My Future Is You

My Future Is You
Lamaran Anda Ditolak (lagi?)



Pertemuanku malam itu dengan Azriel ternyata berbuntut panjang, Azriel yang sedari dulu ternyata punya sedikit rasa untukku mulaj memberani kan diri untuk bicara dan mencoba untuk mengambil hatiku.


"kenapa kamu baru bilang skrg?" tanyaku bingung


"aku baru berani sekarang chil, setelah aku memiliki pekerjaan tetap" Balas azriel


"kenapa baru berani?" tanyaku mendetail


"aku pikir kamu dan fano itu pacaran chil, soalnya kalian berdua deket banget" jelasnya


"aduh jiel, aku sama fano, cecil dan kyle itu temenan bersahabat sudah lama" Jelasku


"chila.. yang namanya persahabat antara laki-laki dan perempuan itu nggak mungkin ada yang namanya pure sahabatan. pasti salah satunya ada rasa lebih dari itu" Tegas Azriel


"tapi emang kenyataannya kita temenan loh ji" balasku


"aku nggak yakin chil, mungkin kamu yg anggep mereka sudah seeprti sahabat bahkan keluarga. tapi ya siapa tau antara kyle atau fano pernah ada rasa sama kamu" Jelasnya


"hahaha udahlah, semoga aja nggak ada, semoga persahabat kami memang didsari oleh persahabatan sesungguhnya" Bantah chila


"jadi gimana? kamu mau? aku mau serius sama kamu, aku udah nggak mau buang-buang waktu lagi loh chil. aku nunggu kamu udah dari jaman kita kuliah sampe saat ini. aku udah coba tuk hilangin.perasaanku sama kamu dgn aku pacaran sama yang lain, tapi aku belum dapet feel yang kayak kami beri ke aku". Jelas azriel


"jii, maaf ya. mungkin aku terlalu cepat menolak kamu. tapi nyatanya skrg dihati aku udah ada nama orang lain ji, orang itu sudah cukup lama ngisi hatiku, hampir 3 tahun aku nunggu dia sendiri dalam diam dan cuma bisa berharap lewat doa ji. aku yakin pasti kamu ngerti rasanya kek gimana. tapi kamu coba pahami aku juga ya, kalopun aku terima trs aku ngejalaninnya setengah hati ya nggak enak juga kan? lebih baik aku bilang dari sekarang, dari awal biar kita sama-sama enak" Jelasku


"chil, aku tau dan paham dengan perasaan kamu. mungkin salah aku juga yang nggak berani ngomong dari awal, dari dulu waktu kita pertama kali deket. aku sedikit nyesel karna aku baru ada keberanian sekarang, rasanya aku sedikit terlambat ya hehee. maaf ya chil aku jadi tambah beban pikiran kamu" Balas Azriel yang sedikit kecewa namun ya namanya azriel dari dulu memang orangnya tak pernah marah, kesal dan dia selalu bersyukur dan legowo atas apa yang terjadi


"makasih ya ji kamu udah ngertiin aku. aku harap selepas ini kita masih bisa bertemen seperti biasanya. dan kuharap juga kamu dapet cewek yang jaaauh lebih dari aku segalanya" Ucapku sambil tersenyum lega


"aku harap kami juga begitu ya chil" Tegas azriel


----


(Via telfon cece)


"*halo ce? dimana?"


"....."


"sendiri apa ada kak prin?"


"....."


"....."


"gpp ce, rasanya udah kangen aja ngobrol bertigaan lagi heheh"


"....."


"oke ce. see youu*"


------


Aku sudah sampai kerumah ce yaya yang jaraknya tak terlalu jauh dari kantorku, dan ternyata kulihat mobil koko sudah berada didalam pagar rumah ce yaya.


"ko, ce.. chila mau ngobrol. seriuss" Kataku sedikot gugup dan mulai kuceritakan tentang awal pertemuanku dengan Abim, hingga perasaanku padanya sampai detik ini.


"yampun dek, kamu ini kenapa sih? tinggalin segala sesuatu yang nggak pasti" Cece


"kenapa kamu baru cerita sama koko dan cece? kamu takut? takut koko marahin?" Koko


"iya ko. maaf ya chila baru berani untuk cerita ini sekarang. chila takut kalo koko sm cece pasti bakalan marah kalo tau hal kekgini" Jawabku takut


"chilaa, kamu dengerin koko ya. semarah-marahnya papa, mama, koko maupun cece itu semua demi kebaikan kamu sendiri. mana ada koko marah-marah nggk jelas smaa kamu kalo kamu nggak ngelakuin kesalahan kan? jadi skrg koko tanya. kamu masih punya rasa sama dia? kami udah pernah coba bilang sama dia?" Koko


"masih ko, chila juga nggk tau. rasanya nggk ilanh ko semakin hari semakin bertambah. chila juga bingung harus apa dan bagaimana" Chila


"skrg gini, kami kan sudah tau nih nama ig nya, coba kamu dm dia. gpp kamu dm toh hanya sekedar menanyakan kabar dan silaturahmi kan?" Koko


"iya gpp syg, dari pada kamu semakin lama semakin sulit. kami sendiri nanti yang susah. umur semakin bertambah, sudah 2 lamaran yanh kamu tolak. mau nggu sampe dia ngelamar? ya kapan? dia aja nggk tau loh sama kamu kok ya bisa nggu dia tiba-tiba dtg ngelamar" Cece


"pokoknya koko nggk mau tau ya. koko kasih kamu waktu 6 bulan lagi untuk ngelupain dia. ya koko rasa waktu 6 bulan cukup untuk kamu mencoba buka hati untuk orang lain" Tegas koko


"yah jangan 6 bulan fong ko, 1 tahun ya plisss, 1 tahun. lubik hati chila tu bilang sabar bentar lagi" Pinta chila


"*i*ya oke gpp ko 1 tahun, biar dia bisa memantapkan hatinya untuk move on" Bela cece


"okee.. bener ya 1 tahun ya. inget ya chila. koko orangnya paling tegas dan nggk suka yanh nggk tepat janji" Ancam koko