My Cousin is My Husband

My Cousin is My Husband
13



Author POV


Setelah makan siang, Ratih melanjutkan aktivitasnya mempersiapkan dokumen yang dibutuhkan untuk melamar pekerjaan di sekolah.


Selain mengajar, Ratih memiliki hobi sampingan menulis novel online. Jadi, ketika menstalking media sosial teman-temannya ketika makan siang, muncul ide untuk menulis alur cerita nya. tak terasa waktu sudah menunjukkan waktu ashar. Ratih memutuskan untuk berhenti.


"aaahhhh" sambil meregangkan tubuh nya karena berkutat didepan laptop.


"yes,,selesai juga beberapa episode, jadi agak tenang pas liburan" ucap Ratih pada dirinya sendiri.


krrr~krrr~krrrr~


"wah,tau aja ini perut lapar." udah kebiasaan Ratih jika udah mengerjakan sesuatu yamg menguras pikiran bawaan nya lapar.


"wah, kayak nya tiba-tiba mau makan burger M* D ya?" dah lama rasanya makan burger🤤.


"kira-kira ada dekat disini ngak ya? mari kita cek" ungkap Ratih yang sembari membuka aplikasi untuk memesan makanan.


"Yey ada yang terdekat." seru Ratih dengan bahagianya.


"ohya, mau yang seger seger. kira-kira bibi ada beli buah ngak ya?" pikir Ratih yang sedang melangkah ke arah kulkas untuk mengeceknya.


"wah, ada ternyata. makasih bibi." dengan senyum merekah nya. Ratih mengambil pisau untuk mengupas kulit buah apel yang di ambilnya.


Ting tong ting tong


"wah, ngak terasa dah datang aja pesanan ku. sebentar mas." teriak Ratih ketika melangkah ke arah pintu.


"iya mas,tunggu sebentar?" ucap Ratih ketika membuka gagang pintu apartemen nya.


"eh??" yang melihat dan yang dilihat pun terkejut memandang satu sama lainnya. ratih menyangka mas g*jek yang datang. namun, seorang perempuan cantik dengan gaun modis yang tampak elegan.


POv Ratih


"ma'af mbak,, ada perlu apa ya?" tanya ku terlebih dahulu.


"saya yang harus nya nanya sama mbak. mbak ini siapa?" dengan ekspresinya tampak kurang suka.


"saya istrinya mas Dafa, Ratih" ungkap ku sambil mengarahkan tangan ku untuk menyalaminya.


"apa?? saya Sofia pacarnya mas Dafa!!" balasnya dengan ekspresi marah.


"ok, sekarang saya telepon mas Dafa menjelaskan hal ini." ungkapnya sambil menghubungi mas Dafa.


drrttt drrttt drrttt


panggilan pertama tidak diangkat. kemudian panggilan kedua baru diangkat oleh mas Dafa.


"apa? sayang kamu di..Tut Tut Tut " sambungan telpon langsung terputus.


~~


POV Dafa


"ya Tuhan, akhirnya aku tidak bisa mengelak lagi." gumam Dafa.


"Andi, saya pulang dulu.ada urusan mendadak. tolong atur ulang jadwal meeting hari ini." ucap Dafa yang tergesa-gesa keluar dari ruangannya.


"baik pak" jawab sekretaris Andi yang heran melihat bos nya yang sangat beda dari yang biasa nya.


~


lain halnya di apartemen, Ratih membiarkan Sofia untuk masuk untuk menunggu kedatangan Dafa.


"silahkan duduk mbak." ungkap Ratih


" tanpa kamu suruh pun saya akan duduk" jawab Sofia ketus.


Akhirnya mereka duduk berhadapan dan saling diam.


"mbak mau minum apa?" Ratih masih mencoba untuk ramah kepada tamu nya. walaupun banyak pertanyaan yang berkeliaran di pikirannya.


Ting tong ting tong


Ratih langsung menuju pintu karena dia tau pesanan makanan nya sudah datang. kemudian menatap tidak nafsu terhadap makanan yang sudah di pesannya.


"mbak mau makanan ini?" tawar Ratih dengan sopan.


"ngak perlu. ngak usah sok dekat." ungkap Sofia yang masih ketus.


akhirnya Ratih hanya terdiam dan tidak jadi memakan burgernya. kemudian hanya dibiarkannya saja sambil menunggu kehadiran Dafa.


"sepertinya itu mas Dafa" ungkap Ratih ketika mendengar bunyi pintu yang dibuka dari luar.


"ngak perlu kamu katakan pun, aku tahu yang datang adalah mas Dafa" ucap Sofia dengan nada meremehkan.


"Sofia.."


~~


bersambung