogasi oleh banyak polisi dan detektif yang membuat abim semakin gugup. Saat semua diruangan itu memperkenalkan diri, papa langsung menanyakan apa maksud dan tujuan dirinya datang kerumah ini.


"Jadi gini, om, tante, dan kakak-kakak. Maksud saya datang kesini ingin mengajak chila serius, saya ingin melamar anak om dan tante" jawab tegas dari abim yang membuat semua melotot kaget, apalagi chila yang sangat terkejut akan hal ini karena abim bilang ia hanya akan mampir berkunjung bukan untuk melamar


"Kalo boleh saya tau kenapa kau mau melamar adik saya?" Tanya koko balik


"Karena saya yakin, bahwa chila adalah jodoh saya yang tuhan kirimkan dengan pertemuan tiga tahun silam" Jawab tegas abim yang nambah membuat chila berkaca-kaca karena tak pernah ada laki-laki yang berani mengatakan ini di depan keluarganya


"Apa kamu tau kalo chila kami ini anak yang manja dan keras kepala?" Lanjut cece


"Gila ko, perasaan prin kemarin ngelamar gue nggak sampe segini amat" bisik cece pada koko


"Bearti prin nggak seberani calon adik iparmu" balas koko berbisik


"Aduh, kenapa jadi pada tegang begini. Ayo-ayo kita sambil makan. Mama sama chila sudah masak banyak" kata mama yang memecahkan suasana dan semuanya bejalan menuju ruang makan


"Jadi kamu bener yakin bim mau milih chila sebagai istrimu?" Tanya papa lagi supaya meyakinkan


"Abim yakin om. Karena bagi abim semesta tak main-main dalam mempertemukan abim dan chila 3 tahun silam" Tegas abim lagi dan kali ini mata sang mama yang mengeluarkan air mata karena baginya abim adalah sosok pria yang bertanggung jawab dan tegas


"Jadi kapan rencana kamu mau melamar chila?" Tanya mama sambil mengelap sedikit air matanya


"Kalo semuanya sudah merestui dan dipermudah jalannya, abim mau melamar chila bulan depan te" Jawab abim tegas lagi


"What bulan depan? Sudah sematang itu perkiraan kamu?" Tanya koko


"Iya kak, kalo sudah yakin lebih baik secepatnya dari pada berlama-lama" balas abim


"Tuh cowok tu kayak gitu mas, kalo emang serius langsung lamar jadi si wanitanya nggk menunggu lama-lama" celetuk papa


"Yasudah kami semua setuju dan merestui kamu untuk meminang chila. Tapi balik lagi ke chila, apa chila mau atau tidak?" Sambung papa


"Pasti mau lah pa, orang dia cintanya sama abim dari 3 tahun lalu" celetuk koko


"Kokooo!!!" Teriakku sedikit geram dan hanya mendapat tertawaan dari semua yang ada diruang tersebut


-**flashback off-


.


.


next


.


.


Hello gaes..


bantu terus support Author ya biar makin semangat menulis lagi, lagi dan lagi dengan cara like, comment apa perlu dishare ya hihiww~


klik favorit biar tak ketinggalan episode selanjutnya..


I love you. Xoxo♥️**