
tok
tok
tok
"ah,itu seperti nya sekretaris Andi." ungkap mas Dafa dan berjalan kearah pintu depan.
"mas buka pintu dulu ya." lanjutnya
Dafa POV
"kenapa hatiku berdegup ketika dia cuma megang tangan ku?"
"apa ini karena kami sudah lama tidak bertemu?"
"atau aku sudah jatuh cinta padanya? ngak mungkin, aku sudah punya kekasih yang sudah lama ku perjuangkan."
"bagus kalau dia mengajar. mana tau dia bertemu dengan orang yang disukainya. jadi ngak perlu repot cari alasan buat kami cerai nanti." pikirku.
~~
"Pagi boss, untuk pagi ini kita ada meeting dg pak Handoko pemilik perusahaan farmasi."lapor sekretaris Andi
"baiklah,kita langsung kesana" jawab Dafa dan langsung memasuki tempat duduk di belakang mobil.
"Andi, tolong kosongkan jadwalku untuk Jum'at-minggu ini. karena aku ada jadwal ke Paris bersama Ratih." ungkap Dafa yang bersandar di kursi mobil.
"Baik bos"jawab sekretaris Andi
"ohya, tolong juga kamu beli satu tiket dengan penerbangan yang sama kesana."sambung Dafa.
"siapa lagi yang ikut kesana bos?" tanya sekretaris yang bingung kenapa harus beli tiket lagi.
"bukan urusan kamu. tugas kamu cukup pesankan saja 1 tiket ke paris yang sama dengan jadwal ku." tegasnya Dafa.
"baik baik bos" ungkap sekretaris Andi yang melihat di kaca depan mobil sambil melihat wajah datar bos nya itu.
Author POV
tok
tok
tok
Ratih pun membuka kamar nya nya.
"ada apa bik?" panggil Ratih pada maid yang bekerja setengah hari khusus membersihkan apartemen.
"nona, bibi mau pamit pulang. bibi sudah selesai membersihkan rumah. besok akan kembali lagi" ungkap bi sundari.
"ohya bi, makasih untuk hari ini ya Bi." ungkap Ratih dengan senyum terbaiknya.
"ohya nona, bibi sudah membeli bahan makanan untuk dimasak. karena tadi sekretaris Andi menelpon bibi."
"baik bi. makasih banyak ya Bi." ungkap Ratih lagi.
"permisi nona" sambil membungkuk dan melangkah menjauh sedang Ratih melihat kepergiannya.
krrrkk krrrkk
bunyi perut Ratih yang meronta untuk di layani.
"OMG sudah siang" ketika melihat jam diding yang terpampang besar di dinding apartemen itu.
kemudian Ratih melangkah ke dapur dan melihat bahan makannya yang bisa di masak. untung nya bibi Sundari sudah belanja.
karena sudah lapar, jadi resep andalan yang tidak diragukan lagi enak dan super cepat yang sudah di pelajari semenjak kuliah dahulu yaitu nasi telur ala chef.
"mmmmh,, harum nya dan sungguh menggugah selera(author dibikin laper🤤). Mantapz dan tingkatkan ratih kamu sungguh jago sekali" sambil bicara pada diri sendiri dan mengelus - ngelus rambutnya. seolah - olah itu memberikan sebuah reward untuk diri sendiri.
Ratih duduk di meja makan dan menyantap makanannya. sambil membuka media sosialnya. biasanya dia menstalking teman-teman dekat nya. walaupun memiliki teman dekat, karena jarak sehingga tidak bisa bertemu. dan jarang untuk saling menghubungi. karena menurut Ratih dan sahabatnya untuk bertemu langsung itu lebih dapat feel-nya. Jadi, untuk berkabar dan mengetahui kegiatan masing- masing cukup lihat di media sosialnya. kecuali ada yang mau curhat dan kabar- kabar penting.
MA'AFKAN AUTHOR BARU HADIR. SEMOGA KEDEPANNYA LEBIH SERING UPDATE LAGI DAN TIDAK MENGECEWAKAN PARA READERS🙏🙏