My Cousin is My Husband

My Cousin is My Husband
Prolog



Ratih Amelia(25 Tahun) yang berprofesi sebagai guru SMA. Selain itu, ia juga membuka bimbingan belajar. Jadi, pekerjaan itu sangat menyibukkannya. Akhirnya, ia serahkan kepada orang tuanya untuk mencari pendamping hidupnya. Kita hanya bisa berencana, tapi Tuhan yang Maha Kuasa yang menentukan. Di hari pernikahannya, calon suaminya dikabarkan keluar negeri dan tanpa sepengetahuannya sepupunya telah menjadi suami sah nya.


"Semoga pernikahan ini sakinah mawadah warrahmah"~Ratih


Dafa Adnan Bahri (28 Tahun) seorang dokter sekaligus pewaris tunggal Bahri Grup. Mendapatkan desakan mamanya dan tawaran menggiurkan saham mamanya. Dafa terpaksa harus menerima pernikahannya dengan Ratih. Padahal, ia akan memberitahukan keluarganya tentang Sofia,yakni seseorang yang akan dilamarnya setelah pernikahan Ratih dilangsungkan.


"Sekarang aku terima saja pernikahan ini, setelah saham mama aku dapat kan. Kemudian cari cara agar Sofia menjadi istriku." ~Dafa.


Danis Purwanta (29 tahun) yang juga seorang pengusaha milik Purwanta grup yang tidak kalah hebatnya dengan Bahri Grup. Pertemuan yang tidak disengaja antara Danis dengan Ratih sudah sebagai donatur terbesar di acara yayasan sekolah tempat Ratih. memberikan kesan dan ketertarikan tersendiri bagi Danis. Ketika mengetahui Ratih telah menikah membuatnya mundur selangkah. Ketika ia tahu bahwa Ratih menderita dengan pernikahannya membuatnya maju untuk memperjuangkan Ratih.


"Kutunggu janda mu Ratih. Aku bersedia menunggu mu. Aku akan membahagiakan mu." ~Danish


~~


"Tidak ada yang tahu siapa, kapan dan dimana jodoh kita berlabuh. Jika ijab dan qobul telah dilafalkan di depan penghulu, maka dia lah jodoh yang ditakdirkan. Bertahan atau tidaknya itu bergantung bagaimana dua insan tersebut menghargai ikatan suci itu. " ~Author


Ratih POV


"Apakah make up ku ini tidak berlebihan mbak? " kata ku yang merasa kurang percaya diri dengan wajahnya yang sangat berbeda dari biasanya kepada mbak Mira sebagai penata rias ku.


"Aduh bu guru, cantik kok" tiba-tiba Sela menyahut dan berdiri menghampiri ku sebagai Bridesmaids.


"Mbak Ratih sangat cocok dan cantik kok dengan riasan ini" mbak Mira juga menambahkan dengan senyuman tulusnya.


"Aku kurang nyaman Sel, mbak Mir."Senyumku di kaca sambil menatap melihat mbak Mira dan Sela.


"ih, apaan sih kayak gitu" wajah ku langsung merona karena agak malu membayangkannya.


"Jika dilihat sejak perkenalan sampai hari akad kami sangat lah dekat hanya 2 bulan saja. Kira-kira kami bisa menjalin rumah tangga sakinah mawadah warrahmah nggak ya? Ratih, kamu sudah memutuskan sampai hari ini. Kamu harus percaya dengan takdirnya Allah. " diriku yang bermonolog didalam hati.


"Assalammualaikum" bunyi suara papa mengetuk pintu kamar ku


"Waalaikumsalam" sahut kami yang didalam kamar secara bersamaan. Kulihat Papa, mama, Bibi Dina saudara satu-satunya papaku.


"Apakah sudah selesai dandan nya nak?" mama mendekati ku.


"Sudah ma. Barusan siap ma." tatapan mama tidak lepas dari mataku. Aku merasa ada yang tidak beres dari raut wajah mama ku.


"Kita bicara sebentar ya nak. Ada hal penting yang harus kami katakan."Papa yang juga sudah disampingnya mama dengan raut wajah yang sama dan sulit ku artikan. Kulihat juga Sela keluar sambil menutup pintu.


"Ada apa Pa?" sahut ku yang mulai merasa tidak tenang.


"Pernikahan kamu dengan Deni batal nak." dengan nada suara yang tercekat.


"Apa Pa? jangan bercanda pa.. " dengan nada terkejut kemudian kepala ku merasa pusing sambil mencerna yang dikatakan papa selanjutnya.


"Ratih..!!"teriakan mama yang kudengar. setelah itu, aku tidak tahu apa yang terjadi.


Bersambung~~