
~ sehari sebelum keberangkatan ke Paris
Astaga Dafa!! apa yang sudah kamu lakukan nak?! dengan suara tertahan karena mengetahui laporan dari orang kepercayaan mama Dafa. tentu mama dafa tidak akan melepaskan begitu saja. karena dia lebih tahu bagaimana karakter anak nya.
terbukti dengan foto Dafa dengan kekasih nya sudah sampai di ponselnya.
"Dafa, kamu tidak boleh melakukan hal ini kepada Ratih. jangan sampai kamu menyesal nanti. fiks, jangan salahkan mama jika harus ada campur tangan mama nak!" pikir mama Dafa sambil mencari kontak yang bisa dihubungi.
"Assalammualaikum hubby" ucap mama Dafa dengan nada lembut.
"waalaikumsalam sayang. ada apa telpon? tadi kan baru by kabari lewat pesan? apa sangat merindukan hubby sayang?" ucap papa Dafa yang menggoda istrinya. walaupun sudah memiliki anak sebesar Dafa. mereka selalu punya cara untuk menjaga keharmonisan hubungan suami- istri.
"Hubby, boleh minta tolong?"ucap mama Dafa.
"untuk sayang nya hubby apapun boleh. dan tentu ada syarat nya?" balasnya dengan nada menggoda istri tercintanya.
"ok,hubby. asal hubby bantuin masalah anak kita." ucap istri nya yang sudah mengerti maksud syarat dari suami nya.
" anak kita Dafa sudah buat ulah, by." lapornya dengan serius.
"sebagai seorang mama dari anak satu- satunya, tidak mau nanti Dafa menyesal dengan perbuatannya. bagaimana..bla..bla..bla..." ungkap mama Dafa panjang lebar dan suami tercinta nya sabar menunggu penuturan istri nya.
"baik,sudah selesai yang?" untuk memastikan bahwa istri nya telah selesai.
" ok, sekarang sayang mau melakukan apa pada anak kita? apa kita pura-pura keluarin dari akta keluarga kita?kita keluarkan dari perusahaan? atau kita tahan semua saham nya? " tanya nya lanjut dengan memberikan solusi konyol yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.
"ah, hubby pasti ketularan sayang baca novel online kan? udah. itu hanya di novel-novel aja. kita lagi menghadapi yang nyata by. anak kita satu-satu nya." ucap istrinya yang heran dengan ide suami nya karena sudah di pengaruhi novel online yang sering dibacanya.
"hubby, harus tinggal serumah dengan mereka, terus bla..bla..bla.." ucapnya pada sang suami.
"ok, hubby sangat setuju dengan sayang. hubby dah ngerti maksud sayang. ma'af ya sayang. jadinya hubby telat pulang. jadi tidak bisa ketemu lebih cepat dengan sayang. hubby rindu sayang." dengan nada penuh cinta untuk istrinya.
"tidak apa-apa hubby. sedikit berkorban untuk anak kita yang salah jalan. dan kita wajib meluruskan nya. sabar ya hubby. besok sayang juga pulang ke rumah. sayang sudah selesai urusan dikampung. sayang juga rindu hubby. muuch." dengan suara khasnya setelah bicara nge-rap yang hanya suami nya yang ngerti dengan kebiasaan bicara istrinya yang sudah seperti rapper. (ada terbayang Readers? pernah liat orang bicara nya kayak nge-rap gitu?jadi banyangin aja ya😎)
"sayang nih, mulai lagi bicaranya nge-rap lagi? untung hubby pintar." balasnya mengingatkan.
"haha,,ma'af hubby. jadi kebawa suasana hubby. ingatin terus ya hubby." dengan nada manja.
"masak hubby terus ingatin? padahal kita mau ada cucu. nanti cucu kita kayak ngikutin bicara sayang yang suka nge-rap gimana? jadinya kan hubby harus ekstra juga mendengarkannya?" ucap suaminya dengan mode serius. Sedikit perdebatan suami istri adalah bumbu cinta.
"iya hubby ku,cinta ku. aku pada mu. sayang bakalan usahakan untuk tidak nge-rap. demi cucu kita. jadi hubby harus jalankan misi kita ya. biar kita segera punya cucu . udah ya hubby.ini mau siap-siap makan siang. Assalammualaikum hubby" ucap mama Dafa.
"waalaikumsalam sayang. sayang-sayang barusan dibilang usaha tidak nge-rap." ucap papa Dafa yang geleng-geleng dengan tingkah unik istri tercintanya.
~
tring tring tring..
Assalammualaikum Pa..
Bersambung~~