My Cousin is My Husband

My Cousin is My Husband
3



POV- Author


Senja telah berlalu. makan malam di keluarga Ratih berjalan dengan lancar. diiringi canda tawa yang menggoda pasangan pengantin baru itu. Ratih dan dafa hanya bisa bertatapan dan saling balas dengan senyuman. mereka tau jika memberikan balasan akan menjadikan mereka akan lebih lama di goda.


Selesai makan mereka melanjutkan bercengkrama di ruang tengah. Sambil bertukar cerita karena keluarga besar memang sudah lama tidak berjumpa. sekalinya berjumpa sangat lah ramai.


Jadi momen pernikahan ini memberikan kesempatan keluarga besar bersilaturrahmi. walaupun secara online sudah sangat memudahkan untuk saling berkabar. tentu nya tidak bisa menandingi pertemuan secara nyata.


"ohya,orang mana sih calon kamu yang kabur itu Ratih?kok bisa-bisanya kabur ketika sudah di hari-H? ungkap salah satu Tante dari pihak mama ku.


seketika orang-orang di ruangan itu terdiam. Ratih yang tidak tau yang mau dijawab hanya bisa tertunduk.


"Ya,mau gimana lagi Tante jodohnya bukan dengan dia tapi dengan aku." Dafa yang membantu Ratih menjawab. Ratih tersenyum lega dan menatap dalam Dafa dengan penuh tatapan tulus.


"Ratih dan Dafa ini hadiah dari mama dan papa buat kalian pergi honeymoon ke Paris" ucap mama Airin untuk mengalihkan pembicaraan yang notabene nya sebagai mertua nya Ratih sambil memperlihatkan tiket online yang telah mereka pesan.


"apa ma?pergi honeymoon? ucap Ratih agak terkejut.


"iya,,apa kamu suka? pasti ngak sabar honeymoon ke Paris kan? ini tempat romantis mama dan papa pergi dulunya."balas mama Airin dengan wajah yang berbinar. dan terlihat semua orang diruang tamu menunggu jawaban Ratih.


"wah,gimana nih. aku kayaknya ngak bisa nolak hadiahnya" batin Ratih sambil menatap ke arah Dafa. dan ia juga mengangguk tanda menerima hadiah itu.


"baik lah ma. terima kasih hadiahnya" sambil mendekati dan memeluk mama.


Kemudian malam itu di lalui dengan saling membuka kado untuk pasangan pengantin itu. mulai dari baju pasangan, gelas pasangan dan hadiah pasangan lainnya yang bisa mereka gunakan.


Pov-Ratih


"Mas, makasih ya udah bantuin Ratih tadi. Ratih benar-benar ngak tau harus jawab apa." ungkap Ratih ketika melangkah ke kamar mereka.


"bukan masalah besar Ratih. sudah kewajiban Mas buat bantuin istri sendiri. dan lagian membuka luka yang ngak penting nantinya sangat berbahaya untuk pernikahan kita juga." ungkap Mas Dafa dengan ekspresi yang sulit aku baca.


"makasih sekali lagi ya mas."ungkapku membuka ganggang pintu kamar.


"Mas,duluan aja tidurnya ya."pintaku mendekati meja rias ku.


"kenapa? kamu ngak mau tidur dengan mas? sambil mendekati kasur.


"bukanya gitu mas,,aku mau skin care an dulu..hihi.." kata ku agak cekikan.


"mmh,,oke..kamu skin care an ya. kalau gitu mas duluan tidur ya.selamat istirahat ya" ucap mas Dafa sambil menyelimuti tubuh nya.


"iya mas,selamat tidur" balas ku


"kemudian aku melanjutkan rutinitas dalam merawat diri. walaupun aku, tidak secantik perempuan di luar. tapi aku mencoba untuk menghargai diriku dan selalu memberikan yang terbaik sebagai tanda syukur ku.


"setelah selesai, aku mendekati ranjang yang berada disebelah kiri Mas Dafa. walau ini pertama kali aku bersama laki-laki setelah beranjak dewasa. padahal dahulu kami sering tidur bersama. sekarang dengan status berbeda rasanya agak beda."


"Ratih, kamu harus terbiasa."sambil menarik selimut hingga ke seluruh tubuh dan ku membelakangi Mas Dafa dan aku pun memejamkan mata.