My Cousin is My Husband

My Cousin is My Husband
23



POV AUTHOR


Sabtu sore~


Kedatangan papa Dafa diluar perkiraan. Dafa mengira papa nya akan datang setelah magrib. namun nyatanya datang setelah sholat ashar.


Ratih menyalami mertuanya. mereka memasuki rumah, Dafa dan papanya berjalan mengarah tempat duduk di ruang tamu. sedangkan Ratih ke dapur untuk menyiapkan minuman.


"Wah,beruntung ya kamu dapat istri yang manis seperti dia. selain Sholehah juga nampak sangat penurut." ungkap papa nya.


"iya pa, tapi kami masih butuh untuk saling mengenal."dengan tatapan meyakinkan untuk menunjukkan bahwa pernikahan mereka baik-baik saja.


"papa mengerti,,bahwa kalian menikah secara mendadak dan belum ada cinta di antara kalian. tapi jangan lupa, bahwa Ratih juga sepupu kamu. jangan kamu sakiti dan kecewakan dia. kamu anak semata wayang kami. Ratih anak semata wayang paman mu. Jadi, papa harap kamu tidak akan mengecewakan kami."ucap papa Dafa dengan nada serius.


"ini pa. silahkan diminum pa."ungkap Ratih yang membuat pembicaraan serius mereka terhenti.


"terimakasih nak." ucap papa Dafa.


Kemudian Ratih duduk di samping Dafa.


"Bagaimana kabar papa?ma'af Ratih belum bertemu dengan papa" ungkap Ratih


"iya nak, papa mengerti. papa juga jauh dari kalian. dan Selamat ya atas pernikahan kalian. semoga sakinah mawaddah warrahmah ya nak. " ucap nya dengan nada sosok ayah yang sangat bijaksana.


" Semoga pernikahan kalian langgeng hingga kakek nenek dan segera bisa memberikan cucu-cucu yang lucu" lanjutnya yang membuat Ratih dan Dafa saling lirik dan merasa sedikit bersalah dengan apa yang telah mereka rencanakan dimasa depan serta menandakan hal yang disampaikan papa mereka tidak akan terjadi.


"selamat menikmati liburan ini ya nak. semoga kami segera menimang cucu setelah ini." lanjutnya lagi.


"papa,kami sedang menikmati masa perkenalan dulu. kami tidak terburu-buru pa."sela Dafa yang membantu Ratih yang memang terlihat kikuk dengan perkataan papanya.


"baik lah. kami akan menunggu kabar baik dari kalian berdua." ucap papa mereka dengan tatapan yang sangat sulit di artikan.


"silahkan lanjutkan lagi pa,mas.kalau begitu Ratih izin ke atas dulu pa, mas." ungkap Ratih yang agak kikuk dengan suasana yang tampak serius. Dafa menatap datar sedang papa mertua nya menatap dengan senyuman.


"tidak perlu sungkan nak Ratih. papa hanya menanyakan kabar kalian. silahkan lanjutkan kegiatannya. papa masih ada yang mau dibicarakan dengan Dafa."balas papa mertuanya yang mengizinkan Ratih untuk menjauh dari mereka.


Ratih berjalan menuju kamar yang akan ditempati bersama dengan suami sahnya. tentu hal ini akan menjadi malam yang sangat panjang. bukan berarti mereka bersikap seperti suami istri pada umumnya. namun lebih seperti orang asing hingga suasana akan terasa aneh dan janggal untuk mereka berdua.


"Jadi, bagaimana hubungan kamu dengan Ratih Dafa?" tanya papanya to the point.


"sejauh ini kami masih tahap perkenalan pa. masih saling menyesuaikan. termasuk istri yang patuh" ucapnya sedikit memberikan pujian untuk Ratih. agar papanya tidak curiga dengan apa yang sebenarnya terjadi dengan rumah tangganya.


"syukurlah kamu menerima pernikahan ini. papa harap kamu benar-benar menjalani pernikahan ini dan hanya menjadikan Ratih satu-satunya istri kamu, nak."balas papanya dengan kata-kata penuh penekanan karena papanya tahu dengan kondisi pernikahan anak nya itu.


"iya pa,, inshaaAllah jika kami berjodoh" ucap Dafa dengan sedikit gelisah dengan kata-kata papanya yang ingin Ratih menjadi istri satu-satunya.


"ohya kamu masih berhubungan dengan Sofia?" tanya papanya.


"mmmh.."


bersambung~~