
Setelah pesanan datang dan kami pun masih lanjut bercerita tentang kegiatan kami selama 3 tahun terakhir ini. Panjang x lebar kami telah bercerita, tiba-tiba Abim menanyakan satu hal yang membuatku gelagapan untuk menjawabnya..
"Chil, kamu bener suka sama aku? Selama ini? Sampai sekarang?" Tanya abim yang tiba-tiba
"Kok to the point bgt kak, aku bingung mau jawab gimana hehe" kataku sambil menggaruk kepalaku
"Iya gpp, aku serius nanya itu chil. Jd bener?" Tanyanya lagi
"Yaa sejauh yang kakak tau itu semua bener kak hehe" Jawabku sedikit malu
"Terus kenapa kamu nggak coba bicara dari awal? Kenapa setelah hampir 3 tahun kamu baru berani?" Tanyanya heran
"Yaa karena aku takut kak, aku nggak berani dan nggk tau harus mulai dari mana. Emg kenapa kak? Apa skrg udah telat? Apa kakak udah menikah? Atau sudah ada pasangan?" Jawabku
"Kenapa kamu pikir aku sudah memiliki pasangan dan bahkan menikah?" Abim
"Yaa mengingat umur kakak yang berbeda 3 tahun denganku, aku rasa di umur kakak yg skrg kakak sudah siap dan matang untuk menikah" Jawabku polos
"Hahaha, kamu benar di umur kk yg sekarang memang sudah matang untuk menikah. Karena alasan itulah kakak mengajakmu bertemu dan bicara serius padamu" Abim
"Bicara serius? Maksudnya kak?" Tanyaku heran
"Iya aku serius, aku ngajak kamu ketemu untuk mengajakmu serius chil. Kakak mau dengar alasan kamu kenapa kamu bisa menaruh hati sama kakak hanya sekali ketemu, tak ada cerita atau pun saling berkomunikasi tapi perasaanmu sejauh ini" Tanya abim yang kini heran
"Oke gini kak ya chila jelasin. Hufttt.. chila juga nggak tau kak alasan apa yang bener-bener pasti alasan mengapa. Hanya saja saat melihat kakak pertama kali chila ngerasa ada yang beda di diri kakak, ditambah lagi jantung chila berdetak hebat saat kakak ajak bicara. Bagi chila kakak itu sosok pria yang chila cari selama ini, tapi balik lagi terserah kak abim ya mau percaya apa ngak, yang jelas chila sudah menjelaskan se detail mungkin bagaimana perasaan chila ke kakak, selebihnya biar kakak yang menentukan" Jelas chila
Setelah menjelaskan masalah perasaan yang cukup rumit ini, kami ber dua pun memutuskan untuk pulang kerumah. Saat keluar dari cafe koko menelfonku
"*Halo iya ko?"
"...."
"Berapa kotak? 2 kotak?"
"...."
"Rasanya di mix aja yaa?"
"...."
"Kak, kalo kakak mau pulang duluan gpp kak. Soalnya chila mau beliin donut dulu pesenan kakak ipar yang lagi ngidam hehe" Kataku pada abim
"Gpp chil, kak abim temenin aja. Nanti biar sekalian pulangnya aku antar ya" Pintanya
"Beneran? tapi rumah chila jauh kak hehe" Jawabku
"Iya beneran. Jauh dimana?" Abim
"di komplek perumahan Mutiara kak"
"oh di mutiara. Udah searah sama rumah kakak. Rumah kakak di jalan Palem, searah kan? Abim
"iya searah, tapi beneran kak?" Tanyaku lagi untuk memastikan karena takut merepotkan
"iya beneran gpp" jawabnya sambil mengelus atas kepalaku dan hanya kubalas senyuman sambil bergumam dalam hati.. yaampun tahan chila tahan, aduh mau pingsaaan astagaaaa baahgianyaaaaa~
.
.
next
.
.
Hello gaes..
bantu terus support Author ya biar makin semangat menulis lagi, lagi dan lagi dengan cara like, comment apa perlu dishare ya hihiww~
klik favorit biar tak ketinggalan episode selanjutnya..
I love you. Xoxo♥️