My Cousin is My Husband

My Cousin is My Husband
27



Sarapan pagi selesai yang masing-masing mereka nambah.


Dafa menyeruput kopi instan yang belum pernah ia rasakan.Ia tersenyum tipis yang bertanda bahwa minuman itu sudah termasuk dalam list favoritnya.


Dafa dan papa nya beranjak menuju ruang tengah sambil berbincang-bincang sedangkan Ratih membersihkan peralatan dapurnya. Walaupun ada pekerja yang khusus membantu dari pagi sampai siang untuk membersihkan villa. Maka terpaksa bibi tersebut mengerjakan hal lain. Urusan dapur Ratih yang mengerjakan untuk saat ini. Ratih tau, tidak ada yang bisa dilakukannya selain berhubungan dengan dapur. Hal ini tentu menjadikan waktunya tidak terbuang sia-sia. selain itu dengan bekerja akan menghilangkan pikiran -pikiran yang membuat harinya akan terasa buruk. apalagi setelah mengetahui sikap suami nya terlihat cuek dan dingin lagi.


~


"hari ini kalian rencananya kemana saja?" papanya membuka suara.


"hanya dirumah saja pa."balas nya dengan enteng.


"apa?hanya dirumah saja?kalau tujuan hanya tinggal di villa saja, maka tidak perlu jauh-jauh ke Paris. mending buat cucu nya dirumah saja." oceh papanya yang kurang suka dengan sikap cuek anak semata wayangnya itu. Ia tahu, bahwa anak nya itu memiliki sifat seperti itu, tapi ia berharap setelah memiliki seorang istri, ia bisa berubah menjadi lebih baik lagi setidaknya tidak cuek lagi.


"aah,,okey deh pa. nanti aku ajak jalan-jalan keliling dan belanja." Dafa mengalah agar tidak mendengar ucapan papa nya lagi.


"aa,itu baru namanya honeymoon. wanita itu juga butuh refreshing untuk meningkatkan moodnya."tambah papanya


"pasti mau cucu lagi."gumam nya dan ia lanjutkan


"baik pa."dengan helaan nafas berat yang panjang.


"Silahkan di makan buah nya pa, mas." sambil meletakkan piring buah yang telah di potong-potong nya. kemudian memilih untuk duduk di sebelah Dafa. tentu jika tidak dilakukan akan menimbulkan kecurigaan papa nya atas pernikahan yang sedang mereka perankan.


"terimakasih nak. ohya Ratih mumpung disini, katanya Dafa kamu bakalan pergi keliling Paris. jadi minta saja apa yang kamu ingin kan sama suami kamu ini ya." jelasnya dengan penuh wibawa kebapakan nya.


"wah, benarkah demikian pa? Ratih merasa tidak sabar nanti." ungkap Ratih antusias sambil melirik raut wajah suami nya untuk mencari kebenaran dari pernyataan papa mertuanya. dan ia bisa melihat bahwa Dafa mengangguk kan kepala nya yang artinya hal itu benar adanya.


"iya,kita nanti keliling dan belanja apa saja yang kamu butuhkan."timpal Dafa dengan ekspresi datar lagi.


"terima kasih mas" balas ratih untuk membuyarkan pikiran-pikiran negatif


terhadap suaminya.


~.


Dafa yang menggunakan kemeja linen berwarna putih dengan lengan di gulung rapi dan celana panjang abu-abu tanpa ikat pinggang.


Dafa sudah selesai bersiap-siap dengan tampilan kasualnya namun masih menampilkan sosok pria idaman para wanita


Ia menunggu di ruang tengah karena Ratih masih berdandan. Hal ini tentu disebabkan mereka saling bergantian menggunakan kamar.


Beberapa saat kemudian,


"Mas,aku sudah siap." suara Ratih membuyarkan aktivitas Dafa yang sedang berselancar dengan dunia maya.


"ah,iya dek" Dafa menoleh dan melihat sesuatu yang berbeda dari tampilan Ratih.


Ratih menggunakan gaun bermotif soft dan dipadukan dengan hijab segi empat polos. berlengan bentuk puff sehingga mampu membalut bentuk tubuh Ratih yang ramping.


Selain itu, Ratih menggunakan sedikit olesan make up natural sehingga mampu memancarkan kecantikan Ratih.


"mas, mas" panggil Ratih lagi yang melihat Dafa seperti memikirkan sesuatu.


"ah, iya dek. ayo kita berangkat." Dafa tersadar dengan lamunannya.


Bersambung ~~