
Ratih POV~~
"aduh bilang ngak ya?"
"nanti mas Dafa setuju atau ngak ya?"
"mas Dafa masih ingat dengan tiket ke Paris? kan sayang kalau ngak jadi pergi. masalahnya Jum'at ini berangkatnya dan itu tinggal beberapa hari lagi." ku yang hanya bisa membatin sambil menatap mas Dafa yang sibuk dengan makanannya.
"baik lah,,aku coba saja. anggap aja ini biar tiketnya ngak mubazir." pikirku dengan mantap
"mmh,,mas. sebenarnya aku mau bilang.." mulut ku yang rasanya agak kaku.
"ya?mau bilang apa?kenapa harus gugup gitu?mas kan ngak makan kamu." tatapnya dan terhenti sejenak melahap makanannya.
"gini mas, sebelumnya mama mas memberikan tiket buat kita honeymoon. jadi dari jadwalnya hari Jum'at ini dan itu tinggal beberapa hari lagi. jadi, ratih mau nanya,apakah kita jadi pergi nya mas?" ungkap ku sambil melihat raut wajah mas Dafa.
"oowh,,masalah itu. tentu jadi. itukan hadiah mama. jadi kita harus pergi. anggap ini liburan kita." ungkap mas dafa.
"benarkah mas?ku sangka mas lupa." ucapku dengan girangnya.
"kamu belum pernah kesana kan?" lanjut mas Dafa.
" hehe,,belum mas. makasih mas" ucapku yang tiba-tiba tanganku menangkap tangan mas Dafa yang ada di atas meja..
deg deg deg
"ma'af mas" ungkap ku sambil melepaskan tangan ku dari mas Dafa yang merasa malu dengan tingkahku sendiri.
"mmmh" balas mas Dafa dengan senyum tipisnya.
"Ohya mas, Ratih juga mau bilang. apakah Ratih masih boleh ngajar?" lanjutku takut ngak ada waktu untuk bilang ini.
"tentu boleh,,yang penting kamu suka dan ngak terlalu terbebani." jawabnya
"dan kalau pun kamu ngak ngajar mas pun masih mampu untuk membiayai kamu. kamu cukup perhatikan kebutuhan mas." lanjutnya lagi dan meneruskan memakan makanannya.
suasana sarapan pagi ini terasa lebih santai. aku merasa lebih nyaman. dan mas Dafa pun tidak keberatan bicara sambil iya makan.
"kamu udah tau sekolah yang kamu tuju?"tanya mas Dafa lagi yang terhenti sebelum meneguk minumannya.
"makasih tawarannya mas. tapi ngak usah mas. Ratih mau coba sendiri dulu." tolak ku dengan halus.
"rencananya sekolah di dekat sini mas. tapi belum ada ku tetapkan sekolahnya."ungkap ku
"rencananya nanti malam aku mau searching dulu mas." lanjut ku.
"baiklah kalau begitu. nanti kalau kamu butuh sesuatu bilang aja sama sekretaris Andin. nanti mas kenalkan sama kamu. sebentar lagi pasti datang. dan kalau mau diantar ke sekolah nanti minta tolong aja sama pak Maman." ungkapnya dengan panjang lebar.
"Ya Allah,kok kamu perhatian sekali.aku bisa melayang nih." batin ku yang masih malu mengungkapkan perasaan ku.
"iya mas,makasih ya mas."ucap ku sambil tersenyum bahagia menatap mas Dafa yang baru selesai dengan makanannya.
"iya,yang penting kamu hati-hati." balas nya
"ohya mas,mas pergi ke kantor ngak di anterin pak Maman?" tanya ku.
"pak Maman, biasanya anterin mas kalau sekretaris Andi sibuk. sekarang mas di jemput sekretaris Andi. jadi, untuk tugas pak Maman sekarang anterin kamu." jelasnya
"Mas, langsung pergi ke kantor?" tanya ku kepo
"iya,,ini mas tunggu sekretaris Andi. dia menelpon tadi kalau dia datang terlambat. karena ada urusan mendadak. mangkanya mas bisa sarapan dengan tenang dengan dek Ratih."
" oh gitu. oke deh mas.aku bawa piringnya ya mas. aku mau cuci bentar" aku berlalu kearah tempat untuk mencuci peralatan makan.
"dek ngak perlu dicuci. nanti ada mbak yang bersihin rumah. biarkan saja."
"ini dikit kok mas.bentar juga selesai." jawabku yang jarak kami tidak terlalu jauh.
"yes,selesai." ungkap ku senang.
tok
tok
tok
Bersambung~~~