
Author POV
Dafa memasuki kamar.dia mencari keberadaan istrinya itu. namun tidak melihatnya. namun, dia melihat bahwa kamar mandi tertutup. jadi,Dafa bisa menebak bahwa Ratih di kamar mandi. Kemudian Dafa duduk santai di sofa sambil mengotak-atik handphone nya sembari menunggu.
Dafa membuka aplikasi media sosialnya. entah kenapa tiba-tiba dia berpikir untuk melakukan pencarian tentang istrinya itu. walaupun mereka ada hubungan kekeluargaan sebelumnya. tapi tetap saja jarang berkomunikasi. "ok aku cuma penasaran aja. siapa aja teman-temannya ratih" gumam Dafa untuk menekan gengsi nya yang tingkat tinggi itu.
"mmh?untung tidak di private kan."gumam nya.
kok dia cuma punya foto tentang makanan dan ketika dia ngajar? tapi tidak masalah juga. kelihatannya dia cukup terlihat lebih menarik ketika mengajar." lanjut Dafa sambil tersenyum ketika menjelajahi semua foto di media sosial Ratih.
tanpa dafa sadari. ada langkah kaki yang mendekatinya.
"eh mas,,kok mas udah ke atas lagi?udah selesai urusan nya dengan mama?"tanya Ratih yang heran lihat Dafa senyum-senyum melihat gawai nya.
Dafa terhenti dengan kegiatannya itu. dan tiba-tiba menyembunyikan apa yang sedang dia lihat. dia tidak mau kalau dia sedang menyelidiki tentang Ratih.
"iya,dek mas udah selesai dengan mama."ungkap Dafa sambil menyembunyikan handphone nya.
"sini duduk bentar dek. ada yang mau mas bilang."lanjut Dafa sambil menarik Ratih duduk di sampingnya.
Ratih yang agak gugup dengan genggaman tiba-tiba dari Dafa membuat jantung nya bekerja tidak normal lagi.
"iya mas" sambil Ratih agak membuat jarak dan menggeser posisi duduknya agar tidak terlalu dekat dengan Dafa. Ia tidak mau Dafa mendengar dentuman jantung nya yang berkerja lebih cepat.
"kenapa jauh-jauh. sini dekat mas."ucap Dafa yang sadar bahwa Ratih membuat jarak diantara mereka.
"tidak masalah mas. seperti ini aja. biar lebih nyaman aja."alasan Ratih yang terlihat masih gugup
"kamu tidak mau kita lebih dekat dan saling mengenal lagi?"goda Dafa sambil bergeser kearah Ratih.
"hahaha,,"tawa Dafa langsung menggelegar ketika melihat tingkah nya Ratih yang terlihat lucu bagi Dafa.
"dek,kamu tidak perlu terlalu serius. mas cuma menggoda kamu kok. kita pelan-pelan saja untuk saling mengenal. toh waktu kita masih banyak."lanjut dafa.
"ma'af Ratih. aku terpaksa bersandiwara seperti ini. aku tidak mungkin menggantikan posisi kekasih ku sebenarnya."ungkap Dafa dalam hatinya.
"mas mau bilang,kalau kita berangkat sore nanti ke kota J. soalnya mas ada urusan mendadak besok." jelas Dafa yang menatap lurus pada Ratih.
"baik mas. tidak masalah. aku menurut saja yang sudah mas putuskan." balas Ratih yang setuju saja.
"kamu yakin setuju ikut mas?" tanya Dafa untuk memastikannya lagi
"iya mas,Ratih setuju. kan mas udah jadi suami yang harus Ratih patuhi. Ratih mau jadi istri yang selalu mendampingi mas dan patuh dengan arahan mas." balas Ratih untuk meyakinkan Dafa.
"baik lah,,kamu siap-siap mengemasi barang-barang yang kamu perlu kan." ucap Dafa sambil menggenggam tangan ratih.
"ada lagi yang kamu tanyakan?" lanjut Dafa.
"mmmh, ohya mas,aku mau nanya. nanti ketika di daerah J, aku mau tetap bekerja. boleh ngak mas?tanya Ratih agak ragu- ragu.
"mmh,,,,,.."Dafa yang tampak berpikir
bersambung
~~