
Author POV
tring tring tring..
"Assalammualaikum pa.." salam Dafa.
"waalaikumsalam,lagi dimana kamu sekarang?" tanya papa nya langsung tanpa memberikan jeda.
"tentu lagi honeymoon dong pa. kan Dafa baru punya istri."balas nya dengan nada biasa. karena pada kenyataannya dia sedang bersama sang kekasih dambaannya.
"papa tau kamu honeymoon. tapi kamu di villa atau di luar? istri kamu mana? papa mau dengar suaranya" tanyanya basa-basi dan yang sebenarnya tahu kegiatan anaknya pasti bersama Sofia.
"aku ada sedikit urusan di luar pa. bentar lagi ke villa. Ratih sekarang istirahat duluan di villa pa" ucap nya seperti biasa agar tidak ketahuan.
"papa lagi dimana? " ucapnya
"papa sekarang di rumah Oma kamu. Papa nanti malam nginap di villa sekalian mau bertemu menantu papa." jelasnya
"benarkah?salam sama Oma pa. kami mungkin tidak sempat ke rumah Oma. Bagaimana kabar Oma pa?" tanya nya dengan pikiran gelisah karena papanya akan menginap di villa. rencana untuk berlibur bersama kekasih gagal total.
"Oma kamu sehat. nanti sempatin bersama Ratih bertemu Oma. walau sebentar." ucap papanya
"baik pa. nanti Dafa bicarakan dengan Ratih." balas nya.
"ya sudah. papa cuma ngabarin kamu saja." ungkap papa nya
"iya pa." jawabnya dan panggilan telpon itu pun terputus.
"Bagaimana sayang? apa kata papa kamu?jangan katakan kalau liburan kita batal?" ucapnya dengan rentetan pertanyaan.
"papa mau nginap di villa dan bertemu Ratih." ucap nya dengan pikiran yang masih belum fokus karena memikirkan bagaimana pun ia pasti akan sering berinteraksi dengan Ratih.
"Terus kita ngak ada jalan-jalan gitu yang? percuma saja aku datang kesini, jika tidak ada kamu." Sofia yang sambil bergelayut di lengan Dafa.
"ma'af ya yang. mau gimana lagi. tapi kamu bisa belanja sepuasnya. nih, kartu buat kamu bisa kamu pakai untuk shopping sepuasnya." Dafa mengeluarkan kartu andalannya untuk membujuk kekasihnya itu.
"tentu sayang. mas akan jadwalkan lagi waktu liburan kita." dengan mengelus rambut Sofia dengan lembutnya.
"mas, mau pulang dulu ya. papa ngak bilang mau pukul berapa datang. biar tidak ada yang curiga. maka mas harus segera di villa." beranjak dari posisinya lalu mengambil jacket dan berjalan ke arah pintu hotel yang telah di pesannya.
"tapi tunggu yang, kamu harus janji. tidak boleh menyentuh perempuan itu." ucap nya dengan manja menggerakkan tangannya di dada bidang Dafa yang sudah bersiap akan keluar.
"tentu sayang. mas hanya untuk kamu. tidak mungkin mas melakukannya tanpa ada cinta dan kamu tau bahwa dia bukan tipe mas." ucapnya dengan yakin dan menghentikan tangan Sofia agar h*srat yang di tahannya selama ini tidak melewati batas.
~~
Author POV
Ratih tidak mengindahkan perintah Dafa. dia tetap membereskan barang bawaannya sendiri ke kamar yang akan mereka tempati bersama selama papa mertuanya menginap.
Sore itu, setelah menyusun barang nya. dia merasakan ada yang aneh dengan tingkah Dafa yang seolah-olah mengikutinya kemana pun Ratih pergi. ketika Ratih di kamar,Dafa juga disana. Ratih di dapur, Dafa juga duduk di meja makan.
Ratih merasa risih dengan keberadaan Dafa. walaupun Dafa hanya main gadget nya sendiri. selama ini berada jauh dari pandangannya. dan malahan jarang sekali untuk bertatap muka.
"mas, kamu kenapa?" tanya Ratih yang sekarang duduk santai di depan televisi. Ratih duduk disana,Dafa pun duduk disebelahnya seolah terlihat santai saja.
"memang nya kenapa?" balasnya sambil mengambil camilan buah yang sudah dipotong Ratih.
"ngak, aku penasaran aja." balasnya singkat.
hanya keheningan yang terjadi setelah percakapan singkat itu. dan Ratih melanjutkan tontonan nya. begitu pun Dafa.
Ting tong ting tong
"aa, itu pasti papa" ungkap Dafa dan berjalan ke arah pintu.
~~
bersambung