
Author Pov
"Sofia.." panggil Dafa ketika datang menghampiri posisi Sofia yang tengah berdiri untuk menyusul dafa.
"mas.." ucapan Ratih terhenti ketika terkejut melihat Dafa merangkul perempuan yang didepan nya. sedangkan sejak mereka menikah Dafa tidak pernah sedekat itu.
"Sayang, kita bicara diluar ya. mas akan jelaskan semua hal ini." terang Dafa yang membujuk kekasihnya itu.
"kenapa ngak disini aja yank?biar dia tau aku siapa kamu." ucap Sofia sambil menatap tajam mengarah Ratih.
"ngak perlu, mas hanya perlu jelaskan sama dulu ya yank?" sambil mengajak kekasihnya keluar apartemen.
"ohya, Ratih. untuk hal ini kita bicara lagi nanti." menoleh kearah Ratih dengan ekspresi datar.
Ratih hanya terdiam dan menatap dengan perasaan yang sulit dijabarkan oleh kata-kata. karena baru pertama kali ia merasakan yang menyesakkan dan ngilu di hulu hatinya.
"Ya tuhan, kenapa rasanya sakit" lirih Ratih yang memegang dan menepuk dadanya agar sesak itu hilang ketika melihat punggung suami yang menjauh.
~
setelah kepergian Dafa, pikiran Ratih melayang- melayang untuk menjelaskan kondisi yang dihadapinya saat ini.
Pikiran nya kacau, dia tidak bisa berpikir jernih. lalu Ratih segera ambil wudhu dan langsung sholat ashar yang belum sempat dilakukan.
"ya Tuhan, sungguh sakit. lebih sakit dibanding ditinggal menikah. ya Tuhan biarlah aku memilih ditinggal menikah dibandingkan rasa sakit dibohongi setelah janji suci terucap untuk saling memiliki." do'a Ratih setelah sholat. Ratih tergugu dengan air mata yang terus mengalir.
"apakah jalan ini yang harus ku tempuh untuk menggapai kebahagiaan tuhan? begitu sulit rasanya tuhan. Tuhan apa yang harus aku lakukan dengan kondisi ini? apakah aku yang menjadi penghalang hubungan mereka? apakah hubungan ini bisa berlanjut ya tuhan? ketika melihat mas Dafa aku sudah merasakan getaran yang mendebarkan untuk mas Dafa. Apakah perasaan ini hanya aku yang merasakannya? ya Tuhan pemilik takdir dan hati hamba-hamba Mu, apakah mas Dafa tidak miliki getaran yang aku juga rasakan?" curahan hati Ratih sambil sujud. sudah jadi kebiasaan Ratih dari SMA untuk mencurahkan segala masalahnya di sujud nya. karena setelah curhat kepada Sang Pencipta sambil sujud setelah sholat membuat hatinya lega dan selalu memunculkan solusi yang tidak pernah terpikirkan olehnya.
"Ya Tuhan berilah kesabaran dan petunjuk Mu untuk hamba untuk menghadapi masalah ini. Sungguh tidak ada yang bisa membantu kecuali dengan Rahmat Mu." do'a terakhir yang menandakan Ratih yang sudah mulai tenang dan lega setelah mencurahkan isi hatinya.
kemudian Ratih melipat mukena nya. lalu mencari informasi yang relevan untuk mendapatkan solusi dari masalah yang dihadapinya. Ratih membuka laptopnya dan berselancar untuk mencari. Ratih membaca dan menulis hal-hal penting baik itu secara agama, hukum dan psikologis. jadi Ratih mendapatkan kesimpulan untuk langkah-langkah yang harus dilakukannya. Pertama,, Ratih harus berpikir untuk mencari cara untuk mempertahankan pernikahan nya. karena Ratih berpikiran mereka sebagai suami-istri perlu ada mengenal satu sama lain. jadi, Ratih akan memberikan kesempatan untuk mereka untuk mengenal terlebih dahulu.
"baik lah, aku akan memberikan waktu untuk saling mengenal dalam jangka waktu 1 tahun. jika berhasil dan masih berjodoh, maka akan lanjut. jika tidak, maka keputusan akhir hanya bisa saling melepaskan. tidak masalah. setidaknya sudah berusaha. Semangat!!" ucap Ratih setelah memperoleh keyakinan untuk melangkah dalam menjalani mahligai rumah tangga nya yang baru beberapa hari.
~
bersambung
Author
Mari kita lihat, apakah rencana Ratih akan sesuai dengan keputusan yang ditetapkan oleh Dafa?