My Cousin is My Husband

My Cousin is My Husband
8



PoV Author


Akhirnya mereka sampai juga di apartemen nya Dafa. Dafa memilih apartemen tentu nya biar dia tidak terlalu di kekang oleh orang tuanya nanti.dan tentunya apartemen ini lebih dekat dengan tempat kerjanya Dafa.


"dek Ratih,ini kamar kita. tapi mungkin mas akan lebih sering di ruang kerja. karena akhir-akhir ini ada masalah dengan pekerjaan. jadi lebih sering lembur nanti." ucap Dafa dengan alasan yang sebenarnya hanya dia yang tau.


"baik mas.tidak masalah. makasih mas." balas Ratih sambil melirik isi kamar itu.


"ok,silahkan kamu istirahat.tentu kamu pasti udah capek karena perjalanan kita ini."ungkap Dafa


"ohya,mas mau keluar sebentar. mau ketemu sahabat mas."lanjut Dafa


"baik mas. hati-hati. jangan terlalu malam pulang nya ya mas." ucap Ratih penuh perhatian


"ok dek." dan Dafa pun berlalu pergi meninggalkan apartemennya.


~~


POV Ratih


"kenapa rasanya hatiku gelisah dan ngak tenang gini ya?apakah pernikahan ini akan bertahan?apakah akan ada cinta diantara kami?" Ratih yang bermonolog di atas tempat tidur nya sambil berguling-guling untuk mendapatkan posisi paling nyaman.


"Ya Tuhan,kenapa aku uring-uringan gini ya?kira-kira mas Dafa punya kekasih ngak ya?apa aku jadi seorang perebut kekasih orang lain?Ya tuhan Ratih,kenapa kamu memikirkan hal itu?"


yang terus tampak gelisah semenjak kepergian Dafa.


"Ratih kamu itu ngak usah mikir macam-macam. positif thinking aja ya sama suami sendiri.kamu harus jadi istri penurut dan sayang suami. sekarang kamu tidur ngak usah mikir aneh-aneh."Ratih yang meyakinkan dirinya agar lebih tenang dan bisa tidur dengan nyenyak.


~~


POV Dafa


"ok,sekarang aku harus cerita sebenarnya sama sofia. aku ngak mau kalau dia salah paham nantinya."gumam Dafa yang sedang mengendarai mobilnya ke apartemen Sofia tambatan hatinya sejak kuliah.


"tenang Dafa. pasti Sofia memahami keadaan kamu."gumam Dafa untuk meyakinkan diri nya yang sudah berada di depan kamar apartemen.


~~


POV author


"sayaaaang,,aku kangen." Sofia yang berlari kearah Dafa dan memeluknya erat.


"iya sayang,mas juga kangen bangeet sama kamu." sambil menghirup aroma rambut kekasihnya itu.


"kamu pasti pake sampo baru yang mas kasih ya? mas suka aroma nya. pakai ini terus nya." lanjut Dafa yang sambil mengelus rambut kekasihnya itu.


"iya mas,aku juga suka sekali aroma nya. makasih ya hadiah nya." ungkap Sofia. dan mereka pun saling bertatapan dengan jarak yang sangat dekat.


"yuk,kita makan. katanya sayang masak buat mas. ngak sabar lagi. mas dah cium harumnya. "ungkap Dafa untuk memutuskan tatapan mereka. selama bersama kekasihnya,ia hanya sekedar berpelukan dan ciuman saja. dan dia tidak mau merusak kekasihnya sebelum halal. apalagi ia sekarang sudah menikah. karena dia belum tau bagaimana ekspresi kekasihnya ini tentang pernikahan nya ini.


"ohya mas,aku lupa.yuk kita makan. kamu pasti udah lapar banget. rela-rela jauh dari kampung demi aku." sahutnya.


setelah makan malam selesai. mereka bercengkrama di ruang tamu.


"sayang,,happy birthday" ungkap Dafa sambil memberikan sebuah kalung berbentuk bintang dengan Kilauan mutiara.


"waah, sayaang."Sofia yang terpana dengan kejutan yang diberikan kekasihnya itu.


"makasih sayang. aku ngak nyangka kamu bakal kasih aku kado. aku sangka kamu lupa." lanjut Sofia yang nampak terharu dengan kejutan itu.


"sini mas pasangin. ucap Dafa


"ngak mungkin mas lupa sayaang. demi kamu apapun mas berikan." lanjut Dafa.


Pukul sudah menunjukkan hampir 24.00. mereka menghabiskan waktu mereka untuk saling bercerita. namun Dafa belum juga menyatakan apa yang sebenarnya terjadi. karena dia tidak mau merusak momen bahagia nya saat ini. dan akhirnya Dafa pun memutuskan untuk pulang. karena dia memang betul menjaga kehormatan kekasihnya itu. dia ngak mau akan terjadi hal diluar kendalinya. maka nya dia tidak pernah menginap disana.


"bye-bye sayaaaang" sambil mereka saling yang melepaskan pelukan didepan pintu.


~bersambung