
17 Oktober 2016
Tak terasa sudah 1 tahun lamanya aku memendam rasa untuk lelaki yang mungkin dia tak pernah tau tentang perasaanku padanya, atau bahkan dia mungkin sudah lupa akan diriku. Hingga sampai saat ini, mereka ya sahabat-sahabatku selalu memberiku dukungan untuk coba menghubungi pria itu. Doa dan harapan selalu tercurah dari bibir dan hatiku, aku memohon kepada Tuhan agar selalu di dekatkan jika dia kelak memang jodohki. Sama seperti dulu tetap rasamya tak pernah berubah sedetik pun. Dia saat aku sedang kekeh mempertahankan hati dan perasaannku untuk pria itu. Aku beberapa kali melakukan penolakan kepada laki-laki lain yg menaruh hati padaku. Seperti saat beberapa minggu setelah pernikahan Kakak pertamaku, ada temannya semasa kuliah dulu yang tertarik padaku dan mencoba untuk mendekatiku melalui kakaku..
Saat sore tiba, sepulang diriku dari kantor aku langsung masuk dlm kamarku dan segera untuk mandi. Kupandangi kamarku yang tak begitu rapi karena tadi pagi sebelum berangkat kekantor aku tampak terburu-buru karena bangun kesiangan akibat samalam kami ber 4 video callan padahal baru kemarin kami bersama. Saat aku sedang asik mendengarkan lagu sambil membuat laporan dikamarku, tiba-tiba koko masuk kedalam kamarku dan sedikit mengagetkanku..
"Dek, kami masih betah sendiri?" Tanya kakakku yg tiba-tiba masuk kekamarku
"Masih ko, masih muda juga. Emang kenapa? Kok tumben koko tbtb masuk kamar trs nanyain hal ini?" Jawabku yang sedikit heran
"Gpp sih, ada temen koko sewaktu kuliah dlu, dia bilang dia tertarik sm kamu, pengen kenal kamu. Dia temen koko yg paling baik dibanding yang lainnya, nggak neko-neko juga anaknya lurus aja" Tegas koko untuk meyakinkanku
"Temenmu yg mana ko? Rasanya semua temenmu aku paham dan kenal, tp tampaknya nggk ada yg seperti koko bilang" Balasku heran
"Ehhh sok tau kamu dek, temen koko mu ini banyak, diseluruh penjuru ada semua. Nggak kayak kamu, dari dulu temennya cuma sama mereka bertiga hahahah" ledek koko
"Iya ya hahah, tp mau gimana lagi ko, udah nyaman sama mereka bertiga sih hahah" balasku membela diri
"Udah coba dulu untuk kenal sma temen koko. Namanya irfan, nanti dia chat kamu ya. Koko sudah kasih nomor kamu. Okee" Jawab koko yang langsung keluar kamar tanpa tau adiknya menyetujui hal ini atau tidak
"Lah, ko kok gitu sih.. kokoooo!!!" Teriakku sedikit kesal
Benar saja, keesokan harinya saat aku sedang merapikan tempat tidurku dan akan segera berangkat kekantor menaiki motor kesayanganku. Yaa aku sebenarnya tak diizinkan lagi untuk mengendarai motor dan kedua kakakku memaksaku untuk membeli mobil saja, tapi aku tak mau bukan karena aku tak bisa mengendarai mobil. Tapi aku hanya malas saja dengan kemacetan jika aku harus terburu-buru dan naik mobil pasti sampainya akan lebih lama. Ketika kamarku sudah rapi dan aku sedang berjalan menuruni tangga, hp ku tiba-tiba berdering menandakan ada telfon yang masuk. Kulihat hp ku dan hanya tertera nomor tak ada nama, aku malas sebenarnya untuk menganhkat telfon yang tak kukenal, tapi kupikir ini mungkin nomor kurir karena aku sedang memesan paket.
"Halo, selamat pagi" Sapa pria dibalik nomor tersebut
"Iya selamat pagi, maaf siapa ya?" Jawabku to the point
"Ini kak irfan, temen kak dimas" balasnya
"Oh iya kak, ada apa?" Tanyaku
"Gpp dek. Kamu mau berangkat kerja?" Jawabnya lagi
"Oh kebetulan kalo begitu, kk sudah berada didepan rumahmu. Mau pergi bareng nggk? Kan kantor kita satu arah?" Jawabnya lagi
Duh males banget, apa sih coba jemput-jemput segala. Ditolak dia udah didepan rumah, nggk ditolak aku risih. Duh gimana ini... kata batinku yang sedikit kesal
"Ohiya boleh kak, tunggu sebentar ya aku pake sepatu dulu hehe" jawabku sedikit tertawa
"Oke, kk tunggu depan rumahnya" jawabnya sembari mematikan sambungan telfon
Sesaat setelah menuruni tangga, aku langsung berpamitan dengan papa, mama, koko dan istrinya kak ester untuk pergi bekerja dan tidak sarapan karena tak enak jika kak irfan menunggu lama.
"Ma, pa.. chila pergi yaa" kataku sambil menyalami keduanya yg berada didapur
"Nggak sarapan dlu?" Kata mama
"Nggak ma, mau buru-buru" jawabku dan langsung menemui koko dan kak ester yanb berada dimeja makan
"Ko, kak, chila pergi dlu ya" kataku sambil menyalami mereka juga
"Nggak naik motor?" Tanya koko
"Nggak, aku dijemput" jawabku
"Sama siapa? Fano? Kyle?" Tanyanya lagi
"Temenmu" jawabku ketus dan langsung pergi
"Oh irfan, gercep juga ya dia hahaha. Hati-hati ya fan" teriak koko dari depan pintu rumahku..
next