
Author pov~~
azan berkumandang membangunkan insan manusia yang terlelap dari peraduannya. menandakan untuk melakukan kewajibannya.
Ratih mengerjapkan matanya dan mulai meraba ke samping tempat tidurnya. namun yang dicari tidak di temukan. dan dia melihat ranjang nya itu tidak ada tanda-tanda suaminya mendekati ranjang.
"akh,aku sholat dulu. nanti aja cari mas Dafa." pikirnya sambil berjalan ke arah kamar mandi.
selesai dengan kewajibannya. Ratih langsung menuju dapur untuk menyiapkan sarapan.
"aduh,,ngak ada bahan-bahan yang mau dimasak." gumamnya
"akh,untung ada mie instan. aku buat ini aja dulu. aku laper bangeet."ucapnya dengan penuh syukur.
"kira-kira mas Dafa di ruangan kerja nya ngak ya?pikir nya dan berjalan ke arah ruangan yang pernah di tunjuk oleh Dafa sebelumnya.
"tok tok tok,,mas ada didalam?" Ratih yang mengetuk pintu
"tok tok tok,, mas yuk kita sarapan." teriak Ratih sekali lagi.
"mas,aku udah buat kan sarapan." lanjut Ratih dengan tidak sabarnya karena mie yang di masak keburu mengembang.
"kenapa sih dek?ucap Dafa yang terlihat kesal ketika membukakan pintu ruangnya.
"ini mas,aku udah buatkan sarapan mie rebus. mas mau aku anterin kesini atau makan di meja makan? jelas Ratih dengan lancarnya
"apa? kamu masak mie rebus buat sarapan? ngak perlu. kamu aja yang makan. mas mau lanjutin tidur." balas Dafa yang langsung menutup pintu.
"aah?oke deh. aku sendiri aja yang habisin" ungkap Ratih dengan senangnya. karena dia tau mungkin Dafa tidak terbiasa makan micin.
"Alhamdulillah,kenyang nya."sambil mengelus-mengelus perutnya dan tak lupa dia menyeruput kopi yang sebenarnya itu untuk Dafa.
selesai sarapan, Ratih langsung menuju kamarnya untuk bersiap-siap ke luar apartemen .
"mas,aku izin ya keluar untuk cari sarapan buat kamu." dengan suara kecil yang sama saja seperti orang berbisik. Hal ini tentunya agar tidak mengganggu Dafa yang sedang istirahat.
Ratih langsung melangkah kebawah dan dia juga meninggalkan catatan kecil di kulkas jika seandainya Dafa bangun sebelum dia sampai di apartemen lagi.
"MashaaAllah, udaranya sangat sejuk.semoga aku bisa bertahan disini."gumamnya ketika melangkah kakinya ke sekitaran taman dekat komplek perumahan suaminya itu.
"bela,belaaa.dimana kamu cantik"Ratih mendengar suara laki-laki berteriak dan dia pun mendekati suara itu.
"Ada apa mas?siapa yang hilang?"tanya Ratih yang melihat seorang laki-laki gagah yang tidak kalah gantengnya dengan suaminya
"kesayangan saya hilang. tiba-tiba lari tadi dan sekarang dia bersembunyi."jelas laki-laki itu yang berbalik menatap Ratih.
"kalau boleh tau ciri-cirinya gimana?mana tau saya bisa bantu mas ungkap Ratih yang mengerti begitu paniknya laki-laki itu.
"baiklah,terimakasih. warnanya putih. agak gemuk. "jelas laki-laki itu.
"baik,bagaimana dengan tinggi anak mas ini?apakah dia sudah bisa bicara?"meminta penjelasan agar informasinya lebih lengkap.
"hahahaha,,ma'af ya mbak. yang hilang itu kucing kesayangan saya. bukan anak saya."yang tertawa melihat kebingungan Ratih.
"hahahaha,saya sangka anak bapak. soalnya saya dengar namanya bela."yang mulai mengerti maksudnya dan menertawakan dirinya yang sudah salah sangka.
Kemudian mereka mulai mencari kucing yang mereka maksud.
~~
Bersambung~~~